Dunia baru sadar akan kehadiran seorang pemimpin perempuan yang luar biasa ketika terjadi tragedi penembakan jamaah muslim di Selandia Baru. Dia adalah Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern.
Sangat mengagumkan apa yang dilakukan oleh Jacinda Ardern yang begitu membela kaum muslim sebagai minoritas. Ia membuktikan bahwa Selandia Baru merupakan negara yang memiliki toleransi yang tinggi.
Jacinda Ardern tidak hanya mendatangi para korban, bahkan juga menyampaikan pidato yang menyejukkan hati. Masyarakat Selandia Baru juga mendukung setiap langkah dari pemimpin ini.
Paska tragedi yang menewaskan 50 orang tersebut, Jacinda Ardern tidak berhenti menunjukkan empati terhadap kaum muslim. Ia memerintahkan agar adzan shalat diperdengarkan di seluruh penjuru negeri.
Jacinda Ardern tidak segan mengucap salam ala muslim. Karena itu, media di Selandia Baru juga meletakkan salam itu di halaman pertama.
Sikap Jacinda Ardern mengundang rasa hormat pemimpin lainnya, terutama dari negara yang mayoritas muslim. Presiden Turki, Erdogan dengan segera menyampaikan terima kasih.Â
UEA telah menayangkan foto Jacinda Ardern di gedung tertinggi dunia, Burj Khalifa yang ada di Dubai. Ini sebagai bentuk penghormatan terhadap Perdana Menteri Selandia Baru tersebut.
Tidak heran jika Jacinda Ardern dicalonkan sebagai calon penerima Nobel Perdamaian. Ribuan orang telah menandatangani petisi untuk mengajukan dia sebagai calon penerima Nobel Perdamaian.
Kiprah Jacinda Ardern sangat berarti, bahkan bagi orang yang beragama non muslim. Ia telah menunjukkan bagaimana menjaga perdamaian di negaranya.
Jacinda Ardern patut menjadi contoh bagi pemimpin dunia lainnya. Dia mengayomi semua warga negara tanpa pandang bulu.
Sikap ini belum ada pada pemimpin negara negara lain. Kebanyakan pemimpin bersikap mendua, pura pura membela perdamaian, tetapi di sisi lain mendorong peperangan.
Apalagi jika orang yang jelas jelas menjadi pemicu peperangan, tak layak dicalonkan sebagai penerima Nobel Perdamaian. Misalnya Donald Trump, presiden Amerika Serikat.Â
Adalah suatu kekonyolan jika dia diajukan sebagai calon penerima Nobel Perdamaian hanya karena berhasil menjinakkan Korea Utara. Seluruh dunia tahu Donald Trump mendukung Israel mencaplok Palestina. AS juga mendorong peperangan di Suriah, Irak, dan Yaman.
Jacinda Ardern, pemimpin paling muda di dunia. Dia baru berusia 38 tahun dengan jabatan Perdana Menteri, lahir pada tanggal 26 Juli 1980.
Ia memiliki pemikiran yang cemerlang. Karena itu karir politiknya melesat dengan cepat.Â
Jacinda Ardern menjadi ketua Partai Buruh Selandia Baru, pada tanggal 1 Agustus 2017. Dan tak lama kemudian berhasil menjadi Perdana Menteri pada tanggal 26 Oktober 2017.
Ia adalah Perdana Menteri ke 40 dari negara yang berusia 150 tahun tersebut. Tetapi ada pendahulunya, Perdana Menteri perempuan pertama adalah Helen Clark.
Jacinda Ardern mampu membalikkan keadaan untuk partai buruh yang dipimpinnya. Sebelum ia menjadi ketua, survei hanya menunjukkan partai buruh mendapat 25% suara. Setelah ia terpilih menjadi ketua, partai buruh mendapat 36, 9%.
Dengan perolehan tersebut, partai buruh berhasil meraih 60 kursi parlemen sehingga ia naik menjadi Perdana Menteri Selandia Baru. Salut pada Jacinda Ardern, semoga dia mendapat Nobel Perdamaian.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI