Ada beberapa alasan Kongres PGRI disebut Juga sebagai Kongres nya Guru Indonesia.
Pertama, secara Historis Kongres Guru Indonesia pertama kali pada tanggal 25 Nopember 1945 dijadikan hari lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI).
Kedua, secara Politis PGRI satu satu nya Organisasi Profesi Guru terbesar di Indonesia mungkin juga terbesar  se Asia tenggara. Anggota nya jutaan dengan sebaran hampir setiap pelosok Nusantara ada Guru anggota PGRI.
Ketiga, secara Philosofis, dijadikan nya hari lahirnya PGRI tanggal 25 Nopember menjadi Hari Guru Nasional oleh Negara tanda bahwa secara historis dan Philosofis PGRI bagian tak terpisahkan dari kehidupan bernegara dan berbangsa.
Keempat, secara Teknis, Kongres Guru PGRI diikuti oleh 27 anggota PB PGRI,38 Pengurus Provinsi se Indonesia, 519 Pengurus Kabupaten Kota se Indonesia serta ribuan guru guru se luruh Nusantara sebagai penggembira.
Kelima, secara Sosiologis, Kongres Guru PGRI selalu dihadiri dan dibuka acaranya oleh Presiden RI dan diliput oleh media massa Nasional dan Internasional.
Keenam, secara Global, Kongres Guru PGRI selalu dihadiri dan dipantau oleh Organisasi Guru Internasional ( Education International), karena PGRI adalah satu satu nya Organisasi Guru di Indonesia yang tergabung dalam Organisasi Guru Dunia yaitu Education International.
Ketujuh, secara Praktis, Kode Etik Guru Indonesia dan Ikrar Guru Indonesia adalah Kode Etik Guru dan Ikrar Guru nya Organisasi Guru PGRI.
Kemendikbud menetapkan Kode Etik Guru dan Ikrar Guru PGRI dijadikan Kode Etik Guru dan Ikrar Guru Indonesia
Kedelapan, secara Administrasi, PGRI ada di mana mana , pengurus tingkat Nasional disebut PB PGRI, Pengurus PGRI tingkat Provinsi disebut Pengurus Provinsi ada di 38 Provinsi .Pengurus tingkat Kabupaten dan Kota disebut Pengurus Kabupaten Kota ada di 519 Kabupaten Kota.Pengurus PGRI tingkat Kecamatan disebut Pengurus Cabang ada di seluruh kecamatan se Indonesia. Pengurus tingkat Desa atau Kelurahan disebut Pengurus Ranting, ada di seluruh Nusantara.