- tali rafia/kawat buat menggantung
Setelah itu barulah kita lakukan proses pembuatannya :
[caption id="attachment_193491" align="aligncenter" width="480" caption="melubangi botol plastik dengan pisau cutter di bagian atas, sementara bagian bawah dengan solder panas"]
1. Lepaskan merek minuman yang menempel pada botol plastik bekas.
2. Beri tanda dengan spidol untuk membuat lubang berbentuk "persegi panjang" di bagian sisi atas, gunanya untuk memasukkan media tanah dan tempat menacapkan tanaman yang akan ditanam.
3. Jangan lupa buat lubang kecil-kecil dibagian sisi bawahnya, bisa dilakukan dengan menggunakan solder panas agar lebih mudah. Lubang kecil-kecil ini gunanya untuk sirkulasi udara, persis pot tanaman pada umumnya.
4. Kemudian ikat dengan tali rafia atau kawat pada kedua ujung botol untuk memudahkan menggantung.
5. Pot dari botol siap diisi media tanah dan siap untuk ditanami tanaman.
6. Selanjutnya gantung pot tanaman di dinding luar rumah atau di pagar rumah seperti yang saya lakukan.
[caption id="attachment_193489" align="aligncenter" width="480" caption="ada botol-botol plastik bekas bergantungan di pagar rumah"]
Begitulah cara saya mengelola sampah plastik bekas minuman. Untuk yang sudah tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam seperti saya, cara ini bisa dicoba. Selain bisa mengurangi timbunan sampah plastik juga bisa menghemat pengeluaran uang untuk membeli pot tanaman. Saya lebih memilih menggantungnya di pagar di samping rumah daripada di dinding luar rumah karena disana sumber cahaya sangat mencukupi. Selain itu saya tidak perlu repot-repot menyirami tanaman saya setiap hari karena ketika hujan sudah langsung terkena tetesan air hujan. Jadi praktis dan hemat. Jadi tunggu apalagi, daripada sampah plastik bekas botol minuman dibuang begitu saja lebih baik dijadikan pot tanaman bukan?