Mohon tunggu...
Dudi safari
Dudi safari Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pegiat Literasi

Aktif di Organisasi Kepemudaan

Selanjutnya

Tutup

Love

Kesalahpahaman Pemicu Pertengkaran

16 Mei 2024   11:27 Diperbarui: 16 Mei 2024   11:34 125
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar dari Liputan6.com

Tiba-tiba raut muka pasangan kita tak bersahabat, artinya dia sedang memendam hal yang tidak mengenakan hatinya.

Sementara kita serba salah karena tidak tahu apa penyebab raut mukanya menjadi cemberut.

Jika hal tersebut dibiarkan terus berlalu bisa jadi akan berakibat fatal.

Kesalahpahaman yang tidak segera dinetralisir akan membuahkan mala petaka rumah tangga yang lebih besar. Kasus ini banyak terjadi di pasangan pemula.

Kurangnya kedewasaan bersikap bisa menjadi batu sandungan dalam berinteraksi dengan pasangan.

Kesalahpahaman bukan berarti benar-benar suatu kesalahan, tapi hal tersebut hadir karena terlalu cepat berpraduga atau menyimpulkan sesuatu.

Sebetulnya kesalahpahaman ini termasuk hal yang wajar karena adanya mispersepsi, miskomunikasi dan hal lainnya.

Setiap orang akan ada saatnya berpraduga yang bukan-bukan terhadap pasangannya. Apakah itu cemburu, merasa diselingkuhi dan atau merasa tidak dianggap.

Baca juga: Beda Kasta

Banyak kasus kesalahpahaman antar pasangan mengakibatkan pecahnya hubungan suatu keluarga.

Deteksi sedini mungkin titik mana yang menjadi sumbatan kesalahpahaman tersebut lalu cepat benahi.

Harus teliti dan jangan sembrono adalah salah satu kunci untuk menghindari kesalahpahaman.

Contoh kasus kesalahpahaman yang berakibat fatal adalah, saat seorang suami menyembunyikan pemberian dia kepada orang tuanya lalu sang istri marah saat mengetahui hal tersebut.

Sang istri yang merasa "diselingkuhi" tidak terima, dia hanya mengerti kalau semua uang belanja harus keluar sepengetahuannya.

Karena sang suami merasa benar, bahkan dia berani menjustifikasi perbuatannya dengan dalil agama maka pecahlah "perang" antar keduanya.

Hal yang sebetulnya simple malah jadi sesuatu yang rumit.

Kesalahpahaman adalah akar dari banyak konflik dalam rumah tangga dan bisa mengganggu keharmonisan keluarga.

Keterbukaan dari kedua belah pihak mesti dikedepankan, agar tidak terjebak dalam kesalahpahaman prasangka.

Jiwa yang sensitif sangat rentan dengan hal yang mengecewakan, bisa jadi masalahnya tak seberapa namun yang diterima bisa berbekas sampai ke ujung dada.

Suami-istri tak sepatunya tertutup dalam semua hal, kesalahpahaman bisa jadi bara dalam sekam.

Akankah kita hanya berkutat pada masalah keluarga saja, sementara masih banyak urusan yang mesti segera dituntaskan.

Sangat wajar sekali andai dalam suatu rumah tangga terjadi perselisihan, tapi jangan perselisihan itu dianggap menjadi awal dari hancurnya bangunan rumah tangga.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun