Tanamlah kesan yang baik ketika Anda akan keluar dari perusahaan tempat Anda bekerja sekarang. Resign-lah secara baik-baik, kendati mungkin perasaan Anda tidak senang karena sesuatu yang mengecewakan diri Anda pada oknum tertentu atau bahkan pada perusahaan tersebut.
Pertimbangkan Perusahaan yang Dituju
Berbarengan dengan rencana keluar dari perusahaan tersebut, pikirkanlah terlebih dahulu perusahaan mana yang akan Anda tuju. Anda bisa mempelajari performa company tersebut, misalnya melalui teman dan melalui website-nya.
Sebelum ke luar dari perusahaan pertama, barangkali Anda sudah terlebih dahulu mengikuti seleksi penerimaan karyawan di perusahaan tersebut dan dinyatakan sudah diterima. Ternyata Anda akan mendapatkan gaji yang lebih besar daripada yang Anda peroleh dari perusahaan yang akan Anda tinggalkan.
Gaji yang lebih baik memang sepantasnya menjadi bahan pertimbangan. Akan tetapi, gaji bukan satu-satunya pertimbangan.
Pertimbangkanlah karier Anda ke depannya. Adakah di situ jenjang karier yang panjang dan bertingkat? Hal ini menjadi penting, karena kemajuan Anda banyak dilihat dari tangga karier yang Anda tapaki dan raih.
Selain itu, pertimbangkan juga aspek minat atau passion Anda. Saran saya, jangan memaksakan diri mengerjakan pekerjaan yang sama sekali tidak Anda minati atau pekerjaan yang bertolak belakangan dengan minat Anda.
Kalau ini dilakukan juga, maka Anda akan merasa tersiksa selama bekerja di perusahaan baru tersebut. Kalau hal itu terjadi, apa gunanya pindah? Kecuali, Anda bisa mencintai pekerjaan tersebut.
Melulu mempertimbangkan gaji, tidaklah bijaksana. Mengapa? Karena setiap manusia membutuhkan banyak hal lain selain gaji yang berupa kebutuhan immaterial. Misalnya, nilai-nilai perusahaan, jenjang karier, kenyamanan bekerja, hubungan yang harmonis satu sama lain, dan soliditas internal perusahaan.
Kondisi pekerjaan sangat berpengaruh terhadap kinerja Anda. Lingkungan kerja yang penuh negativitas akan membuat performa Anda cenderung terpuruk, kecuali Anda memiliki kemampuan besar untuk mempengaruhi lingkungan sehingga toxic dalam perusahaan itu bablas.
Pertimbangkan Masa Transisi