Kalau tidak, mereka memilih mencari Miki yang terletak di desa tetangga. Atau juga, pergi ke kota yang hanya sekitar 20 menit dengan kendaraan roda dua atapun roda empat. Â
Kelihatannya, tak sedikit orang yang suka pada masakannya. Pasalnya, usahanya bertahan, namun keuntungannya begitu minim.Â
Makanya, dia juga harus mencari cara mendapatkan pendapatan tambahan. Sore hari, dia menjual barbecue dan makanan ringan. Keuntungan agak besar saat ada kematian.
Seturut tradisi di sini, waktu mendiamkan jenasah di rumah terbilang lama. Kadang 2 minggu. Banyak orang yang datang ke rumah duka, bukan saja untuk melayat, tetapi untuk bermain judi.Â
Teman ini melihatnya sebagai peluang. Dia biasanya menyediakan jasa membakar barbecue, hotdog, dan makanan khas Filipina. Keuntungannya cukup membantu.Â
Situasi memaksanya untuk bekerja ekstra keras sebab 2 orang anaknya tidak boleh kelaparan. Terlebih lagi suaminya sudah tidak peduli dengan keberadaan mereka.Â
Pukulan yang sangat telak untuk seorang ibu. Kendati demikian, hidup harus terus berjalan. Tunduk pada situasi bisa berarti menghancurkan banyak hidup lain.Â
Dua orang anaknya harus terselamatkan. Paling tidak, mereka mendapat penghidupan layak dan tidak terlalu mendapat dampak yang luar biasa dari situasi yang terjadi di dalam keluarga mereka.Â
Kisah teman ini, seorang single mother membahasakan alasan mengapa kita harus memberikan apresiasi kepada seorang ibu. Pengorbanan mereka tak terkira. Bahkan mereka berupaya untuk berkorban melampaui kemampuan manusiawi mereka.
Lelah, kecewa, marah, dan sedih pasti ada. Namun, perasaan-perasaan negatif ini kerap kali disembunyikan agar tidak memengaruhi situasi anak. Itulah segelintir cerita tentang ibu dan alasan mengapa kita harus merayakan hari ibu.Â
Happy Mother's day.Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H