Mohon tunggu...
Dr EllySusanti
Dr EllySusanti Mohon Tunggu... Dosen - Dosen

Hobi membuat tulisan tentans riset

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Pengelolaan Managemen Sampah menuju Zero Waste di Pondok Pesantren Al-Yasini Pasuruan

12 Oktober 2022   13:56 Diperbarui: 12 Oktober 2022   16:03 558
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pondok Pesantren Al Yasini terletak di Pasuruan Jawa Timur. Saat ini jumlah santri yang tinggal di PP Al Yasini sekitar 2900 santri. Jumlah santri tergolong cukup padat dibandingkan dengan besarnya lokasi pondok pesantren. Hal ini menyebabkan lokasi tempat pembuangan sampah tidak seimbang dengan banyaknya santri. 

Padahal, setiap hari sampah yang dihasilkan juga cukup banyak, terutama sampah dapur sebagai tempat pengolahan makanan santri dan sampah yang dibuang oleh para santri. 

Selama ini, PP Al-Yasini mengelola sampah dengan membakar sebagian sampah rumah tangga dan membuang sampah ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA).

Secara umum, di Indonesia kesadaran untuk membuang sampah dengan penuh tanggung jawab masih rendah (Zahidin et al., 2017). 

Pondok pesantren Al- Yasini sudah menerapkan aturan tentang pembuangan sampah namun santri masih membuang sampah tanpa melakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik. 

Rendahnya kesadaran memilah sampah, disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang pengolahan sampah secara mandiri dan kurangnya sosialisasi pengelolaan sampah, kurangnya fasilitas lokasi pembuangan sampah yang standar, dan kurangnya kesadaran menciptakan lingkungan hidup bersih.

Beberapa hasil penelitian telah membahas tentang pengolahan sampah dengan pemilahan terlebih dahulu. Hasil pemilahan sampah organik dan anorganik dilakukan pengelolaan samengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), mendaur ulang (recycle) (Istiqomah et al., 2019; Lingkungan, 2018; Puspitawati & Rahdriawan, 2012), dan memulihkan (recovery) (Alfiani et al., 2021). 

Pengelolaan sampah dengan reduce, mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bersifat anorganik, sehingga lebih banyak mpah dengan magagemen siklus zero waste yaitu sampah organik yang dapat dijadikan bahan kompos. Pengelolaan sampah dengan reuse, bahan-bahan yang masih bisa digunakan tidak dibuang namun disimpan dan dipergunakan kembali.

Tahapan kegiatan pendampingan sebagai berikut:

1.Melaksanakan pelatihan dengan pemaparan materi tentang manajemen siklus zero waste pengolahan sampah yaitu reuse, recycle, reduce dan recovery. 

Isi dari kegiatan pelatihan diantaranya terkait: (1) penekanan kewajiban setiap individu untuk memilah sampahnya sendiri menjadi sampah organik, anorganik, dan sisa; (2) pengaturan alur pembuangan dan pengangkutan sampah.

2.Melakukan pendampingan praktek kerja pengelolaan sampah dengan konsep mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), mendaur ulang (recycle) dan memulihkan (recovery)

3.Pemaparan materi oleh pengelola Bank Sampah tentang bagaimana memasarkan produk hasil pendampingan dan menjualnya pada Bank Sampah.
 

Dok. pribadi
Dok. pribadi

Dok. pribadi
Dok. pribadi

Peserta kegiatan pendampingan pengolahan sampah sebanyak 300 santri. Yang terdiri dari 150 santriwati dan 150 santriwan. Peserta yang terlibat terdiri dari pengurus dan santri PP AL Yasini. 

Kegiatan dilakukan secara terpisah antara santri laki-laki dan santri perempuan. Selanjutnya dari 300 santri diambil sampel 50 orang diberikan kuisioner. 

Kuisioner diberikan kepada 25 santriwan dan 25 santriwati. Namun ada 1 santriwan yang hanya menjawab sebgaian pernyataan/pertanyaan dalam kuisioner. 

Sehingga ada 49 santri yang mengisi kuisioner secara lengkap. Kuisioner diberikan sebelum dan sesudah kegiatan pendampingan pengolahan sampah. 

Pemberian kuisioner ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan santri terkait pengelolaan sampah, sikap tentang pengelolaan sampah, dan perilaku pengelolaan sampah. 

Dari 15 pernyataan terkait pengetahuan tentang pengelolaan sampah. 13 pertanyaan terkait sikap tentang pengelolaan sampah. 14 pertanyaan tekait perilaku pengelolaan sampah.

Pada kuisioner mengenai sikap tentang pengelolaan sampah, secara umum sikap santri positip. Santri paham bahwa sampah harus ditempatkan pada wadah yg baik, dilakukan pemisahan, dikumpulkan berdasarkan jenisnya. 

Santri juga setuju dengan pernyataan bahwa setiap orang harus mengurangi sampah, pemanfataan untuk hal lain, didaur ulang dan seterusnya. Santri setuju bahwa sampah harus dibuah ditempat sampah dan dilakukan pngelolaan sampah.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun