Artikel ini adalah cuplikan seri ke 3 dari buku YOU CAN WIN oleh Shiv Khera. Menurut Shiv Khera ada tiga faktor yang memengaruhi sikap kita, yaitu  lingkungan, pengalaman dan pendidikan kita.
1. Lingkungan
Pengaruh lingkungan  terdiri dari hal-hal sebagai berikut :
- Â Rumah : pengaruh negatif atau positif
- Sekolah : tekanan dari teman sekolah
- Pekerjaan : atasan yang mendukung atau yang selalu mengkritik berlebihan
- Media : televisi, surat kabar, majalah, radio, film
- Latar belakang budaya
- Latar belakang agama
- Tradisi dan kepercayaan
-Lingkungan masyarakat
- Lingkungan politik
Seluruh pengaruh lingkungan ini menciptakan sebuah budaya (culture). Setiap tempat -- apakah itu  rumah, organisasi atau negara -- mempunyai budaya tersendiri.
Apakah  Anda pernah memerhatikan pada saat mengunjungi sebuah bank dan mendapatkan bahwa tellernya sopan, demikian pula dengan  atasan, manajer  dan direkturnya  juga sopan ? Sedangkan saat Anda bertransaksi di bank lainnya mungkin menghadapi hal yang berbeda, tellernya kasar dan tidak sopan, begitu pula dengan sikap  atasannya.
Hal yang sama bisa terjadi pula dalam kehidupan  rumah tangga. Ada keluarga yang anak-anak dan orang tuanya berperilaku santun, rukun dan penuh perhatian. Sedangkan pada rumah tangga yang lain terjadi hal  sebaliknya dimana mereka selalu bertengkar satu sama lain bagaikan kucing dan anjing.
Dalam sebuah negara yang pemerintahan dan lingkungan politiknya jujur, pada umumnya Anda akan mendapatkan bahwa rakyatnya juga jujur, menghargai hukum, dan saling membantu. Dan hal sebaliknya bisa terjadi pula. Dalam sebuah lingkungan yang korup, orang yang jujur akan sulit dicari. Sedangkan dalam lingkungan yang bersih justru orang yang tidak jujur yang akan kesulitan.
Dalam sebuah lingkungan yang positif, prestasi seorang pelaku yang marjinal bisa meningkat. Sebaliknya, dalam lingkungan yang negatif, prestasi seorang pelaku yang prima akan merosot.
Budaya dalam setiap tempat selalu turun dari atas ke bawah (top down), tak pernah naik dari bawah ke atas (bottom up). Seorang pemimpin harus menjadi teladan bagi anak buahnya. Bukan anak buah yang menjadi teladan bagi sang pemimpin.
Karena itu barangkali kita perlu mundur selangkah untuk melihat jenis lingkungan apa yang telah kita ciptakan bagi kita sendiri dan sekitar kita.
Adalah sulit untuk mengharapkan perilaku positif dalam lingkungan yang negatif. Jikalau hukum dapat dijungkir-balikkan, maka warga yang jujur bisa menjadi penipu, penjahat dan pencuri atau koruptor.
2. Pengalaman
Perilaku kita berubah sesuai dengan pengalaman kita dalam berhubungan dengan orang-orang dan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Apabila kita mempunyai pengalaman positif dengan orang lain, maka sikap kita terhadapnya pun menjadi positif, demikian pula sebaliknya.
3. Pendidikan
Pengertian pendidikan disini termasuk pendidikan formal dan informal, bukan hanya kualifikasi akademis. Pengetahuan yang secara strategis dapat diterapkan menjadi kebijaksanaan (wisdom) akan menjamin keberhasilan. Dalam arti luas, pendidikan ini membuat peran para pendidik menjadi sangat vital. Seorang guru akan memengaruhi masa depan bangsa. Efek riak gelombangnya tidak terbatas.
Kita dibanjiri dan tenggelam dalam lautan informasi, tetapi sebenarnya kita sangat membutuhkan pengetahuan (knowledge) dan kebijaksanaan (wisdom). Pendidikan harus mengajarkan kita bukan hanya membuat sebuah kehidupan tetapi bagaimana kita hidup.
Ciri-ciri Orang yang Memiliki Sikap Positif
Lalu sekarang bagaimana kita mengenal orang yang mempunyai perilaku positif ? Tidak adanya kesehatan yang buruk BUKAN sama dengan kesehatan yang baik, ketiadaan negativitas sendiri tidak membuat seseorang menjadi positif.
Orang dengan sikap positif memiliki karakteristik kepribadian yang mudah dikenali. Mereka sangat peduli, percaya diri, sabar dan rendah hati. Mereka memiliki harapan tinggi untuk dirinya sendiri dan orang lainnya. Mereka selalu mengantisipasi hasil yang positif.
Seseorang dengan perilaku positif bagaikan buah untuk segala musim. Dia selalu diterima oleh siapapun.
Manfaat sikap positif sangat banyak dan mudah terlihat. Tetapi yang mudah terlihat juga mudah meleset. Untuk menyebutkan beberapa diantaranya adalah :
- meningkatkan produktivitas
- memupuk team work
- memperbaikii kualitas kerja dan prestasi
- menciptakan suasana menyenangkan sehingga semangat kerja tetap tinggi
- memelihara loyalitas
- meningkatkan laba
- memupuk hubungan lebih baik dengan manajemen, karyawan dan pelanggan
- mengurangi stress
- membantu seseorang menjadi anggota masyarakat yang mampu menyumbangkan tenaga dan pikirannya dan menjadi aset bagi negaranya
- membuat seseorang menjadi pribadi yang menyenangkan
Demikianlah rangkaian dari cuplikan buku YOU CAN WIN oleh Shiv Khera yang mungkin bermanfaat bagi kita untuk direnungkan sesuai dengan kondisi Indonesia dalam menghadapi masa depan yang tampaknya semakin berat seandainya kita tidak memiliki pemimpin dengan sikap yang positif seperti yang diuraikan oleh Shiv Khera tersebut. Pertanyaan selanjutnya adalah dapatkah kita mengubah lingkungan kita yang negatif menjadi positif dengan mengenyahkan budaya korupsi yang sudah menggerogoti kehidupan kita ?
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI