Mohon tunggu...
dianaana
dianaana Mohon Tunggu... Guru - Mahasia unimuda sorong

Hobi/ Suka makan renang kemping membaca buku bermain futsal

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Yang Tak pernah berlalu

24 Januari 2025   12:42 Diperbarui: 24 Januari 2025   12:42 24
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Saat mentari terkubur dilian bumi

Siang berlalu bawa kenangan hari

Kepak aroma malam menerawang

Nyiur melambai riak ombak meneduh

Sepoi tersipu menepuk dada tersayu

Burung-burung terbang mencari sarang

Seranga lalu lalang inggap rerantingan

Sang pelaut bersampang ditepian pantai

Berlabuh didermaga keheningan jingga

Hiruk pikuk siang telah berlalu pergi

Purnama pancar dilapangan langit

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun