Paling tidak, saya sudah berusaha membuat diri saya nyaman dengan kondisi dan situasi di luar kebiasaan saya di rumah. Semua peralatan memasak, peralatan makan dan minum, juga peralatan lainnya bisa dikemas praktis dalam satu tas ransel.Â
Biasanya, saya juga membawa lauk yang tahan lama supaya bisa menghemat stok makanan dan bahan bakar. Rendang daging kering dan sambal kering campuran tempe, kacang tanah, ikan teri dan kentang iris tipis adalah menu favorit yang selalu saya siapkan saat akan berangkat tugas ke lapangan.Â
Jika semua sudah lengkap, bekerja di lapangan bisa lebih fokus.Â
Nah...bagi saya menyiapkan segala sesuatu seperti di atas adalah wajib setiap akan berangkat tugas ke lapangan. Saat di lapangan fokus utama adalah pekerjaan yang harus diselesaikan, bukan lagi pusing dengan urusan dengan perut yang lapar, atau tidur yang tidak nyenyak.
Kadang, kebiasaan saya itu malah jadi alasan aji mumpung buat sebagian orang. Ngapain repot kalo bisa nebeng? Hahahaha....ya kalo cuma nebeng alat masak. Tapi masa iya gas portabel nya ikutan nebeng? Rendang dan sambal campurnya mau nebeng juga? Padahal sama-sama mendapatkan uang per diem yang sama, juga uang makan yang sama.
Tapi, tipikal orang yang aji mumpung kan memang selalu ada. Kalo bisa ringan, ngapain bawa beban berat. Kalo bisa gratis, ngapain repot beli?Â
Kalo ketemu orang dengan tipikal seperti ini, jika dia lebih senior dan lebih dulu bekerja di lapangan dari saya. Saya akan tidak peduli, peralatan dan stok makanan yang saya bawa, akan saya gunakan sendiri tanpa mau berbagi.
Jika yunior dan baru pertama kali ke lapangan, saya akan berbagi untuk kunjungannya yang pertama kali, dan jika kunjungannya yang kedua dia tidak punya persiapan, bukan lagi menjadi urusan saya.
Jika teman yang sesekali ke lapangan, saya akan tegas menyebutkan pembagiannya seperti apa untuk kebutuhan bersama selama bertugas di lapangan.
Saya tidak akan membiarkan kebiasaan aji mumpung itu tumbuh subur. Apalagi jika yang dimanfaatkan itu adalah saya sendiri. Hahahaha....