Kembali ke upaya Restorasi. Inisiatif Restorasi bukanlah merupakan hal baru karena pernah dilontarkan oleh pemerintah Belanda sekitar tahun 2011 melalui Eye Museum. Restorasi ini sempat urung karena Eropa dilanda krisis. Pemerintah Belanda pun mengembalikan film Tiga Dara itu ke Indonesia. Pihak SA Films segera mengambil alih. Restorasi harus segera dilakukan. Harus! Mengingat serangan vinegar syndrome sudah cukup mengkhawatirkan.Â
Proses penyelamatan film Tiga Dara ini tidak saja memakan beaya yang besar (sekitar 3 milyar), juga memakan waktu yang cukup panjang. Restorasi dilakukan di Laboratorium L'immagine Retrovata, Bologna, Italia selama 8 bulan, dan diteruskan di Indonesia untuk pembuatan format digital 4K-nya kurang lebih 6 bulan.Â
Sungguh, tim SA Films telah bekerja super duper hati-hati dan amat sangat serius demi menyelamatkan sebuah aset bangsa berupa karya seni perfilman yang bersejarah. Sebuah aset yang tidak bisa diukur dengan uang ataupun materi.Â
Tak ada kerja keras yang sia-sia. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan bersungguh-sungguh dan memiliki niatan baik, tentu membuahkan hasil yang baik pula. Pada 11 Agustus 2016 yang lalu, film Tiga Dara, karya asli anak bangsa yang membanggakan ini dinyatakan selamat dari vinegar syndrome dan bisa hadir kembali di bioskop kesayangan Anda dengan tampilan yang  lebih  fresh dan memukau .Â
Acungan jempol dan angkat topi setinggi-tingginya buat tim SA Films sebagai juru penyelamat.Â
Kapan anak bangsa yang lain menyusul?
***
Malang, 18 Agustus 2016
Lilik Fatimah Azzahra
*Referensi dari berbagai sumber
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H