Biarkan Aku
oleh edi sst
Â
Biarkan aku singgah
Dalam kekosongan taman—tanpa bangku taman
Kulihat padang bergeriap, bunga-bunga bermekaran
Â
Biarkan aku duduk sejenak
Mengelap keringat, menambal jiwa yang retak
Setelah lelah meniti riak ombak dan angin
Â
Biarkan aku basuh wajah
Dengan air segar perigi belakang rumah
Setelah kupanjat bingkai madah yang resah
Â
Biarkan aku pandangi wajahmu
Yang melukis tatapan kelu warna kelabu ini
Saat matahari tak lagi menyapa, semua kata pun ragu
Â
Biarkan aku mengusap pipi lilinmu
Tempat air mata mengalir ke muara di timur
Saat kita bercakap soal umur dalam tadabbur yang asing
Â
Biarkan aku meminta
Angin menerbangkan debu-debu gurun
Yang memburamkan kaca hati yang tiap pagi berembun
Â
Biarkan kugandeng tanganmu
Menapak lembah demi lembah tak berbatu
Menuju cahaya yang terselip dalam retakan rindu
Â
Semarang, September 2012
gambar dari clara-ng.com
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI