Kita mungkin beranggapan, sangat sulit melakukan sesuatu ketika kondisi keuangan kita sendiri sedang morat-marit. Tapi tanpa kita sadari ada kok yang masih bisa kita lakukan. Bahkan beberapa hal mungkin sudah kita lakukan.
Di era dimana teknologi sudah semakin canggih, kita seperti kembali ke masa kanak-kanak yang baru saja belajar bagaimana cara mencuci tangan yang benar. Lucu memang, tapi ini fakta. Sama halnya ketika krisis keuangan terjadi, kita seperti baru sadar bagaimana mengelola keuangan dengan benar.
Sudah mulai menabung?, jika belum ini waktu yang tepat. Memang sulit untuk membangun tabungan darurat saat kita sudah berada jauh di tengah-tengah krisis. Tapi tidak ada sesuatu yang terlambat untuk memulai sesuatu yang baik dan perlu.
Tujuannya tentu untuk berjaga-jaga. kita semua sama-sama belajar untuk tidak boleh rakus disaat enak. Artinya kita harus menyisakan pendapatan untuk kedepan seperti menabung. Kita sebagai masyarakat harus punya persiapan untuk masa buruk.
Bagi saya sendiri mulai saja dari seberapa pun nilainya yang bisa disisihkan. Mulailah untuk mengatur keuangan kembali.Â
Kalau yang tadinya sepulang bekerja, mungkin kebanyakan kita lebih sering nongkrong di cafe dan sanggup membayar lebih mahal untuk secangkir kopi. Bagaimana jika uang itu sekarang kita tabung.
Tahukah kamu dengan menabung uang di bank, ternyata kita juga sudah membantu para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis mereka. Karena hampir semua bank di Indonesia melakukan perputaran keuangannya dengan menyalurkan kredit untuk pelaku usaha.
Tidak hanya pengusaha besar lho, tetapi juga para pengusaha kecil dan menengah. Nah, jika para pelaku usaha ini bisnisnya berjalan lancar, otomatis roda ekonomi berjalan baik. Saat perekonomian tumbuh dengan baik maka tentu stabilitas sistem keuangan akan terjaga.
Yang tak kalah penting yaitu bijaksana dalam mengukur kemampuan finansial kita. Kita harus bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Karena apa yang kita inginkan belum tentu benar-benar yang kita butuhkan. Manusia itu jika ia memiliki uang lebih akan cenderung untuk membelanjakannya. Dan ini kesalahan fatal.