3.Jataka dan Awadana
Jataka adalah cerita tentang Buddha sebelum lahir sebagai Pangeran Siddhartha. Isinya menceritakan tentang kehidupan Buddha sebelumnya, baik dalam bentuk manusia maupun hewan. Buddha masa depan mungkin muncul sebagai seorang raja, orang buangan, dewa, ataupun gajah. Sementara Awadana mirip dengan Jataka, tetapi sosok utamanya bukanlah Bodhisattva. Perbuatan suci dalam Awadana dikaitkan dengan orang-orang legendaris lainnya. Pada relief Borobudur, Jataka dan Awadana disuguhkan dalam satu deretan yang sama. 20 panel bawah pertama di tingkat 1 di dinding menggambarkan Sudhanakumaravadana, atau perbuatan suci Sudhana. 135 panel atas pertama di tingkat 1 di langkan dikhususkan untuk 34 legenda Jatakamala. 237 panel yang tersisa menggambarkan cerita dari sumber lain.
4.Gandawyuha
Gandavyuha menceritakan tentang pengembaraan tanpa lelah Sudhana untuk mencari Kebijaksanaan Sejati. Ceritanya tertuang dalam 460 panel yang terdapat pada tingkat 3, 4, dan setengah dari tingkat 2. Sudhana, putra seorang pedagang yang sangat kaya, muncul di panel ke-16. 15 panel sebelumnya merupakan prolog dari kisah keajaiban selama samadhi Buddha di Taman Jeta di Sravasti. Selama pencariannya, Sudhana mengunjungi tidak kurang dari 30 guru, tetapi tidak satupun dari mereka yang benar-benar memuaskannya. Setiap pertemuan telah memberikan Sudhana pengetahuan dan kebijaksanaan tertentu.
Kelima, Relief tentang alat musik. Dari foto dan video yang saya dapatkan ternyata ada gambar relief yang menggambarkan orang yang sedang memegang alat musik yang terdapat pada bagian Karmawibhangga, Jataka dan Awadana, serta Gandawyuha. Ini menggambarkan bahwa Candi Borobudur pusat musik dunia. Sebuah pusat yang mempertemukan ragam peradaban dari seluruh nusantara bahkan dunia melalui seni musik.
Hal ini diperkuat dengan sejarah peradaban manusia pada abad ke-8, yang telah menjadikan seni musik sebagai budaya yang dalam kehidupan sehari-harinya, dan berfungsi sangat penting dalam kehidupan sosial.
Berarti pada abad ke-8, bangsa ini telah mengenal komposisi, aransemen, harmoni, laras (scale atau titi nada) dan dinamika. Kita adalah bangsa yang cerdas dan maju, memiliki daya sambung rasa dan sudah mampu membangun proses akulturasi musikal dalam wilayah kesenian, khususnya musik.
Berikut alat musik yang ada di relief Candi Borobudur :
1. Idiophone (dipukul atau diketok). Seperti gong, kenong, kulintang, arumba, ghanta, simbal, gambang, saron, gender, kentongan, kemanak dan lain-lain.
2. Membraphone (terbuat dari kulit). Terbuat dari kulit (selaput) yang direka pada rangka berbentuk lingkaran. Bunyi instrumen ini dihasilkan oleh getaran kulit yang dipukul seperti gendang, tambur, dogdog dan lain-lain.
3. Chordophone (dari senar atau tali). Ciri khusus jenis ini terdiri dari senar atau tali yang menghasilkan getaran. Cara yang digunakan digesek atau ditekan. seperti Lute, waditra berdawai, rebab dan tarawangsa.