"Guys! Selamat istirahat di kamar masing-masing, yaa. Ingat. Jangan sembunyikan mayat di bawah kasurmu!" Miss Elfi berseru lantang, setengah berseloroh.
"Kakak! Jangan bilang begitu, dong! Aku jadi takut tidur sendirian, nih." Galuh sontak beringsut dari duduknya. Diikuti oleh Titik Karmiati yang diam-diam menyeka keringat dingin.
"Beres Kakak! Kalau ada mayat di bawah kasurku kusuruh pindah ke kamar mereka saja," Saidah tertawa lebar sembari menunjuk ke arah Galuh dan Titik Karmiati.
Sementara dua perempuan lainnya, Rini dan Zahra, tidak berkata apa-apa. Keduanya hanya saling berpandangan. Lalu berdiri, meninggalkan ruang tamu mendahului masuk ke dalam kamar masing-masing.
***
Gedung tua bernama "Huis Van de Duivel' itu terletak jauh di pinggiran kota. Bangunannya yang tinggi terlihat suram. Dindingnya sudah retak di sana-sini. Sebagian bahkan ditumbuhi lumut.
Halamannya yang luas juga tampak tidak terawat. Nyaris dipenuhi oleh rumput ilalang setinggi pinggang.
Bangunan bergaya arsitektur Belanda itu memiliki delapan kamar tidur. Empat kamar berderet di bagian sisi kiri dan empat kamar lainnya di bagian sisi kanan.
Suasana horor yang sengaja diciptakan---entah oleh siapa, menarik minat para wisatawan. Menjadikan gedung tua itu semacam ajang untuk menguji nyali.
Siapa sebenarnya pemilik gedung tua itu? Tidak seorang pun mengetahuinya. Lantas bagaimana para peminat uji nyali jika ingin menginap di sana? Mereka cukup mengirim email ke alamat yang tertempel pada daun pintu gedung. Akan ada balasan tentang perizinan secara rahasia.
Minggu ini giliran enam orang perempuan dari kelompok The Best Friends yang mendapat izin menginap di gedung tua itu. Ya, mereka---para perempuan yang sebagian besar berprofesi sebagai guru SD itu ingin menghabiskan akhir pekan bersama dalam suasana yang berbeda.