Adapun di Jawa Barat sendiri setidaknya memiliki 6 sesar struktur regional. yakni sesar Cimandiri, Baribis, Cipamingkis, Garsela, Citarik dan sesar Lembang. Gempa Sumedang tidak termasuk salah satu aktivitas sesar-sesar di atas.
Berita Hoaks (Palsu)
Dalam suasana kepanikan warga Sumedang, tak pelak berbagai berita palsu berseliweran di beranda media sosial. Di antaranya akan terjadi gempa susulan pada tengah malam dan masifnya pemberitaan tentang aktivitas sesar Lembang, di mana bentangan ekornya sampai 29 km dan jika sesar Lembang aktif bergerak maka kabupaten Bandung Barat dan kota Sumedang akan tertimpa gempa dahsyat.
Berita-berita palsu yang cenderung menyesatkan tersebut, disinyalir memiliki motif menaikkan rating akun media-sosialnya berharap mendapat like, komen dan share dari penonton. Cara-cara seperti ini sungguh tidak terpuji.
Oleh karena itu BMKG menghimbau, agar masyarakat mengikuti informasi dari lembaga pemerintah yang otoritatif seperti BMKG dan menjauhi berita-berita hoaks yang cenderung membuat panik warga.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Terdampak Gempa
Apa yang sebaiknya dilakukan warga saat terjadi gempa?
Ada dua pendekatan yang hendaknya dilakukan warga pada saat terjadi gempa bumi.
Pertama, berdoa. Sebagai orang beragama berdoa adalah paling utama, meminta supaya tidak ada bencana gempa yang membuat menderita kemudian bertawakal kepada Allah setelah menyiapkan segala kemungkinan.
Kedua, pendekatan ilmiah (logis).
Pada saat terjadi gempa, diupayakan untuk menyelamatkan diri, berikut tahapan prosedurnya menurut BMKG.