Namun, di sini saya menyoroti ada satu fitur yang luput dari OPAC Perpustakaan UIN Malang, yakni menu bantuan (help). Padahal, fitur yang satu sangat penting untuk disisipkan ke dalam web karena dapat membantu pemustaka yang masih terbilang awam dalam pencarian informasi dengan katalog online ini. Selain itu, tampilan dari OPAC ini kurang mampu mendukung navigasi ke sub-sub informasi yang ditampilkan. Sehingga, bisa dibilang OPAC ini kurang mampu memenuhi standar dari IFLA.
secara umum interface OPAC sudah cukup baik, namun masih ada beberapa menu lagi yang harus ditambah guna memudahkan pemustaka menemukan koleksi yang dicari. pengguanan warna lay out tidak terlalu mencolok dan tidak terlalu membosankan, sehingga di sini tampilan OPAC Perpustakaan UIN Malang cenderung bermain aman.
ketika membuka halaman utama, maka akan kita temukan beberapa koleksi unggulan seperti tugas akhir. hampir 20% koleksi dari perpustakaan ini berbahasa Arab, sehingga akan sangat baik jika menggunakan transliterasi Arab-Indonesia.
Tak ada gading yang tak retak. Ungkapan ini mungkin cocok bila disematkan pada OPAC Perpustakaan UIN Malang. Saya pikir masih banyak lubang yang harus ditutupi pada interface OPAC ini. OPAC Perpstakaan UIN Malang masih perlu dikembangkan lagi agar mampu memenuhi kriteria OPAC yang sesuai standar IFLA. Akan sangat baik jika OPAC ini ditambah menu-menu seperti navigasi dan bantuan. Jika tampilan OPAC disesuaikan standar iFLA, maka akan sangat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari pencarian informasi oleh pemustaka.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H