Tapi, tahukah kalau ada sebagian teman yang memang hanya ingin didengar? Bukan untuk dibantu dengan nasehat-nasehat, karena merekalah yang paling tahu masalahnya.
Orang-orang yang memberi nasehat tanpa diminta biasanya bukan karena mereka merasa peduli, tapi karena memberikan perasaan memegang kendali dan merasa lebih baik atau superior. Dan kebanyakan orang tidak sadar akan hal ini. Mereka akan berdalih kalau mereka peduli.
5. Banyak mengkritik, salah satu tanda toxic friend
Ini mirip dengan poin nomor empat. Hanya dari sisi yang lain. Dengan alasan yang sama, peduli, Anda selalu mengkritik apa yang teman lakukan bahkan pakaian yang mereka kenakan. Alasannya? Peduli dan menginginkan mereka lebih baik. Betul begitu?
Terlalu banyak mengkritik adalah salah satu tanda anda adalah toxic friend. Apakah benar Anda peduli saat mengkritik semua tentang dia?
Pernahkah Anda berpikir dengan semua kritik itu, harga dirinya terluka? Dia merasa buruk akan dirinya. Merasa gagal. Merasa rendah diri karena selalu ada yang kurang. Hati-hati, tidak hanya sesama teman, orangtua pun bisa menjadi toxic parents jika melakukan hal seperti ini pada anak-anak mereka.
Yang mereka perlukan adalah membuatnya nyaman akan dirinya dan didukung. Tentu selama tidak ada pelanggaran yang dilakukan terhadap hukum, norma, apapun.
6. Semua pembicaraan adalah tentang Anda, Anda, dan Anda
Seberapa sering Anda membicarakan tentang diri sendiri dibandingkan tentang teman? Semua masalah, pencapaian, apa yang dilakukan, semua tentang Anda.
Bagaimana dengan sang teman? Kapan terakhir kali Anda benar-benar mendengarkan, bukan sekadar mendengar, apa yang teman katakan?
Atau, Anda hanya bilang, "Oh, begitu", kemudian kembali mengalihkan pembicaraan ke diri sendiri.
Kadang kita tidak sadar. Tapi, hal itu menunjukkan kalau Anda lebih mementingkan diri sendiri ketimbang orang-orang terdekat di sekitar. Pertemanan yang baik adalah yang seimbang. Saling memberi dan menerima. Saling mendengarkan satu sama lain.