Mohon tunggu...
Elang Maulana
Elang Maulana Mohon Tunggu... Petani - Petani
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Hanya manusia biasa yang mencoba untuk bermanfaat, bagi diri dan orang lain..

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Sebelum Dipecat, Helmy Pernah Jadi "Raja" Kuis dan Gagal Pilkada

20 Januari 2020   17:58 Diperbarui: 20 Januari 2020   20:07 636
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

HAMPIR sepekan ini nama Helmy Yahya menjadi trending dan bahan sorotan publik tanah air. Hal tersebut tak lepas dari kasus pemecatan dirinya yang dianggap sebagian banyak pihak terasa janggal.

Ya, Helmy yang merupakan adik kandung dari presenter kondang yang kini menjadi politisi Partai Golkar, Tamtowi Yahya ini dicopot Dewan Pengawas (Dewas) dari jabatannya sebagai Direktur Utama (Dirut) Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI).

Pemecatan itu sendiri resmi terjadi berdasarkan Surat Nomor 8/DEWAS/TVRI/2020 tentang penonaktifan Helmy Yahya selaku Dirut LPP TVRI dengan hormat, pada Kamis (16/01/2020) lalu.

Dengan peristiwa pemecatan ini, tak sedikit pihak-pihak yang kecewa. Lantaran, Helmy dianggap telah berhasil membawa angin perubahan terhadap lembaga penyiaran milik pemerintah ini.

Namun, dalam kesempatan ini penulis tidak ingin larut dan terlalu masuk ke dalam problematika internal TVRI, hingga akhirnya berujung pada pemecatan Helmy.

Dalam hal ini, penulis hanya ingin menempatkan diri sebagai masyarakat yang pernah merasakan tayangan TVRI sebelum dan sesudah dinakhodai Helmy Yahya sejak tahun 2017 lalu. Sebagaimana diketahui, pria kelahiran Palembang ini diangkat menjadi Dirut TVRI periode 2017-2022.

Tidak bermaksud untuk mendiskreditkan TVRI. Sebelum Helmy menakhodai lembaga penyiaran pelat merah tersebut, sejujurnya penulis hampir tidak pernah membuka chanel TVRI.

Bukan anti lembaga pemerintah. Tapi, emang patut diakui, kualitas program-program yang disajikan TVRI masih sangat kalah bersaing dengan televisi-televisi milik swasta. Baik itu dari suguhan program berita maupun program hiburan lainnya.

Dengan kata lain, program-program TVRI tidak ada yang menarik. Alias, program lembaga penyiaran yang sudah berdiri sejak 24 Agustus 1962 ini, tidak mampu menjadi magnet pemirsa khususnya penulis, agar  tertarik membuka chanel TVRI.

Sampai tiba saatnya, Helmy Yahya diangkat menjadi Dirut TVRI, perlahan namun pasti mulai tampak perubahan pada wajah lembaga penyiaran pemerintah ini dan cukup memaksa penulis untuk kembali membuka chanel TVRI.

Diluar perubahan-perubahan lainnya, seperti logo maupun ouncer atau repoter yang lebih segar. Setidaknya ada dua program TVRI yang penulis gemari dan hampir dipastikan menjadi tontonan wajib.

Kedua program tersebut adalah tayangan siaran langsung kompetisi Liga sepak bola terbaik di dunia, English Primiere League (EPL) atau Liga Primer Inggris dan tayangan langsung turnamen bulutangkis internasional maupun nasional.

Salah satu contohnya, sehari kemarin, Minggu (19/01/2020), mata penulis benar-benar dimanjakan dan hampir tidak berpindah chanel (selain ada tayangan pariwara, he he).

Pasalnya, Di TVRI, kemarin itu ada tayangan langsung Final badminton Indonesia master 2020 pada siang sampe sore harinya. Sedangkan, pada malamnya disambung dengan pertandingan Big Match EPL pekan ke-23, antara tuan rumah Liverpool dengan Manchester United.

Khusus bagi penulis, tampilan TVRI yang lebih kekinian dan mengutamakan keinginan pasar tersebut tentunya tidak lepas dari kejelian Helmy Yahya selaku Dirutnya.

Makanya, jujur secara pribadi, penulis cukup menyesalkan dengan terjadinya pencopotan Helmy selaku Dirut TVRI. Dikhawatirkan, lembaga penyiaran milik pemerintah ini kembali pada wajah lama dan ditinggalkan penggemarnya.

Penulis hanya berharap, semoga kisruh TVRI segera bisa dituntaskan tanpa ada satu pihakpun yang merasa dirugikan termasuk Helmy Yahya.

Namun, tahukah Sahabat K'ners, ternyata jauh sebelum menjadi Dirut TVRI hingga akhirnya dicopot dari jabatannya. Helmy pernah dikenal dengan julukan "Raja" kuis. Karena pria berkacamata ini kerap kali mengisi acara atau program acara kuis di pertelevisian Tanah Air.

Selain jadi pembawa acara kuis, Helmy juga banyak menelurkan kuis-kuis lokal yang dirancangnya bersama tim kreatif lainnya. Selain itu ada juga kuis-kuis yang merupakan hasil adaftasi dari luar negeri yang ditayangkan diberbagai televisi nasional.

Adapun acara kuis yang pernah pria kelahiran Indralaya 6 Maret 1963 tersebut bawakan adalah Sang juara yang ditayangkan TPI pada tahun 1995-1996, Siapa Berani di Indosiar pada tahun 2000-2005, Versua di Kompas TV yang tayang pada tahun 2011-2015 dan masih banyak lagi. Sementara program acara terakhir yang Helmy bawakan adalah Hexagin War di Trans 7, pada tahun 2106-2017.

Selain terjun pada dunia hiburan dan menjadi pembawa acara di layar kaca. Helmy Yahya pun ternyata pernah terjun ke dunia politik.

Sebagai buktinya, Helmy pernah mencoba peruntungannya dengan mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernut Sumatera Selatan pada Pilkada yant digelar tahun 2008 lalu.

Sayang, kala itu garis tangannya tidak mengijinkan Helmy untuk bekerja di pemerintahan. Kala itu Helmy kalah oleh pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf.

Kalah pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur tak lantas membuat Helmy kapok. Adik kandung Tamtowi Yahya ini coba mencalonkan diri kembali pada pemilihan Bupati Ogan Ilir pada tahun 2010. Namun, lagi-lagi nasib tidak memihaknya.

Wassallam

Referensi : sumber 1, sumber 2, sumber 3

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun