Mohon tunggu...
Elda Yulian Agustine
Elda Yulian Agustine Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin

Ailurophile

Selanjutnya

Tutup

Music

Biduan yang Mengemis Cinta dalam Lagu "Rayuan Perempuan Gila" Karya Nadin Amizah

5 Januari 2024   20:56 Diperbarui: 5 Januari 2024   21:00 223
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Musik. Sumber ilustrasi: PIXABAY/Free-photos

Nadin Amizah adalah penyanyi dan penulis lagu berkebangsaan Indonesia yang lahir di Bandung pada tanggal 28 Mei 2000. Ia mulai dikenal publik ketika ia mengikuti salah satu program stasiun TV milik Trans TV saat masih duduk di bangku SMA dan pada tahun 2017 ia berkolaborasi dengan Dipha Barus. Selama berkarier, ia berhasil merilis dua album lagu. Salah satu albumnya yang baru rilis pada tahun 2023 dan sedang populer saat ini adalah Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya. Album tersebut memiliki 11 lagu, termasuk lagu "Rayuan Perempuan Gila". Lagu ini ditulis oleh Nadin Amizah dan Lafa Pratomo.

Menurutmu, berapa lama lagi kau kan mencintaiku?

Menurutmu, apa yang bisa terjadi dalam sewindu?

Bukan apa, hanya bersiap, tak ada yang tahu, aku takut

Tak pernah ada yang lama menungguku sejak dulu

Yang terjadi sebelumnya

Semua orang takut padaku

Memang tidak mudah mencintai diri ini

Namun, aku berjanji akan mereda seperti semestinya

Menurutmu, apa benar saat ini kau masih mencintaiku?

Menurutmu, apa yang bisa dicinta dari diriku?

Bukan apa, hanya bersiap, tak ada yang tahu, aku takut

Tak pernah ada yang lama menungguku sejak dulu

Yang terjadi sebelumnya

Semua orang takut padaku

Panggil aku perempuan gila

Hantu berkepala

Keji membunuh kasihnya

Penuh ganggu di dalam jiwanya

Sambil penuh cinta

Diam-diam berusaha

Selalu tahu akan ditinggalkan

Namun, demi Tuhan aku berusaha

Memang tidak mudah mencintai diri ini

Namun, aku berjanji akan mereda seperti semestinya

Lagu "Rayuan Perempuan Gila" Menceritakan seorang biduan yang sangat cantik, pandai menyanyi, dan seksi. Namun, masyarakat di sekitarnya menganggapnya  "kotor". Biduan ini selalu mengemis cinta dan merasa takut ditinggalkan oleh kekasihnya. Sikapnya ini membuat kekasihnya pun menganggap biduan itu adalah perempuan gila hingga biduan tersebut merasa tidak pantas untuk dicintai lagi.

Di bagian pertengahan lagu, tepatnya di lirik "Panggil aku perempuan gila" Makna dari kalimat tersebut menggambarkan seorang perempuan yang jatuh cinta sampai tergila-gila dengan kekasihnya.

Nadin Amizah bercerita melalui postingan instagramnya, bahwa lagu "Rayuan Perempuan Gila" Ini merupakan hasil dari pengalamannya yang pernah disebut sebagai perempuan gila oleh mantan kekasihnya.

Kisah sang biduan pun tak hanya sampai di sana di bagian akhir lagu, tepatnya di lirik "Namun, aku berjanji akan mereda seperti semestinya", Nadin mengungkapkan dari pengalamannya yang pernah disebut sebagai perempuan gila itu. Nadin pun membuktikan bahwa ia bisa memperbaiki dan menerima dirinya sendiri.

Adapun kelebihan dari lagu ini, yaitu alunan nada musik yang santai sehingga mudah didengar dan pendengar pun tidak merasa bosan ketika mendengarkan lagu ini. Sementara itu untuk kekurangan dari lagu ini adalah ada beberapa kalimat dengan diksinya yang membutuhkan usaha lebih  untuk dipahami.

DAFTAR PUSTAKA

Naa. (2023). "Lirik Lagu Rayuan Perempuan Gila-Nadin Amizah". Insertlive.com. Diakses pada tanggal 1 Januari 2024 melalui https://www.insertlive.com/film-dan-musik/20230626144933-197-313115/lirik-lagu-rayuan-perempuan-gila--nadin-amizah

Amizah, N. (2023). "Rayuan Perempuan Gila dan Cerita-cerita di Baliknya". Instagram. Diakses pada tanggal 1 Januari 2024 melalui https://www.instagram.com/reel/CtzRT6rMWVo/?igsh=cGFiZzRvdGV0bjJ0

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Music Selengkapnya
Lihat Music Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun