Mohon tunggu...
Kholisatun Nurul Elma
Kholisatun Nurul Elma Mohon Tunggu... Mahasiswa - stay positive, but not in covid

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 21107030053

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Menjadi Kartini Masa Kini

21 April 2022   06:59 Diperbarui: 21 April 2022   07:02 940
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Berani dalam menyuarakan apa yang ingin kita ungkapkan, selagi itu benar jangan pernah takut. Namun apabila kita mendapatkan kritik terhadap apa yang kita sampaikan, jangan berkecil hati dan terimalah. Karena kritik yang membangun akan membuat kita semakin cerdas.

2. Percaya diri

Rasa percaya diri adalah salah satu tantangan terberat bagi para perempuan. Pasalnya kita tau bahwa banyak perempuan di luar sana merasa insecure/ tidak percaya diri. 

Sebelum menumbuhkan rasa percaya diri, kita harus yakin dan percaya pada diri kita sendiri bahwa sebenarnya kita bisa. Kita bisa melakukan apapun tanpa rasa takut. Seperti halnya Kartini yang memiliki rasa percaya diri dan tangguh dalam memperjuangkan hak dan kedudukan perempuan.

3. Berpikir positif

Salah satu langkah menjadi Kartini masa kini adalah selalu berpikir positif. Menjadi Kartini masa kini yang tidak mudah terpengaruh dengan ucapan atau sikap negatif dari orang lain yang meremehkan diri kita. 

Kita yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin, bukankah Tuhan tidak pernah jauh dari prasangka manusia? Lalu kenapa kita harus berpikir negatif? 

Seperti sosok Kartini yang selalu berpikir positif untuk membawa perubahan yang besar terhadap kaumnya yaitu kaum perempuan, meski banyak yang beranggapan bahwa hal itu mustahil di zaman tersebut.

"Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri"-R.A. Kartini

4. Peka dan perhatian

Kartini adalah seorang perempuan yang selalu memperhatikan hal-hal disekitarnya. Ia menyadari terhadap adanya perbedaan yang mencolok antara derajat kaum laki-laki dengan kaum perempuan. Itulah mengapa ia memperjuangkan hak-hak perempuan agar setara dengan laki-laki. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun