Mohon tunggu...
Dwi Yulia Nugrahati
Dwi Yulia Nugrahati Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Nursing Student

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Pentingnya Meningkatkan Kesadaran Tentang Pencegahan Penyakit Menular

27 Juli 2024   12:16 Diperbarui: 27 Juli 2024   13:12 72
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Penyakit menular, termasuk HIV/AIDS, tuberkulosis (TB), malaria, hepatitis virus, infeksi menular seksual, dan penyakit tropis terabaikan (NTD), merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di negara-negara berpenghasilan rendah dan populasi terpinggirkan. HIV terus menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang utama, yang sejauh ini telah merenggut 36,3 juta jiwa. 1,5 juta orang meninggal karena TB setiap tahun -- menjadikannya pembunuh menular teratas kedua di dunia setelah Covid-19. Anak-anak berusia di bawah 5 tahun menyumbang 77% (487.000) dari semua kematian akibat malaria di seluruh dunia pada tahun 2020. Pada tahun yang sama, lebih dari 1 miliar orang dirawat untuk setidaknya 1 dari lima NTD yang dapat dicegah, dikendalikan, dan diberantas. COVID-19 semakin membalikkan banyak keuntungan yang diperjuangkan dengan keras dalam perang melawan penyakit ini.

Pencegahan penyakit menular merupakan salah satu aspek penting dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Penyakit menular seperti influenza, tuberculosis, dan infeksi HIV/AIDS dapat menimbulkan dampak yang serius baik pada tingkat individual maupun populasi. Meningkatkan kesadaran tentang pencegahan penyakit menular adalah langkah krusial yang dapat dilakukan untuk mengurangi angka kejadian dan meminimalkan risiko penyebaran.

Mengapa Kesadaran Penting?

Kesadaran tentang pencegahan penyakit menular memainkan peran kunci dalam upaya melindungi individu dan komunitas dari paparan penyakit. Dengan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara penularan, gejala awal, dan langkah-langkah pencegahan yang efektif, kita dapat :

  • Mengurangi Risiko Penyebaran : Dengan mengetahui bagaimana penyakit menular menyebar, individu dapat mengambil tindakan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain di sekitarnya.
  • Mendorong Perilaku Sehat : Kesadaran akan pencegahan penyakit menular dapat mendorong adopsi perilaku sehat seperti mencuci tangan secara teratur, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengikuti imunisasi yang diperlukan.
  • Menyelamatkan Nyawa : Upaya pencegahan yang tepat waktu dapat menyelamatkan nyawa dengan mencegah penyebaran penyakit yang berpotensi fatal.

Terdapat banyak penyakit menular yang dapat memengaruhi manusia. Berikut adalah contoh beberapa penyakit menular, cara penularannya, dan cara pencegahannya :

  • Influenza (Flu) :

Penularan: Melalui udara, kontak dengan percikan dahak atau ingus dari orang yang terinfeksi.

Pencegahan: Vaksinasi tahunan, cuci tangan secara teratur, hindari kontak dengan orang yang sakit.

  • Tuberkulosis (TB) :

Penularan: Udara, melalui percikan dahak dari orang yang terinfeksi TB.

Pencegahan: Vaksinasi (BCG), pengobatan TB yang tepat, hindari kontak dekat dengan penderita TB.

  • HIV/AIDS :

Penularan: Melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau hubungan seksual dengan penderita HIV.

Pencegahan: Penggunaan kondom, pengujian HIV secara teratur, pengobatan antiretroviral.

  • Malaria :

Penularan: Melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau hubungan seksual dengan penderita HIV.

Pencegahan: Penggunaan kondom, pengujian HIV secara teratur, pengobatan antiretroviral.

  • Dengue :

Penularan: Gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue.

Pencegahan: Menggunakan kelambu, menghilangkan tempat berkembang biak nyamuk, penggunaan repelen.

  • Infectious Hepatitis (Hepatitis A, B, C) :

Penularan: Melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau makanan dan air yang terkontaminasi.

Pencegahan: Vaksinasi (untuk Hepatitis A dan B), cuci tangan, hindari berbagi jarum suntik atau peralatan personal.

  • Salmonellosis :

Penularan: Konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi oleh bakteri Salmonella.

Pencegahan: Cuci tangan, pastikan makanan dimasak dengan baik, hindari konsumsi telur mentah atau setengah matang.

  • Tetanus :

Penularan: Melalui luka terbuka atau kulit yang rusak terkontaminasi bakteri Clostridium tetani.

Pencegahan: Vaksinasi tetanus, perawatan luka yang baik, hindari luka terkontaminasi.

  • Pneumonia :

Penularan: Udara, kontak dengan percikan dahak dari penderita pneumonia.

Pencegahan: Vaksinasi pneumonia, cuci tangan, hindari kontak dengan orang yang sakit.

  • Common Cold (Flu Biasa) :

Penularan: Melalui udara, kontak dengan percikan dahak atau ingus dari orang yang sakit.

Pencegahan: Cuci tangan secara teratur, hindari kontak dengan orang yang sakit, jaga kebersihan lingkungan.

Langkah-Langkah Implementasi

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan penyakit menular, diperlukan pendekatan yang komprehensif melalui  :

  • Edukasi Publik : Kampanye penyuluhan dan sosialisasi mengenai cara penularan penyakit dan langkah-langkah pencegahannya.
  • Kerjasama Antar-sektor : Kolaborasi antara pemerintah, institusi kesehatan, dan masyarakat sipil untuk menyebarkan informasi secara luas dan efektif.
  • Penguatan Infrastruktur Kesehatan : Membangun infrastruktur kesehatan yang memadai untuk mendukung program pencegahan dan pengendalian penyakit menular.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

https://www.who.int/our-work/communicable-and-noncommunicable-diseases-and-mental-health

World Health Organization. (2020). Disease prevention and control. Retrieved from https://www.who.int/topics/disease_prevention/en/

Centers for Disease Control and Prevention. (2020). Infectious Diseases. Retrieved from https://www.cdc.gov/

Ministry of Health, Malaysia. (2019). Guidelines for the Prevention and Control of Communicable Diseases. Retrieved from http://www.moh.gov.my/

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health promotion planning: An educational and ecological approach. McGraw-Hill Education.

National Institute of Allergy and Infectious Diseases. (2020). Understanding Emerging and Re-emerging Infectious Diseases. Retrieved from https://www.niaid.nih.gov/

https://dinkes.banjarkota.go.id/11-penyakit-menular/

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun