Mohon tunggu...
edi sst
edi sst Mohon Tunggu... Guru - Nothing

Belajar di tengah kerinduan membatu yang tak pernah tertuntaskan oleh waktu.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Biarkan Aku

2 Januari 2013   23:28 Diperbarui: 25 September 2015   06:27 193
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Fiksiana. Sumber ilustrasi: PEXELS/Dzenina Lukac

Biarkan Aku

oleh edi sst

 

Biarkan aku singgah

Dalam kekosongan taman—tanpa bangku taman

Kulihat padang bergeriap, bunga-bunga bermekaran

 

Biarkan aku duduk sejenak

Mengelap keringat, menambal jiwa yang retak

Setelah lelah meniti riak ombak dan angin

 

Biarkan aku basuh wajah

Dengan air segar perigi belakang rumah

Setelah kupanjat bingkai madah yang resah

 

Biarkan aku pandangi wajahmu

Yang melukis tatapan kelu warna kelabu ini

Saat matahari tak lagi menyapa, semua kata pun ragu

 

Biarkan aku mengusap pipi lilinmu

Tempat air mata mengalir ke muara di timur

Saat kita bercakap soal umur dalam tadabbur yang asing

 

Biarkan aku meminta

Angin menerbangkan debu-debu gurun

Yang memburamkan kaca hati yang tiap pagi berembun

 

Biarkan kugandeng tanganmu

Menapak lembah demi lembah tak berbatu

Menuju cahaya yang terselip dalam retakan rindu

 

Semarang, September 2012

gambar dari clara-ng.com

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun