Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Buruh - Orang Biasa

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Kekalahan Telak 6-0 untuk Vietnam Jadi Awasan untuk Indonesia

18 Oktober 2023   08:04 Diperbarui: 18 Oktober 2023   08:25 339
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Indonesia vs Vietnam di partai Final Piala AFF U-23. Foto: PSSI via Kompas.com

Tim Nasional sepak bola Indonesia dan Vietnam mengalami nasib yang berbeda saat menjalani pertandingan tadi malam (17/10/23). 

Indonesia yang bertandang ke stadion Hasssanal Bolkah National, Bandar Seri Begawan, Bruine Darusalam sebagai bagian dari ronde pertama kualifikasi Piala Dunia 2026 kembali meraih kemenangan besar 6-0 atas tuan rumah. Tak tanggung-tanggung, dua kali pertemuan dengan Bruine, skuad Garuda menang agregat 12-0.

Ketika Indonesia menang besar 6-0, nasib Vietnam seperti serupa dengan Bruine Darusalam. Bertandang ke Korea Selatan sebagai bagian dari FIFA Matchday, Vietnam tak kuasa meladeni intensitas permainan Korsel. Dari sisi hasil laga, sangat jelas bahwa kualitas timnas Korsel berada jauh di atas Vietnam.

Bermain kontra Korsel di stadion Suwan World Cup, Vietnam tak bisa mengembangkan permainannya. Praktisnya, Vietnam terkontrol oleh pola permainan Korsel. 

Bahkan, saat Vietnam berupaya melakukan serangan, pemain Korsel tak ragu untuk mengunci setiap alur penyerang Vietnam. Terang saja, Vietnam lebih memilih melakukan tembakan jarak jauh ketika mendapatkan peluang di dekat wilayah garis enem belas Korsel.

Umumnya, gol-gol Korsel juga tercipta karena kerja sama apik di antara pemain. Transisi dari sisi sayap kerap membuat Vietnam kesulitan untuk menutup ruang bagi pemain Korsel untuk mencari gol.

Lebih jauh, kelebihan Korsel juga ditopangi oleh materi pemain yang berada di atas Vietnam. Beberapa pemain tak asing lagi untuk konteks sepak bola Dunia.

Kapten tim Korsel, Son Heung-Min termasuk striker yang cukup berbahaya di Liga Inggris untuk saat sekarang. Sejauh ini, dari delapan laga yang telah dimainkan di Liga Inggris, Son sudah mengemas 6 gol dan berada di bawah Erling Haaland.

Dalam laga kontra Vietnam, peran Son tampak seperti pengatur alur permainan. Son tak begitu ngotot untuk mencari gol, tetapi lebih cenderung menjemput bola dan membangun serangan.

Selain Son, Korsel juga diperkuat oleh M. Kim, salah satu bek yang cukup dikenal musim lalu karena ikut membantu Napoli meraih scudetto seri A Italia dan musim ini sudah pindah ke Bayern Muenchen. 

Ditambah lagi, pemain muda Nan berbakat Kan-In Lee yang bermain untuk Paris Saint-Germain dan penyerang Hee-Chan Hwang di Wolves. 

Musim ini, Chan Hwang sempat memantik sorotan di Liga Inggris berkat gol kemenangannya saat Wolves bermain kontra Manchester City. Menariknya, sebelum laga antara Wolves kontra Man City, Pep Guardiola sudah mewanti-wanti kualitas Chan Hwang. Guardiola yang mungkin tak hafal atau sulit menyebutkan nama Chan Hwang, hanya menyebutkan "Korean Guy."

Melihat secara sepintas materi para pemain Korsel itu, tak bisa dielak jika Korsel bukanlah lawan yang sepadan untuk Vietnam. Belum lagi, kiprah Korsel yang sudah langganan bermain meyakinkan di Piala Asia, tetapi mampu memberikan perlawanan berarti saat bermain di Piala Dunia.

Dengan ini, laga antara Vietnam dan Korsel seperti memberikan pesan terselubung untuk timnas Indonesia. Lebih tepatnya awasan. Kemenangan besar kontra Bruine bukanlah akhir. Memang, kita pantas berbangga sekaligus mengapresiasi hasil itu. 

Akan tetapi, tantangan yang sesungguhnya saat bermain di putaran kedua, yang mana Indonesia akan berada di grup F dengan Irak, Vietnam, dan Filipina. Tiga tim ini bukanlah lawan yang gampang. Dengan ini, upaya Indonesia untuk melaju putaran ketiga bisa terjadi jika menyapu bersih setiap laga atau paling tidak meraih empat kemenangan.

Selain itu, partisipasi Indonesia di Piala Asia 2023 di Qatar yang terjadi di bulan Januari 2024 mendatang menjadi tantangan tersendiri. Indonesia berada satu grup dengan Jepang. Berbicara tentang Jepang, mungkin tak terlalu jauh membandingkannya dengan kekuatan Korsel. Atau bahkan, untuk timnas senior saat ini materi kekuatan Jepang lebih komplit.

Melihat ke depan sangatlah penting agar Indonesia mempunyai persiapan yang cukup solid. Paling tidak, Indonesia mampu memberikan perlawanan yang tangguh dan tidak gampang tunduk serta tidak kalah besar dari setiap tim yang dihadapi.

Untuk itu, apa yang dialami oleh Vietnam saat kalah besar dari Korsel menjadi awasan serius untuk Indonesia. Tantangan sebenarnya, untuk konteks kualifikasi Piala Dunia akan terjadi pada putaran kedua yang mulai di bulan November. 

Untuk Piala Asia, tantangan itu muncul saat bermain kontra tim-tim tangguh di Asia, seperti Jepang yang berada satu grup dengan Indonesia.

Daripada terlelap pada euforia menang besar kontra Bruine, timnas sekiranya kembali mengencangkan ikat pinggang untuk menyambut laga-laga sulit selanjutnya.

Salam

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun