Waktu terpisah, Ketua Gapoktan Desa Pendem, Suroso mengeluh terkaitan pentingnya menjaga daerah Desa Pendem sebagai kawasan lumbung pangan Kota Batu. Menurutnya, melindungi lahan pertanian yang semakin sempit dari ekspansi perkotaan merupakan hal yang sangat vital. Terutama dengan semakin redupnya minat generasi muda terhadap usaha pertanian.
Selain itu, Suroso juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait klasifikasi lahan sawah yang dilindungi (LSD) di wilayah Pendem. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan lahan pertanian di tengah ancaman pembangunan permukiman dan industri yang masif, yang tak pantas di wilayah tersebut. Namun, masuknya petani dari luar desa yang menyewa lahan untuk menanami tanaman buah, terutama jeruk, menjadi kendala serius yang dihadapi.
"Menyewa lahan pertanian untuk jangka waktu lama, kira-kira sekitar 10 tahun, oleh petani buah dari luar desa menciptakan tantangan tersendiri bagi kelompok tani setempat. Para penyewa ini menjadi kendala dalam menjaga lahan pertanian yang seharusnya menjadi lumbung pangan Desa Pendem. Hingga saat ini, belum ada regulasi yang mengaturnya. Sehingga diharapkan pemerintah desa, dapat mengeluarkan kebijakan yang melindungi lahan pertanian sebagai dasar hukum yang kuat," ujar Ketua Gapoktan Desa Pendem.
"Dengan semangat untuk menjaga keberlanjutan dan keberagaman lahan pertanian di daerah Pendem, Gapoktan Sri Mulyo Pendem berharap agar adanya regulasi yang jelas dan perlindungan yang kuat untuk mencegah penanaman tanaman selain padi di wilayah lumbung pangan Desa Pendem. Semua upaya ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian demi ketahanan pangan yang berkelanjutan," ujarnya.
Di sisi lain, Ketua RW 08, Dusun Sekar Putih, Parwoto, memberikan harapan bahwa Desa Pendem dapat menjadi lumbung pangan untuk Kota Batu pada tahun 2045 khususnya di Dusun Sekar Putih. Dukungan dan kepedulian masyarakat Desa Pendem terhadap pengembangan dan pemeliharaan lahan pertanian diharapkan dapat terus berlanjut untuk keberlanjutan ketahanan pangan daerah.
Dengan harapan agar program-program pengembangan dan pemeliharaan lahan pertanian semakin didukung oleh regulasi yang jelas dan perlindungan yang baik, Desa Pendem berkomitmen untuk tetap menjadi lumbung pangan yang produktif dan berkelanjutan bagi Kota Batu.
Hal senanda juga disampaikan Ngatminah warga Desa Pendem, bahwa akan keberlanjutan lahan pertanian di Dusun Sekar Putih hingga tahun 2045. Ia menekankan pentingnya menjaga luasnya lahan pertanian untuk memastikan kelangsungan pasokan pangan. Keinginan agar lahan tetap luas dan tidak berkurang menjadi kunci bagi kelompok tani setempat untuk dapat memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi.
"Saya berharap, semoga 2045 lahan pertanian di Dusun Sekar Putih tetap luas. Artinya tidak berkurang biar kami tetap bisa makan kenyang. Semoga tidak ada orang luar Desa Pendem yang menyewa lahan untuk di tanami jeruk, karena sekarang banyak orang dari luar desa seperti dari desa lain menyewa lahan untuk ditanami jeruk," pungkasnya.Â
Batu, 612025
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H