Media online adalah kecepatan, namun tidak dapat menegesampingkan keakuratan. Untuk memberikan informasi kepada publik merupakan tugas media. Lalu bagaimana caranya di era yang serba canggih namun orang-orang masih tertarik untuk membaca berita? Semua kembali lagi bagaimana sebuah mengelola dan mengatur cara-cara mereka. Ada satu cara yang bisa di mulai, yaitu dari seorang wartawan.
Wartawan merupakan seseorang yang bekerja pada suatu media, dimana tugasnya adalah mencari dan menulis berita. Andil wartawan dapat dilihat dari penulisan. Bagaimana seorang wartawan mampu membuat suatu tulisan yang mampu menarik minat baca hanya dari sebuah judul. Dari sini saya akan membahas apa saja yang harus dilakukan wartawan dalam menarik minat pembaca? Media online Tirto.id sebagai salah satu contoh dimana saya akan menjabarkan jenis-jenis penulisan judul pada sebuah berita atau artikel.
Judul Terapkan 10 Prinsip:
1. Bahasa Tidak Baku
"Merayu Konsumen dengan Postingan Barang Unyu"
 Reporter: Mawa KresnaÂ
25 Oktober 2017
Bahasa tidak baku dapat kita temukan pada kata "Unyu"
2. Judul Penting Untuk Pembaca
"Anies Akui Bertemu Pengembang Reklamasi di Hambalang"
Reporter: Hendra Friana
24 Oktober, 2017Kebanyakan Media Online memakai judul yang memepermudah SEO. Salah satu contoh pada judal diatas yaitu kata "Anies". Anies adalah tokoh publik dan Gurbernur DKI otomatis bila mengetik kata "Anies" pada mesinpencaarian maka otomatis artikel dengan judul "Anies" akan muncul.
3. Judul dalam kalimat pasif
"Gempa di Flores Timur Sore Ini Tidak Berpotensi Tsunami"
Sumber: antara
24 Oktober, 2017
Judul diatas mengandung kalimat pasif pada kata "Tidak Berpotensi"
4. Judul bermakna optimis
"Obsesi Singapura Menghentikan Pertumbuhan Mobil Pribadi"
Reporter: Yantina Debora
25 Oktober, 2017
Judul bermakna optimis terdapat pada kata "Obsei, Menghentikan Pertumbuhan"
5. Judul tidak terlalu pendek (lebih dari 7 kata)
"HTI akan Tetap Gandeng Yusril untuk Uji Materi UU Ormas"
Reporter: M. Ahsan Ridhoi
25 Oktober, 2017
Judul di atas lebih dari tujuh kata
6. Judul yang menavigasi pengunjung
"Jenderal-Jenderal Indonesia yang Dicekal Amerika"
Reporter: Husein Abdulsalam
23 Oktober, 2017
Judul di atas dapat membuat pembaca penasaran dan tertarik untuk membaca seperti yang tertera pada judul diatas.
6. Judul yang kreatif dan berwarna
Untuk tipe judul seperti ini tidak terdapat di Media Online Tirto.id
7. Judul yang jitu menyasar target
"Mencari Akar Lahirnya "Kustom Kulture"
Reporter: Rio Apinino
23 Oktober, 2017
Kata "Kostum Kulture" merujuk pada dunia otomotif dan modifikasi. Kita bisa melihat bahwa judul di atas menyasar pembaca dengan hobi tertentu, dalam hal ini dunia otomotif.
8. Judul mencerminkan isi
"Poin-poin UU Ormas yang Diusulkan Direvisi"
Reporter: Abdul Aziz
25 Oktober, 2017
Judul menjadi cerminan isi. Seharusnya sebuah judul menjadi rangkuman atau kata kunci yang menggambarkan isis dari sebuah tulisan.
9. Tips, metode: Bagaimana, cara, bagaimana saya melakukan
"Cara yang Bisa Ditempuh Penolak UU Ormas Setelah Disahkan DPR"
Reporter: Abdul Aziz
25 Oktober, 2017
Judul tersebut menberikan opsi, cara, dan bagaimana bertindak. Kata "cara" sangat jelas memberikan arti akan adanya solusi.
10. Solusi aplikatif: (Ter) mudah), (ter) cepat
"Tiga Langkah Bappenas Mengentaskan Kemiskinan"
Reporter: Abdul Aziz
25 November, 2016
Judul ini untuk memaparkan suatu solusi yang aplikatif, agar pembaca dapat memahami dan mengetahui sebuah solusi yang ada, juga di dalam tulisan atau berita.
11. Sesuatu yang ditutupi: Rahasia, misteri, bocoran
"Arsip Rahasia Seputar Pembunuhan Massal 1965 Dibuka AS"
Reporter: Rio Apinino
17 Oktober, 2017
Judul jenis ini mengenai menguak, membahas suatu peristiwa ata hal- hal yang selama ini belum jelas dan ditutup-tutupi. Terdapat kata "Arsip Rahasia" sebagai kata kunci dari judul jenis ini.
12. Ide lama yang dibongkar: Mitos, kontroversi
"Simpang Siur Alasan Pencekalan Gatot Nurmantyo oleh AS"
Reporter: Hendra Friana
22 Oktober, 2017
Dalam jenis juduk ini, berbicara mengenai suatu hal yang masih belum jelas, berbau mitos, kontroversi dan simpang siur. Bisa dilihat bagaimana dalam kata "Simpang siur" yang berarti belum adanya kejelasan.
13. Penegasan atas sesuatu yang ditunggu: Ini, Ini Dia, Inilah, Begini
"Inilah Yang Terjadi saat Gempa Lembang Menghantam Bandung"
Reporter: Aqwam Fiazmi Hanifan
20 Oktober, 2017
Dipakai untuk berita yang berisi sesuatu yang ditunggu-tunggu. Kata "inilah" sebagai makna penjelasan.
14. Menggenjot partisipasi: Kalimat tanya atau kalimat persuasif, ajakan
"Apa Simbol-Simbol Politik Pertemuan Tertutup Jokowi dan Megawati?"
Reporter: Maya Saputri
Dalam jenis judul ini, dimana penulis mengajak pembaca untuk partisipatif. Kata "apa" dalam judul diatas menjadi kata kunci yang mana mempersuasi pembaca untuk melihat isi berita.
15. Daftar hal yang (ter)populer: gunakan daftar/peringkat, sertakan angka
"6 Desainer Indonesia Gebrak NYFW 2017 Minus Anniesa Hasibuan"
Reporter: Maya Saputri
Judul yang berisi tentang peringkat, daftar, populer, alsan dan kebenaran. Dari judul diatas kiat bisa melihat kata "6 Desainer".
16. Aksi/tingkah polah orang terkenal: gunakan nama selebritis, nama terkenal
"Sandhy Sandoro Mulai Debut di London"
Reporter: Yulaika Ramadhani
08 Oktober, 2017
Dalam judul ini, dimana penulis biasanya menggunakan artis atau orang terkenal seputar aksi atau tindakannya. Kata "Sandhy Sandoro dan Memulai Debut" adalah kata kunci dari jenis judul di atas.
17. Sesuatu yang populer, trend: Berikan sesuatu yang sangat diinginkan
"Nella Kharisma, Via Vallen, dan Asal-Usul Dangdut Koplo"
Reporter: Husein Abdulsalam
25 Oktober, 2017
Jelas bahwa dari judul diatas membahasa suatu yang sedang populer, hitz, dan menjadi trenting topic di dunia maya. Akhir-akhir ini penyanyi dangdut seperti Nelle Kharisma dan Via Vallen menjadi trending di sosial media hingga platform youtube.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI