Setelah tanggal 15 Nisan diadakan Hari Raya Roti Tidak Beragi (hag ha matsot) yang biasanya dirayakan selama 7 hari.Â
Pada tanggal 15 Nisan pula semua orang tua harus menceritakan tentang perjalanan bangsa Israel pada masa kepemimpinan Musa, saat keluar dari Mesir.Â
Tahukah Anda, bahwa dalam kebudayaan Yahudi, ada begitu banyak ritual yang harus dilakukan sehubungan dengan perayaan Paskah.Â
Imamat 7:12Â "Jikalau ia mempersembahkannya untuk memberi syukur, haruslah beserta korban syukur itu dipersembahkannya roti bundar yang tidak beragi yang diolah dengan minyak, dan roti tipis yang tidak beragi yang diolesi dengan minyak, serta roti bundar dari tepung yang terbaik yang teraduk, yang diolah dengan minyak"
Baca juga:Â Keistimewaan Pentakosta dalam BudayaYahudi.
Semenjak saat itu, ada beragam persiapan Paskah dalam setiap keluarga kaum Yahudi. Yang paling penting dalam menyiapkan setiap hidangan haruslah tanpa ragi. Sekali lagi, ini sesuai dengan perintah Tuhan yang diturunkan kepada Musa bagi kaum Yahudi kala itu.Â
Keluaran 34:25Â "Janganlah darah korban sembelihan yang kepada-Ku kaupersembahkan beserta sesuatu yang beragi, dan janganlah ada dari korban sembelihan pada hari raya Paskah bermalam sampai pagi."
Memang perayaan Paskah dalam budaya Yahudi sangat rumit. Semua harus tertata dengan cermat dan penuh ketelitian.Â
Paskah yang Sungguh Berbeda, yang Unik yang Menarik.Â
Sebelum tahun 70 Masehi, Paskah bagi kaum Yahudi merupakan momentum merayakan panen di musim semi. Ini pun seperti tertulis dalam kitab Imamat.Â
Usai Bait Suci yang dihancurkan oleh bangsa Romawi pada tahun 70 Masehi, Paskah mengalami pergeseran makna. Hingga kini kaum Yahudi merayakan Paskah sebagai hari peringatan keluarnya bangsa Israel dari perbudakan di tanah Mesir.Â
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!