Banyak orang hobi menulis. Ada yang sekadar memanfaatkan waktu luang. Ada yang senang berbagi karena idealisme mereka. Tujuannya agar masyarakat tahu, kenal, syukur-syukur menjadi cerdas dalam suatu bidang keilmuan. Ada pula yang hobi menulis sebagai mata pencarian. Dulu menulis artikel di media cetak memperoleh honorarium lumayan. Entah sekarang setelah media cetak tergerus oleh media digital.
Tulisan ada berbagai macam, antara lain nonfiksi dan fiksi. Lalu ada lagi tulisan ilmiah, tulisan ilmiah populer, dan tulisan populer. Bahkan ada penulis yang mampu menghasilkan buku.
Terus terang, saya hanya mampu menulis artikel secara populer. Maklum, menulis artikel tidak perlu panjang. Saya kalau menulis artikel untuk media cetak paling sekitar 1.000 kata atau 6.000 karakter. Bahkan pernah 600-700 kata. Yang jelas sesuai permintaan dan tergantung rubrik apa dan di media mana. Â
Menulis artikel populer ada yang membutuhkan referensi, ada pula yang tidak. Tergantung kita menulis tentang keilmuan atau sekadar deskripsi. Tulisan opini atau reportase biasanya tidak memerlukan referensi.
Blog pribadiÂ
Dulu banyak orang yang hobi menulis memiliki blog. Waktu itu ada beberapa blog gratisan asalkan kita membuat akun lewat email atau surat elektronik. Â Blogspot dan Wordpess contoh dua blog pribadi yang cukup populer. Sebelumnya ada Friendster, Multiply, dll.
Saya sendiri memiliki beberapa blog pribadi. Sebagai lulusan arkeologi, meskipun tidak bekerja di instansi arkeologi, saya memiliki beberapa blog. Saya hanya berpikir masyarakat harus tahu dan kenal ilmu arkeologi, termasuk sejarah dan museum.
Blog pertama saya buat pada 2008. Ketika itu banyak laman instansi arkeologi, baik di pusat maupun daerah, hanya bertahan setahun. Ganti tahun anggaran, ganti domain. Mungkin karena keterampilan menulis mereka masih rendah dan enggan berbagi kepada masyarakat. Tidak ada pembaruan tulisan, bagaimana masyarakat mau cerdas.
Banyak tulisan saya yang dimuat media cetak, saya masukkan ke dalam blog. Terutama tulisan-tulisan yang bisa di-copy paste lewat internet. Tulisan-tulisan sebelum era internet, biasanya saya tik ulang karena saya memiliki kliping-kliping tulisan saya.
Blog publik dan laman
Baru 5 tahun terakhir ini saya membuat akun pada blog publik Indonesiana (milik kelompok Tempo) dan Kompasiana (milik kelompok Kompas). Memang menulis di blog pribadi dan blog publik tidak memperoleh honorarium. Hanya kepuasan batin yang saya peroleh. Justru nama saya lebih dikenal daripada arkeolog-arkeolog kantoran...hehehe..
Oh ya, ada beberapa laman yang sebenarnya bisa menampung tulisan-tulisan luar. Saya pernah coba dan mendapatkan honorarium lumayan. Buat beli mie ayam sih dapat beberapa porsi.
Nah, kalau menulis di blog pribadi atau blog publik, saya suka menggunakan bahasa nonformal atau ragam bahasa lisan. Misalnya hai gaes tau nggak sih... atau nanti jam 10 kita ketemuan yah... Kalau menulis di laman, saya menggunakan bahasa formal atau yang sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia. Â
Sungguh beruntung, beberapa blog pribadi saya masih eksis. Tulisan-tulisan saya pun terdokumentasi dalam kompasiana.com, kompas.id, kompas.com, koransulindo.com, dll. Semoga tulisan itu abadi.
Yang jelas, tulisan-tulisan saya bersifat informatif, edukatif, dan mencerdaskan. Pokoknya konten positif dan tidak hoaks. Kalau ada kekeliruan atau kesalahan dalam penulisan sih wajar, maklum human error karena manusia tidak sempurna.***
Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI