Saat Ulangan Harian akan segera dimulai. Tiba –tiba aku mendengar suara merdu ditelingaku. Sekarang masukan semua buku kedalam tas dan gunakan Prinsip ATM kalian!”, Perintah Bu Ela, guru Bahasa Arab ku lantang. ATM adalah singkatan dari Aku tidak mencontek. Sewaktu jam istirahat aku sudah belajar bahasa arab jadi aku punya rasa percaya diri yang tinggi dalam mengerjakan Ulangan Harian bahasa arab.
Sesaat setelah aku bedoa sambil mengerjakan soal Ulangan Harian bahasa arab, aku melirik ke arah bangku disampingku dimana Jikung sahabatku duduk. Aku lihat dia kesulitan dan Jikung tidak memakai Prinsip ATM nya dan aku lirik ke arah yang lain, ternyata banyak teman-temanku yang tidak memakai Prinsip ATM nya. Bu Ela tersenyum melihaatku, sehingga aku merasa semakin percaya diri dalam mengerjakan soal bahasa arab. Disela-sela aku sedang mengerjkan tiba-tiba aku mendengar suara Jikung memanggil lirih.
“Sar kamu tahu ngga nomor 2 Essay?” Minta jawabannya dong satu aja!”
Tanya Jikung sambil memohon.
“Udah si, ini lagi ulangan!” Jawabku.
“Yah kamu...” Sembari jengkel.
Aku cuek saja akan hal itu dan berharap bahwa dia akan intropeksi diri, coba bayangkan dia sudah membuang waktunya untuk bermain disaat istirahat. Dan dia selalu hanya meminta jawaban disaat ulangan mata pelajaran apapun.
Beberapa hari kemudian hasil nilai Ulangan Harian bahasa arab dibagikan dan diumumkan. Aku mendapat nilai 90 sedangkan Jikung hanya mendapat nilai 50, berarti Jikung masih mendapat nilai dibawah kriteria ketuntasan minial (KKM) untuk bahasa arab yaitu 65. Aku bisa melihat tatapan kecewa dari sahabatku itu. Dengan rasa kecewa Jikung menghampiriku sambil berkata,”Sar aku malu mendapatkan nilai jelek,” Aku pasti dimaraih sama ibuku,” Kamu tahu Sar,...ibuku pasti kecewa.” Dengan wajah tersenyum bukan bermaksud meledek, aku merangkul Jikung sahabatku itu sambil duduk,”Ji...kamu pasti bisa mendapatkan nilai yang sama denganku, atau bahkan kamu akan mendapatkan nilai yang jauh lebih baik dari aku, jika kamu bisa merubah kebiasaanmu, bermain penting namun belajar jauh lebih penting untuk kita sebagai seorang pelajar.”Jelasku. Dalam diamanya Jikung menganggungkan kepala dengan pelan. “Terimakasih ya Sar..kamu telah mengingatkan aku dan kata-katamu membuat aku punya motivasi untuk belajar lebih giat lagi.”Jelas Jikung.
“Ya sama-sama Ji.”Maafkan kalau aku mengguruimu, ini semua untuk kebaikanmu, untuk persahabatan dan kemajuan kita.”Jelasku.
“Kamu engga marah sama aku kan Ji...”Tanyaku.
Jikung sambil tersenyum menjawab:”Aku tidak akan marah Sar... sepanjang nasehatmu baik untukku dan Insyaalloh akan aku laksanakan.”