Kalau mau menilai orang secara komprehensif, memang haru menunggu sampai titik akhir. Apakah orang itu mengakhiri keberadaannya di dunia dengan kebaikan (husnul khatimah). Itulah kenapa gelar pahlawan hanya diperuntukkan bagi mereka yang sudah tiada. Penilaiannya sudah paripurna.
Selagi kita belum tahu titik akhir trajectory hidup seseorang, tak akan bisa menilai keberuntungannya. Tapi, daripada menilai dan menakar keberungtungan orang lain, mending kita berharap keberuntungan diri sendiri. Semoga kita mendapat akhir yang terbaik.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI