Mohon tunggu...
Dina Purnama Sari
Dina Purnama Sari Mohon Tunggu... Dosen -

There is something about Dina... The lovely one...

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Karena Aku Telah Denganmu...

14 Februari 2015   07:36 Diperbarui: 17 Juni 2015   11:12 70
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Aku mengangguk mantap.

"Koq rasanya kayak tepung terigu, ya? Coba kau cek kembali ke dapur lalu kau lihat tepung apa yang kau pergunakan untuk membuat bubur ini." ucap Lilo setengah memerintah.

Aku bangkit lalu segera ke dapur dan dalam hitungan menit sudah berada dihadapan Lilo dengan sebungkus tepung di tangan kananku.

"Coba kau baca D. Mmm, tepung apa yang kau pergunakan?"

Kuteliti seksama tepung yang kuambil dari dapur. Hasilnya? Lilo benar! Tepung yang kupergunakan adalah tepung terigu! "Tapi, Lilo, dikemasannya disebutkan bahwa tepung ini bisa dipergunakan untuk apa saja."

Lilo tertawa lebar.

Sebal. Ya, aku sebal mendengarnya tertawa.

Menyadari bahwa aku sebal, Lilo segera menghentikan tawanya. "Tunggu, D, izinkan aku menghabiskan bubur sumsum ini."

Aku mengangguk. Menatap Lilo sumringah. "Katanya jijik, koq dihabiskan?"

"Sayang, D. Ini bubur sumsum yang mahal. Mahal karena dibuat oleh kandidat doktor. Selain itu, aku telah denganmu. Maksudku, aku telanjur menjalin hubungan denganmu sehingga masakan atau minuman yang kau buat akan kuhabiskan. Tentu saja, selama halal, matang, dan menyehatkan. Kalau pun tidak terlalu menyehatkan, ya, paling tidak halal dan matang."

Aku tersenyum.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun