Mohon tunggu...
dwi dodik
dwi dodik Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Inilah Penyebab Pendidikan di Indonesia Belum Maju

26 Februari 2019   13:30 Diperbarui: 2 Juli 2021   07:23 5472
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pendidikan merupakan sebuah bentuk pembelajaran entah itu pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya melalui metode pengajaran, penelitian, atau pelatihan. Pendidikan yang sering kita ketahui sekarang ini sering terjadi dibawah bimbingan orang lain, akan tetapi tidak sedikit juga yang melakukannya secara otodidiak (belajar sendiri).

Berbicara mengenai pendidikan pastinya kita langsung bertuju pada tingkatan pendidikan yang ada saat ini seperti sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA/SMK), hingga ke perguruan tinggi entah itu jenjang diploma maupun sarjana. 

Bahkan saat ini anak-anak yang usianya masih dibilang balita dengan kata lain sedang asik-asik nya bermain sudah disekolahkan dijenjang yang paling kecil yaitu Taman Kanak-kanak (TK), bahkan juga ada saat ini yaitu PAUD.

Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19 dalam Aspek Pendidikan Indonesia

Zaman sekarang ini kebutuhan dasar bukan cuma sandang, pangan dan papan, akan tetapi pendidikan merupakan salah satu hal yang terpenting untuk sekarang ini. 

Meski begitu pendidikan di Indonesia masih dibilang memprihatinkan, dilaporkan UNDP (2016) Laporan Pembangunan Manusia menurun dan ranking pelajar di Indonesia berada diperingkat bawah, hal tersebut bisa dibilang sangatlah menyedihkan.

Padahal uang untuk memajukan pendidikan sampai Rp.444 Triliun atau 20% dari anggaran Negara. Tapi kenapa pendidikan di Indonesia masih belum maju juga? jika kita ibaratkan untuk mencari permasalah ini, seperti halnya mengorek pedang kusut yang didalamnya berisi seribu masalah yang bisa juga dibilang ribet sekali. 

Akan tetapi, bisa jadi salah satu akar masalahya adalah Sistem pendidikan massal, karena sistem ini membuat standart yang sama buat semua murid seperti mendewakan nilai, mematikan nalar untuk berfikir kritis, menyeragamkan kemampuan dan bahkan disaat yang sama menghilangkan jadi diri dan keunikan setiap muridnya.

Padahal sistem pendidikan yang dibangun oleh bapak Pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantara jauh beda dengan sistem yang ada pada saat ini. 

Di sisi lain masalah pendidikan ada di kualitasnya bukan kuantitasnya, faktanya baik jumlah sekolah maupun anak yang bersekolah itu meningkat dari tahun ke tahun. 

Akan tetapi hal tersebut tetap tidak membuat pendidikan yang ada di Indonesia sendiri menjadi lebih baik, karena buktinya masih banyak sekali sekolah yang belum sesuai standar dan kemampuan guru yang masih jauh dari harapan.

Baca juga: Bangkit (Pendidikan) Indonesia 2021!

Lantas, apakah kita sebagai salah satu warga Indonesia akan membiarkan hal tersebut begitu saja? Tentu saja tidak, pendidikan harus terus kita perjuangkan, karena pendidikan merupakan kunci kemajuan dimasa depan. Karena hanya dengan pendidikan kita nantinya bisa banyak membantu masyarakat khususnya di Indonesia sendiri. 

Untuk meraih semua itu kita harus berakit rakit dahulu dan semua orang harus menganggap kalau pendidikan itu merupakan hak segala bangsa.

Oleh karenanya di Indonesia pendidikan harus merata seperti membangun tempat pendidikan untuk desa, melatih kemampuan guru setinggi langit, menyiapkan makanan berprotein tinggi untuk memperbaiki gizi buat anak-anak Indonesia dan merombak ulang kurikulum supaya anak bisa berkembang sesuai minat dan bakatnya masing-masing.

Terakhir, pendidikan di Indonesia akan maju apabila kita sebagai pelajar Indonesia memperbaiki diri kita sendiri, contohnya walaupun kita mendapatkan nilai jelek layaknya diterpang badai sekalipun, mulai sekarang kita harus menghargai proses belajar dan membuang jauh-jauh untuk melakukan cara curang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. 

Pada akhirnya yang kita butuhkan bukanlah sebuah nilai, akan tetapi rasa ingin tahu, kemauan belajar, keberanian untuk bertanya dan juga mengakui bahwasannya semakin kita tahu kita semakin mengerti bahwasannya kita ini tidak tahu apa-apa.

Pasalnya di Indonesia sendiri ada kesalahan dalam sistem pengajarannya. Saat ini banyak sekali anak-anak atau murid yang enggan untuk bertanya pada gurunya saat diberi kesempatan untuk bertanya. 

Kebanyakan dari para murid lebih memilih diam dan kalaupun ada yang bertanya mungkin hanya satu atau dua orang saja. Kenapa hal itu terjadi? Karena hal tersebut disebabkan oleh sistem mengajar guru yang salah, sebab yang salah sering dimarahi dan ditertawakan oleh guru dan teman-teman yang lain, sehingga membuat siswa menjadi tidak percaya diri untuk bertanya atau tampil kedepan.

Berbeda kasus jika kita membandingkan dengan negara Jepang, apabila ada salah seorang murid yang dirinya melakukan kesalahan atau tidak bisa dalam mengerjakan persoalan didepan kelas maka seluruh siswa diam dan tidak ada yang mentertawakan, bahkan sempat kasus ketika salah seorang murid tidak bisa mengerjakan soal didepan murid yang lain memberikan semangat kepada anak yang maju kedepan tadi yang membuat dirinya semakin percaya diri dalam mengerjakan soal yang disuruh oleh gurunya tersebut.

Baca juga: Sekolah Swasta Pelengkap Pendidikan Indonesia

Oleh karena itu, kita sebagai anak penerus bangsa. Kita harus belajar dari negara lain dalam sistem Pendidikannya yang maju. Sehingga dikedepannya nanti Negara kita ini tidak tertinggal dengan Negara-negara lain dalam hal Pendidikan. Mari kita perbaiki diri kita dan perbaiki sistem Pendidikan yang ada di Negara kita ini agar kedepannya menjadi semakin jauh lebih baik lagi.

Dari sanalah kita terus mencari, terus belajar tentang diri kita dan juga alam semesta. Apabila kita urutkan masalah yang harus dibenahi memanglah cukup panjang dan berbelit-belit, tetapi itu semua harus diperjuangkan agar anak bangsa dari Sabang hingga Merauke bisa cerdas dan berguna bagi manusia dan juga sekitarnya. 

Seperti yang Tan Malaka bilang jika "Tujuan pendidikan itu untuk memepertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun