Al-Farabi
Al-farabi merupakan salah satu tokoh yang sangat fenomental pada masa itu sehingga ia mendapat gelar guru kedua (sedangkan guru pertama adalah Aristoteles). Al-farabi mengarang buku, mengumpulkan, dan menerjemahkan buku-buku karya Aristoteles, yang kemudian banyak dipelajari oleh bangsa-bangsa Eropa, termasuk prancis.
Ibnu rusyd
Peran ibnu rusyd sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di eropa sehingga menimbulkan Gerakan Averoisme ( di Eropa sehingga ibnu Rusyd di panggil Averoes) yang menuntut kebebasan berfikir berawal dari Averoisme inilah lahir reformasi pada abad ke16 M dan rasionalisme pada abad ke 17 M di eropa. Buku-buku karangan ibnu Rusyd kini hanya ada salinanya dalam Bahasa latin dan banyak dijumpai  di perpustakaan-perpustakaan eropa dan amerika. Diantaranya karyanya yang terkenal ialah bidayatul mujtahid dan tahafutut tahaful.
- Ibnu sina bukanlah nama asing di eropa, ia dikenal dengan nama Avicena di Barat. Ia adalah seorang dokter dan tokoh kedokteran ternama di masanya, serta penulis buku-buku kedokteran dan peneliti berbagai penyakit yang menjadi referensi dunia barat. Ia juga seorang filsuf yang terkenal dengan idenya mengenai paham serba wujud atau wahdatul wujud. Selain itu, ia dikenal sebagai ahli fisika dan ilmu jiwa. Karyanya yang terkenal dan penting dalam dunia kedokteran ialah Al-Qanun fit At tibb yang menjadi rujukan ilmu kedokteran di barat.
Bidang PendidikanÂ
Pada puncak keemasan islam di spanyol, Pendidikan berkembang begitu pesat. Universitas Cordoba menjadi tujuan banyak pemuda eropa untuk menuntut ilmu. Selain itu, mereka juga banyak belajar di universitas-universitas islam lainnya, seperti di sevilla, malanga, Granada, dan Salamanca.Â
Selama belajar di universitas tersebut, mereka aktif menerjemahkan buku-buku karya ilmuan muslim. Pusat penerjemahan itu adalah di kota Toledo.setelah mereka pulang ke negrinya, mereka mendirikan sekolah dan universitas yang sama. Â Universitas pertama kali berada di eropa ialah Universitas paris yang didirikan pada tahun 1213 M, dan pada akhir abad pertengahan, di Eropa baru berdiri 18 universitas. Pada universitas tersebut diajarkan ilmu-ilmu yang mereka peroleh dari universitas islam, seperti ilmu kedokteran, ilmu pasti, dan filsafat.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H