Mohon tunggu...
Edy Supriatna Syafei
Edy Supriatna Syafei Mohon Tunggu... Jurnalis - Penulis

Tukang Tulis

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Amien Rais Sudah Berubah

16 Juli 2019   08:53 Diperbarui: 16 Juli 2019   09:01 535
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Amien Rais. Foto | Tribunnews.

Tidak ada lagi pola pikir lama! Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman. Penyakit kita ada di situ. Kita harus berubah! Kita harus berubah. 

Sekali lagi, kita harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka kita harus terus membangun Indonesia yang adaptif, Indonesia yang produktif, dan Indonesia yang inovatif, Indonesia yang kompetitif.

Demikian penegasan Joko Widodo (Jokowi) ketika menyampaikan pidato pertamanya sebagai presiden terpilih pada Pilpres 2019 di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Minggu (14/7/2019) malam.

Sejatinya, ajakan Jokowi kepada rakyat Indonesia untuk berubah diarahkan agar ke depan secepatnya dapat beradaptasi dengan perkembangan. Mengingat lagi kini kita hidup dalam sebuah tantangan besar, yaitu lingkungan global yang demikian dinamis.

Tapi tahukah Anda, ajakan Jokowi itu untuk berubah mendapat sambutan hangat. Rakyat Indonesia menyambut dengan suka cita. Perubahan zaman demikian cepat dimaknai dan  disadari sebagai tantangan.

Namun yang mengejutkan ajakan berubah oleh Jokowi itu seolahi mendapat sambutan gembira dari tokoh politik gaek, pak tua, Amien Rais. Padahal jika kita ingat Amien pada pertarungan kompetisi Pilpres 2019 lalu demikian "menonjol" dengan keritiknya kepada petahana Jokowi.

Amien Rais cepat mengubah sikap dan mau berubah. Malah ia mengadaptasi dengan irama 'mainan' politiknya. Mau menyesuaikan dengan keputusan yang diambil sang mantan ketua koalisi kubu 02, Prabowo Subianto.

Sebelumnya kita pun merawa was-was setelah Prabowo dan Jokowi berjumpa di stasiun MRT pada Sabtu (13/7/2019) dan berlanjut dengan makan bareng. Pertemuan rekonsiliasi sudah lama dinanti warga Indonesia dan akhirnya terwujud.

Saat itu awak media menduga-duga bahwa tokoh politik gaek ini bakal mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Setidaknya berseberangan dan masih seperti sikap sebelumnya, menyerang.

Realitasnya, pernyataan yang keluar di luar dugaan. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu hanya mengatakan, Prabowo nyelonong bertemu Jokowi tanpa seizin dirinya.

Belakangan, pernyataan nyelonong itu diralatnya. Prabowo sudah lapor terkait pertemuan itu. Amien Rais mengatakan surat izin dari Prabowo ternyata sudah  diserahkan ke dirinya sehari sebelum pertemuan itu digelar atau pada Jumat (12/7/2019). Namun baru membacanya pada Senin (15/7/2019) pagi itu.

**

Kini Amien Rais berubah. Amien Rais sudah berbeda dengan yang dulu.

Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa politik memang dinamis. Segala sesuatunya harus cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pepatah lama mengatakan, dalam politik tak ada teman yang sejati, hanya kepentingan yang abadi.

Nah, jika kalimat "kamu sudah berubah, tidak seperti dulu lagi" disampaikan kepada salah satu sepasang kekasih dan belum kunjung menikah, bisa jadi berpotensi menjadi pertengkaran. Bila kalimat itu juga diarahkan kepada salah satu pasangan suami-isteri, hal serupa juga bisa terjadi. Bertengkar. Ujungnya, ya mengancam kelestarian berumah tangga.

Tapi tidak dengan perubahan sikap Amien Rais.  Ia kini tak lagi seperti yang dulu. Perubahan sikapnya tak akan mengacaukan kehidupan rumah tangganya. Atau, membuat warga Yogyakarta merasa sebel dengan sang tokoh politik ini.

Coba perhatikan. Jika kita tengok ke masa lalu, ada peristiwa menarik di kediaman mantan Ketua MPR di Pandeansari Condongcatur, Depok, Sleman. Yaitu beberapa warga Yogyakarta menggelar aksi kultural 'Ngruwat Amien Rais', Kamis (16/10/2014).

Saat aksi berlangsung, sekitar 10 pria dan perempuan mengenakan pakaian adat Jawa menggelar aksi teatrikal. Pemilik rumah tidak ada di rumah, yang ada hanya satpam. Pintu pagar ditutup rapat.

Koordinator aksi, Agus, memimpin aksi dengan melakukan orasi. Agus dan kawan-kawan membawa perlengkapan sesaji dan dua ekor ayam jantan.

"Amien Rais sudah tidak mendengar suara rakyat. Ia telah menjadi aktor di balik kegaduhan politik di negeri ini," kata Agus.

Soal Amien dinilai sering membuat kegaduhan politik sudah dirasakan sebagai hal yang biasa. Pernyataan di Indonesia ada partai surga dan neraka adalah salah satunya. Belum lagi ucapan "People power" dan masih banyak lainny. Bagi yang mendengar pernyataan Amien menjadikan telinganya merah. Kata-katanya memang pedas.

Berbagai penilaian orang menyebut Amien Rais selalu memandang pemerintah negatif. Jadi, sungguh aneh jika Amien Rais sekarang mengeluarkan pernyataan adem-ayem pasca pertemuan Prabowo -- Jokowi.  Bukankah Amien sudah punya stigma negatif, paling tidak di mata pendukung Jokowi.

Lihat pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN itu. Amien Rais menanggapi positif pertemuan Ketum Gerindra Prabowo Subianto dengan presiden terpilih Joko Widodo. Ia mengapresiasi.

Bahkan Amien meminta publik untuk memberikan kesempatan kepada Jokowi-Ma'ruf Amin untuk memerintah sambil mengingatkan  Jokowi-Ma'ruf harus tetap diawasi.

"Nanti lima tahun kita awasi, kita check and balance. Itulah warna indahnya demokrasi," tutur Amien.

Akankah perubahan sikap Amien itu akan membuat "sejuk" iklim perpolitikan di Tanah Air. Wallahu a'lam bish-shawabi. 

Bahan bacaan: Kumparan, Tirto, Kompas, Tribun-Bali, dan Detik.com

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun