Mohon tunggu...
Eka UlimaSahasika
Eka UlimaSahasika Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

saya mempunyai hobi bersepeda

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Penerapan Strategi Pembelajaran Sejarah Berbasis Problem Based Learning untuk Menumbuhkan Motivasi Belajar Sejarah dan Kewarganegaraan

13 Desember 2022   18:41 Diperbarui: 13 Desember 2022   20:45 668
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Implemetasi strategi pembelajaran sejarah di kelas 11 IPS pada materi Dampak Pemerintah Kolonial di Indonesia. Pemilihan model pembelajaran yakni model pembelajaran berbasis masalah pada materi ini bertujuan untuk mengajak peserta didik untuk melihat bagaimana dampak pemerintah kolonial, pada bidang apa saja dampak tersebut, dan apakah dampak tersebut masih dapat dirasakan hingga saat ini. 

Kegiatan pembelajaran berbasis masalah ini dimulai dengan aktivitas peserta didik dalam menyelesaikan masalah nyata. Proses penyelesaian masalah tersebut bertujuan untuk membentuk keterampilan peserta didik dalam menyelesaikan masalah dan berpikir kritis. Penerapan model berbasis masalah disajikan dengan berpedoman pada sintaks pembelajaran. Berikut sitaks pembelajaran yang diacu:

  • Fase 1

Dalam fase ini guru memberikan orientasi kepada peserta didik. Langkah yang dilakukan guru yakni memberikan stimulus berupa motivasi agar peserta didik dapat terlihat aktif pada pemecahan masalah. Sebagai contoh, guru membimbing berdoa dan melakukan apersepsi terhadap pembelajaran.

  • Fase 2

Fase ini merupakan fase mengorganisasikan peserta didik. Dalam fase ini, seorang guru diminta untuk membantu peserta didik mengidentifikasi masalah dan menguhungkan dengan kehidupan nyata. Peserta didik merumuskan masalah yang akan digunakan dalam topik diskusi kelompok.

  • Fase 3

Fase tiga yakni memberikan bimbingan individu atau kelompok, yang mana seorang guru mampu mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi terkait untuk pemecahan masalah, memberikan kesempatan bertanya, dan membimbing peserta didik untuk mendapatkan penjelasan. Dalam fase ini, peserta didik diminta untuk mengumpulkan informasi yang didapat mengenai rumusan masalah.

  • Fase 4

fase mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Dalam fase ini, guru meminta peserta didik untuk menuliskan solusi atas permasalahan yang sudah didapat yang kemudian dipresentasikan di depan kelas. Penerapan fase ini dapat berupa guru meminta peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok yang telah dilakukan.

  • Fase 5

Fase terakhir merupakan fase menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Perilaku guru dapat berupa mengevaluasi hasil presentasi mengenai pemaparan yang telah didapat pada tiap kelompok. Selain itu, guru juga dapat melakukan penguatan materi yang dirasa kurang dipahami peserta didik.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Penilaian dalam strategi Problem Based Learning tidak hanya berupa penilaian tes, akan tetapi dapat berupa hasil karya peserta didik atau hasil diskusi dalam kelompok secara bersama-sama. Selain itu, dapat pula penilaian evaluasi saat diterapkannya strategi tersebut yakni ketika proses diskusi kelompok berlangsung. Penilaian proses ini dilakukan selama pembelajaran berlangsung dengan melihat sejauh mana peserta didik dapat memahami pembelajaran. Dalam penilaiannya terdapat beberapa aspek diantaranya penilaian sikap, penilaian pengetahuan dan penilaian keterampilan.

Dalam hasil pembelajaran ini dapat diketahui keseluruhan peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan dapat dikatakan lulus dengan hasil yang baik. Sehingga hasil dari penerapan strategi pembelajaran pada materi ini mampu mencapai tujuan pembelajaran yang baik, efektif dan efisien.

sumber:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun