platform OTT (Over-The Top) semakin menjadi tren utama dalam industri hiburan digital.Â
Dalam beberapa tahun terakhir,Salah satu yang menarik perhatian dalam beberapat tahun belakangan ini adalah hadirnya LokalFilm sebagai sebuah platform OTT yang fokus pada penayangan film pendek.
Dengan segmen pasar yang spesifik, LokalFilm menawarkan alternatif bagi para pecinta film yang mencari konten berkualitas dengan durasi singkat.Â
Artikel ini akan membahas posisi platform seperti ini di industri, siapa saja kompetitor utamanya, dan bagaimana perkembangan OTT secara umum, termasuk jika fokusnya pada film pendek.
Data dan Perkembangan OTT Short Movie
Dilansir dari sebuah laporan oleh Statista, pendapatan pasar OTT global diproyeksikan mencapai lebih dari USD 275 miliar pada tahun 2025, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 11,6%.Â
Meskipun mayoritas perhatian tertuju pada platform besar seperti Netflix dan Disney+, segmen niche seperti film pendek juga menunjukkan pertumbuhan signifikan.Â
Menurut sebuah studi yang dikutip dari Allied Market Research, minat terhadap film pendek di platform digital meningkat seiring dengan meningkatnya penggunaan perangkat seluler dan konsumsi konten cepat.
Mengutip dari laporan We Are Social dan Hootsuite, konsumsi konten video pendek di kalangan generasi milenial dan Gen Z telah melonjak dalam beberapa tahun terakhir.Â
Tren ini juga didukung oleh platform seperti YouTube Shorts, TikTok, dan Instagram Reels, yang membiasakan audiens untuk menikmati hiburan dalam durasi singkat.Â
Dalam konteks ini, LokalFilm berpotensi memanfaatkan perubahan perilaku ini dengan menjadi "rumah" bagi film pendek berkualitas.
Posisi LokalFilm di Pasar OTT
LokalFilm menempati posisi unik sebagai platform streaming yang mengedepankan film pendek, berbeda dengan platform OTT utama seperti Netflix atau Amazon Prime yang berfokus pada film panjang dan serial televisi.Â
Dengan kurasi konten lokal, LokalFilm juga mendukung sineas Indonesia untuk memamerkan karya mereka ke audiens yang lebih luas.
Keunggulan lain yang ditawarkan oleh LokalFilm adalah harga yang lebih terjangkau dan fleksibilitas dalam menikmati konten.
Dalam wawancara yang dilansir dari situs resmi LokalFilm, pendiri platform ini menyatakan bahwa mereka juga fokus pada inklusivitas dan kemudahan akses bagi pengguna di daerah yang memiliki koneksi internet terbatas.
Kompetitor LokalFilm
Namun, persaingan di segmen ini cukup ketat. Beberapa kompetitor utama LokalFilm di pasar OTT lokal maupun internasional meliputi:
Viddsee: Platform asal Singapura ini juga fokus pada film pendek, dengan jangkauan pasar di Asia Tenggara.
Short of the Week: Platform global yang menawarkan film pendek dengan kurasi berkualitas tinggi.
KlikFilm: Meski lebih luas cakupannya, KlikFilm juga menyediakan kategori film pendek, termasuk karya sineas Indonesia.
Vidio: Sebagai salah satu pemain besar di Indonesia, Vidio menawarkan berbagai jenis konten termasuk film pendek.
Dilansir dari laporan McKinsey, kunci keberhasilan platform OTT niche seperti LokalFilm terletak pada strategi pemasaran yang menargetkan komunitas spesifik, konten yang relevan, dan pengalaman pengguna yang memuaskan.
Perkembangan OTT Secara Umum
OTT seperti Netflix, Disney+, dan Amazon Prime terus mendominasi pasar hiburan digital global. Mengutip dari data Statista, jumlah pelanggan global Netflix telah melampaui 230 juta pada akhir tahun 2024.Â
Selain itu, Disney+ yang dilansir dari Variety berhasil mencapai 146 juta pelanggan pada periode yang sama. Namun, tantangan utama platform OTT besar adalah mempertahankan pelanggan di tengah meningkatnya biaya langganan dan persaingan ketat.
Di sisi lain, platform OTT niche seperti LokalFilm memiliki keunggulan dalam menawarkan konten yang lebih spesifik.Â
Dengan fokus pada film pendek, LokalFilm tidak hanya menargetkan audiens umum tetapi juga komunitas kreatif, pelajar, dan sineas yang ingin mengeksplorasi karya baru.
Faktanya jelas, bahwa platform seperti ini memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai pemain terkemuka dalam segmen OTT film pendek.Â
Dengan strategi yang tepat, seperti kemitraan dengan sineas lokal dan promosi di komunitas kreatif, LokalFilm dapat memperluas pangsa pasarnya.
Namun, mereka juga harus siap menghadapi tantangan dari kompetitor yang lebih mapan dan mengantisipasi tren teknologi serta perilaku konsumen.
Mengutip dari Digital TV Research, masa depan OTT sangat menjanjikan, baik untuk platform besar maupun niche.Â
Dengan fokus yang tajam pada kualitas dan pengalaman pengguna, LokalFilm dapat menjadi pionir dalam membawa film pendek ke lebih banyak audiens, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional.
Dan bisa jadi di kemudian hari akan tumbuh lagi platform OTT sejenis yang akan ikut meramaikan, sehingga perfilman di Indonesia, khususnya film pendek bisa berkembang dan menjadi industri alternatif yang perlu diperhatikan.***
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H