Pagi-pagi saat Bebeib menelpon, saya menyampaikan kabar gembira.
"Beib! Alhamdulillah, Nyai baru saja terima telpon dari karyawan sebuah bank. Nyai memenangkan undian seratus juta! Ini Nyai diminta segera mengirimkan nomor rekening!"Â
Bebeib pun merespon dengan cepat. "Stop! Jangan sembarangan memberitahu nomor rekeningmu! Bisa jadi itu modus penipuan!"Â
Dan Bebeib pun menjelaskan panjang lebar. Ini itu. Berkenaan dengan tipu-tipu yang belakangan lagi marak. Wah, saya jadi tersadar. Benar juga, ya. Tidak masuk akal banget. Masa iya tiba-tiba saya diklaim memenangkan undian padahal saya tidak mengikuti event apa-apa.
Masih kata Bebeib. Bulan Ramadan banyak orang butuh duit. Banyak tindak kriminal khususnya penipuan dengan modus-modus tertentu yang perlu diwaspadai.Â
Saya jadi teringat, dua pekan jelang bulan puasa, siang-siang tetangga sebelah rumah--seorang ibu muda menangis meraung-raung. Saya yang kebetulan sedang menjemur cucian buru-buru menghampiri. Ingin tahu apa yang tengah terjadi. Usut punya usut, ternyata tetangga saya itu mendapat kabar bahwa suaminya yang berada di luar kota mengalami musibah.Â
Menabrak bocah yang menyeberang jalan. Berita itu diperoleh dari seorang pria yang menelpon dan mengaku dirinya seorang polisi. Dan ini, nih, yang mengherankan. Polisi itu minta uang tebusan sebesar 5 juta. Kalau uang tidak segera ditransfer, suami si ibu akan dimasukkan ke dalam penjara. Karena si ibu sama sekali tidak memiliki uang sebesar yang diminta, ia lantas bernegoisasi. Minta keringanan uang tebusan.Â
Beruntung kakak laki-laki tetangga saya itu datang. Ia segera mengambil alih pembicaraan via telpon dengan pria yang mengaku polisi itu, yang jelas-jelas mau menipu. Dan alhasil penipu itu tak berkutik setelah digertak dan diancam balik hendak dilaporkan ke pihak yang berwajib. Apalagi selang beberapa saat kemudian suami si ibu muda menelpon dan menyampaikan kabar bahwa dia baik-baik saja.Â
Kisah nyata di atas hanyalah sebagian kecil dari kisah-kisah penipuan via telpon. Masih banyak modus penipuan lain yang tak terhitung model dan jumlahnya. Tak terkecuali penipuan mengatasnamakan dunia perbankan. Masih ingat kasus nasabah Bank BRI asal Mojokerto-Jawa Timur, yang tiba-tiba melaporkan bahwa uang tabungannya raib padahal ia merasa tidak pernah menarik sejumlah uang sepeser pun? Kasus semacam ini adalah kasus yang paling sering terjadi.
Sebagai pengguna jasa perbankan, tidak ada salahnya kita mewaspadai dan belajar banyak dari kasus-kasus yang sudah dan pernah dialami di luar sana. Untuk mengantisipasi agar tidak sampai ikut terseret menjadi korban penipuan yang terus mengintai dan membayangi.
Inilah ragam bentuk penipuan ala perbankan yang patut kita waspadai.Â