Mohon tunggu...
Farizky Aryapradana
Farizky Aryapradana Mohon Tunggu... Freelancer - D.Y.N.A.M.I.N.D

Just follow the flow of my mind.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Bedah Lirik Politik Malaysia (1): Lagu Partai UMNO

25 Agustus 2020   22:51 Diperbarui: 25 Agustus 2020   22:57 199
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Organisasi Nasional Melayu Bersatu, atau yang lebih dikenal sebagai UMNO, merupakan sebuah Partai yang sangat legendaris di tanah melayu. UMNO telah memerintah Malaysia selama 60 tahun, sejak merdeka hingga tumbang pada tahun 2018.

Partai yang telah berusia 74 tahun ini sering dijadikan bahan penelitian dalam dunia politik. Tapi, tunggu dulu. Di sini kita tidak ingin membahas rekam jejak politik yang telah ditorehkan oleh UMNO hingga saat ini. 

Di sini, kita akan membahas lirik lagu yang merupakan mars dari Partai UMNO. Lagu yang diberi judul 'Bersatu, Bersetia, Berkhidmat' itu, sudah melalang buana di kuping para rakyat Malaysia. Berikut adalah bedah liriknya

"Bersatu kita bersatu, dengan setia berganding bahu..."

Lirik di atas menunjukan bagaimana UMNO didirikan atas kesadaran untuk bersatu. Mereka ingin menunjukan semangat kebersamaan sebagai sebuah kelompok yang kompak.

Lirik "Berganding bahu" menunjukan kesadaran untuk saling menopang dan bahu - membahu yang tinggi. Inilah kemudian yang dijadikan inspirasi bagi mereka yang keluar dari UMNO, lalu mendirikan Partai Pribumi Bersatu Malaysia.

"Jiwa teguh berpadu, kita rumpun melayu.."

Ini dia yang menjadi salah satu ruh dan darah perjuangan UMNO. Kesadaran untuk bersatu itu ternyata didasarkan pada kesamaan etnis. Ya, etnis Melayu sebagai mayoritas di sana. Perjuangan berbasis etnis telah digambarkan secara gamblang lewat lirik lagu tersebut.

"Bersama kita bersama, mendukung hasrat semua.."

Pada lirik lagu ini, UMNO ingin bagaimana perjuangan etnis Melayu di sana bisa diorganisasikan dengan bersama - sama. Rasa kebersamaan yang lagi - lagi didasari oleh kesamaan etnis semata. Idealisme perjuangan yang untungnya, sulit ditemukan di negeri kita Indonesia.

"Berjasa pada bangsa, agama, dan negara..."

Tiga kata kunci yang juga menjadi nafas perjuangan UMNO. Kata 'bangsa' di sini merujuk kepada "bangsa Melayu" yang ada di Malaysia. Paham kebangsaan mereka memang belum didasari oleh kesatuan perasaan dan tempat seperti di negeri kita.

Kemudian kata 'agama' tentunya merujuk kepada agaa resmi di negeri Melayu tersebut, Islam. Terakhir, baru kemudian mereka menyebut - nyebut soal berbhakti kepada negara mereka Malaysia.

"Lambang kita yang gagah, dipandang mulia dan indah..."

Merujuk kepada Lambang UMNO, yakni bendera merah putih dengan lambang keris di lingkaran kuning. Merah di sini berarti berani dan putih berarti sebagai suci. Seperti tak asing bukan?

Memang salah satu usul pada pembuatan logo UMNO sendiri, ada yang terinspirasi dari bendera Republik Indonesia. Lambang keris dengan lingkaran kuning melambangkan kepada warna kerajaan dan simbol supremasi Melayu.

"Bersatu bersetia berkhidmat, cogan katanya..."

Cogan di sini, kalau diterjemahkan di Indonesia sebagai slogan. Inilah nafas utama perjuangan UMNO. Mereka memegang teguh tiga prinsip ini dalam memperjuangkan kepentingan ras mereka sendiri dan kemudian negaranya. Inilah kemudian yang dijadikan judul sebagai mars kebanggaan mereka.

"UMNO terus mara, untuk rakyat Malaysia..."

Akhirnya, Lagu UMNO ditutup dengan lirik seperti sebuah janji. Bahwa UMNO akan terus mengabdi kepada rakyat Malaysia. Yang memang kemudian akhirnya, diwujudkan dari perjalanan 60 tahun memonopoli kekuasaan. Sebelum akhirnya tumbang oleh koalisi Pakatan Harapan.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun