Mohon tunggu...
Dzulfian Syafrian
Dzulfian Syafrian Mohon Tunggu... pelajar/mahasiswa -

Researcher at INDEF | Teaching Assistant at FEUI | IE FEUI 2008 | HMI Activist.

Selanjutnya

Tutup

Money

Kemiskinan Struktural: Peran dan Kegagalan Negara

22 Desember 2009   06:12 Diperbarui: 26 Juni 2015   18:49 2267
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bisnis. Sumber ilustrasi: PEXELS/Nappy

[5] Amartya Sen, Poverty and Famines: An Essay On Entitlement and Deprivation (Oxford: Clarendon Press, 1982)

[6] Amarty Sen, Development As Freedom (New York: Alfred A. Knopf, 1999).

[7] Marwan Batubara, Skandal BLBI : Ramai-Ramai Merampok Negara..., op. cit., hlm. 277.

[8] Y = C + I + G + ( X - M ),dimana : Y=GDP, I=Investasi, G=Government Expenditure, (X-M)= Net Expor

[9] Lihat lagi Tabel 2

[10] Asumsi yang digunakan dalam makalah kali ini adalah $1 sekitar Rp.9.500,-.

[11] Lihat Faisal Basri, Perekonomian Indonesia Menjelang Abad XXI (Jakarta: Penerbit Erlangga, 1994)

[12] Lihat Michael P. Todaro, Development Economic, 10th edition (Edinburgh: Pearson Education, 2009)

Lampiran

Kerangka Pikir

TINGKAT KEMISKINAN

HALAMAN :
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun