Mohon tunggu...
Ellen Diyanti
Ellen Diyanti Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Mahasiswa Industri Pariwisata Universitas Pendidikan Indonesia Program Studi Industri Pariwisata

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Problematika Masyarakat Kota

16 Maret 2023   14:43 Diperbarui: 16 Maret 2023   14:59 220
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Kota adalah pusat pemukiman penduduk yang memiliki batas wilayah administrasi yang sudah diatur dalam perundang undangan dan berpenduduk relatit besar, luas areal terbatas, pada umumnya bersifat nonagraris dengan kepadatan Renduduk relatif tinggi.


Menurut Branch
Menurut Branch (1996: 2) Kota diartikan sebagai tempat tinggal dari beberapa ribu atau lebih penduduk, sedangkan perkotaan diartikan sebagai area terbangun dengan struktur dan jalan-jalan, sebagai suatu permukiman terpusat pada suatu area dengan kepadatan tertentu (Branch, 1996:2).

Menurut Burkhad Hofmeister, kota adalah sebuah pemusatan keruangan mulai dari tempat tinggal, tempat kerja bagi manusia itu sendiri, hingga kegiatan umum. Dalam hal ini, kegiatan umum dibagi menjadi dua sektor, yaitu sektor sekunder berupa industri dan perdagangan serta sektor tersier yang berupa jasa dan pelayanan masyarakat. Selain itu Hofmeister juga mengatakan bahwa pertumbuhan yang terjadi di pemusatan keruangan terjadi karena adanya pendatang yang memiliki kemampuan untuk melayani atau memenuhi kebutuhan barang dan jasa bagi wilayah yang letaknya jauh.

Menurut Northam, kota adalah sebuah wilayah atau daerah yang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi daripada jumlah kepadatan populasi. Penduduk yang ada di wilayah tersebut memiliki kegiatan ekonomi di luar sektor pertanian, sehingga tidak tergantung dengan sektor pertanian. Kota menurut Northam juga bisa dijadikan sebagai pusat dari ekonomi, administrasi antar wilayah, dan pusat kebudayaan

Masyarakat merupakan sekelompok orang yang tinggal di suatu daerah dengan memiliki kemandirian namun hidup secara bersamaan dan menghasilkan kebudayaan
sedangkan banyak deskripsi masyarakat menurut para ahli ,
Menurut Phil Astrid S. Susanto (1999: 6), masyarakat atau society merupakan manusia sebagai satuan sosial dan suatu keteraturan yang ditemukan secara berulang- ulang, 

Sedangkan menurut Dannerius Sinaga (1988: 143), masyarakat merupakan orang yang menempati suatu wilayah baik langsung maupun tidak langsung saling berhubungan sebagai usaha pemenuhan kebutuhan, terkait sebagai satuan sosial melalui perasaan solidaritas karena latar belakang sejarah, politik ataupun kebudayaan yang sama.

Bagaimana Dengan Masyarakat Kota ?

Masyarakat kota memiliki karateristik heterogen, terdiri dari beragam suku, agama, dan golongan yang artinya  masyarakat  memiliki kelompok yang berbeda tetapi saling membaur tanpa menonjolkan unsur kebudayaannya masing - masing sehingga dapat hidup secara harmonis.
tetapi faktor terbesar yang mempengaruhi heterogenitas adalah adanya mobilitas atau perpindahan penduduk yang berasal dari berbagai wilayah yang memiliki etnis dan kebudayaan yang berbada dari daerah tujuan serta di dukung oleh kepadatan penduduk yang mendorong terjadinya pesaingan.

Problematika masyarakat kota hadir dari berbagai faktor diantaranya:

1.  Atomisasi dan Pembentukan massa

faktor dari atomisasi masyarakat sangat banyak seperti masalah SARA, politik, ekonomi.

Atomisasi masyarakat ini berarti terdapat pecahan - pecahan dari lapisan masyarakat dan masyarakat mengelompok kedalam kelompok - kelompok kecil yang cenderung tidak bisa menyatu

2. Kepekaan terhadap rangsangan dan sikap masa bodoh

setiap masyarakat memiliki kemampuan untuk menerima rangsangan secara berbeda-beda, karena dari kemampuannya yang berbeda maka banyak masyarakat yang tidak peka terhadap rangsangannya sehingga akan banyak problemetika yang muncul dari faktor kepekaan. Ketidak pekaan tersebut menjadi pemicu masyarakat untuk menjadi apatis atau masa bodoh, perilaku masa bodoh kian marak seakan menjadi suatu hal yang biasa dalam keseharian.

3. Legalisasi dan Sensasi

Masyarakat kota cenderung melakukan hal yang tidak dilakukan oleh masyakat di daerah,  itu sebabnya tingkat legalisasi lebih tinggi di dalam masyarakat perkotaan. masyarakat kota juga biasa melakukan hal hal yang mengundang perhatian orang banyak untuk menvalidasi diri


4. Industri Kesenangan dan pengisian waktu luang
masyarakat kota banyak mencari tempat untuk mengisi waktu luang hiruk pikuk perkotaan demi mencari kesenangannya

5. Perilaku kolektif
perilaku kolektif merupakan perilaku yang menyimpang dimana perilaku ini berupa tindakan yang dilakukann secara berkelompok. seperti banyak kasus di perkotaan mengenai pembegalan atau komplotan yang tidak bertangung jawab dan meganggu masyarakat setempat.

Problematika masyarakat kota tidak hanya berdasarkan hal tersebut tetapi bisa juga terjadi dari permasalahan urbaninasi, permasalahan lingkungan, permasalahan permukiman, dan permasalahan tranportasi.

Referensi : 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun