Sejak beberapa tahun lalu berkembang teknologi digital. Nah, dalam membaca Pak Goenawan menggunakan foto yang disambung. Kalau filenya besar, maka bisa disorot ke dinding lewat alat in focus. 'Era milenial' memang cukup maju dibandingkan 'era kolonial'.
Dulu ada pembacaan prasasti yang berbeda-beda di antara epigraf. Semoga dengan bantuan teknologi baru, pembacaan yang keliru bisa diperbaiki. Bahkan bagian-bagian yang aus dan pecah-pecah bisa ditangani dengan teknologi digital. Maklum, karena ketidaktahuan masyarakat, ada  prasasti yang dijadikan alas kaki. Pernah juga ditemui, prasasti yang sudah dipecah untuk dijadikan bagian bangunan.***
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI