Mohon tunggu...
Dhiaz Rusyda
Dhiaz Rusyda Mohon Tunggu... Mahasiswa - Teknik Informatika di Universitas Mercu Buana

Nama : Dhiaz Rusyda Nafsyi, NIM : 41521010163 Dosen Pengampu : Apollo, Prof. Dr, M.Si.Ak, Universitas Mercu Buana

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Cara Memahami Komunikasi dengan Pendekatan Semiotika

4 April 2023   04:37 Diperbarui: 4 April 2023   05:17 2600
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pengertian Komunikasi

Berdasarkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), komunikasi adalah Proses pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dimengerti. Kata komunikasi berasal dari kata latin “communicatus”, yang berarti berbagi atau bersatu – mengacu pada upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan. Menurut Bernard Betelson dan Gary A. Steiner, Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, emosi dan gagasan tertentu yang melalui penggunaan symbol, seperti kata, kalimat, gambar dan angka. Komunikasi merupakan proses bagaimana seseorang menyampaikan informasi berupa ide, pesan, gagasan dari satu orang ke orang lain. Komunikasi sering dilakukan dengan lisan atau ucapan, dan tulisan yang mudah dimengerti oleh orang lain. 

Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia. Dengan berkomunikasi, orang juga dapat berbicara satu sama lain seperti di Kehidupan sehari-hari, sebagai contoh, di tempat umum, dimana masyarakat berada.  Tidak ada orang yang tidak melakukan Komunikasi, karena Komunikasi sangat penting dalam kehidupan dan mengembangkan pengetahuan manusia hari demi hari. Komunikasi juga membentuk sistem sosial bersama yakni saling membutuhkan. Sehingga, komunikasi dan masyarakat mustahil untuk dipisahkan. 

Komunikasi menurut para Ahli :

  • Agus M.Hardjana (2016 :15) “Komunikasi merupakan kegiatan dimana seseorang menyampaikan pesan melalui media tertentu kepada orang lain dan sesudah menerima pesan kemudian memberikan tanggapan kepada pengirim pesan”.
  • C. Shannon dan W. Weaver pada Buku "The Mathematical Theory of Communication (1949)" Kominikasi adalah interaksi manusia yang mempengaruhi satu sama lain secara tidak sengaja maupun disengaja melalui komunikasi verbal maupun non verbal, seperti ekspresi wajah, lukisan , seni dan teknologi. (Wiryanto, 2004: 7).
  • Everett M Rogers, pengertian komunikasi adalah proses pengalihan ide dari satu sumber ke satu penerima atau lebih dengan tujuan agar mengubah tingkah laku.
  • William F Glueck, Komunikasi ada dua macam, yaitu : Komunikasi antarpribadi atau Interpersonal Communications, yaitu proses saling bertukar informasi serta pemindahan pengertian antara dua individu atau lebih di dalam suatu kelompok kecil manusia. Komunikasi Dalam Organisasi atau Organization Communications, yaitu proses saat komunikator memberikan informasi secara sistematis dan memindahkan pengertian kepada audiens di dalam organisasi tersebut dan juga kepada audiens dan lembaga-lembaga di luar organisasi namun masih melekat dengan organisasi tersebut.
  •  James AF Stoner, pengertian komunikasi adalah suatu proses pada seseorang atau komunikator yang berusaha untuk memberikan atau memberitahu pengertian dan informasi dengan cara menyampaikan informasi tersebut kepada orang lain.
     
     

Jenis-Jenis Komunikasi Berdasarkan Cara Penyampaian

Komunikasi dengan Lisan atau Ucapan, Komunikasi lisan secara harfiah berarti komunikasi dengan mulut, seperti berbicara di depan umum, yaitu presentasi, ceramah dan pidato. Ketiga hal tersebut juga merupakan bentuk komunikasi lisan. Komunikasi lisan dapat dijabarkan sebagai pertukaran informasi atau pemahaman dan ide melalui kata-kata yang diucapkan. Komunikasi verbal termasuk dalam kategori komunikasi lisan, yaitu melalui kata-kata. Komunikasi verbal juga diartikan sebagai kemampuan menyampaikan informasi melalui lisan atau kata, kepada seseorang atau sekelompok orang. Komunikasi verbal meliputi kata, bahasa, dan intonasi (Tinggi rendahnya nada pada kalimat yang memberikan penekanan). Begitu juga dengan bernyanyi yang terdapat komunikasi lisan didalamnya. Sebagai bagian dari komunikasi verbal, komunikasi lain juga meliputi syarat non-verbal. Seperti Gestur, yaitu gerakan pola tangan atau mengkerutkan alis dapat menekankan sesuatu dan menunjukkan bagaimana perasaan tentang apa yang sedang dikatakan. Unsur dari Komunikasi Lisan ini adalah : 

  • Pengirim : Orang yang memulai dan melakukan komunikasi atau interaksi ke penerima. Pengirim dalam komunikasi sering disebut sebagai Komunikator. 
  • Penerima : Penerima mendengarkan dan menafsirkan pesan yang dikirim oleh pengirim. Penerima atau media kemudian menghasilkan umpan balik kepada pengirim sebagai tanggapan atas pesan tersebut.
  • Media : Bentuk atau format di mana pesan dikirim. Misalnya pesan suara, percakapan pribadi, atau presentasi PowerPoint.
  • Saluran : Platform(Wadah digital untuk suatu keperluan) atau dimana tempat pesan disalurkan, misalnya pada Podcast, Telepon atau Rapat.  
  • Umpan balik atau Feedback : Tanggapan yang diberikan oleh penerima, seperti dalam komunikasi lisan atau tertulis. Kurangnya umpan balik penerima juga merupakan bentuk umpan balik.

Komunikasi Tertulis, Komunikasi tertulis adalah penulisan, pengetikan, atau pencetakan simbol, seperti huruf dan angka, untuk menyampaikan informasi. Ini berguna karena berisi informasi catatan untuk referensi. Menulis dapat digunakan untuk berbagi informasi tentang catata, surat, buku dan lainnya. Komunikasi tertulis harus simpel dan sejelas mungkin. Meskipun dapat berguna untuk memasukkan banyak detail, misalnya, komunikasi pendidikan, Penulis harus mencari area di mana Penulis dapat menulis sejelas dan serinci mungkin sehingga audiens dapat memahaminya. Contoh dari Komunikasi Tertulis adalah : 

  • Surat: Surat ialah salah satu jenis komunikasi tertulis yang paling umum dan dikenal. Surat biasanya dapat dikirim melalui pos dan mengandung komunikasi resmi, pribadi maupun bisnis. 
  • Surel: Email adalah salah satu bentuk komunikasi tertulis yang paling dikenal oleh seluruh orang dan banyak digunakan saat ini. Email memudahkan kita mengirim pesan dengan cepat dan mudah ke orang lain melalui Internet.
  • Teks: Copywriting merupakan bentuk komunikasi tertulis yang sangat populer di kalangan remaja. Teks biasanya dikirim melalui ponsel atau aplikasi perpesanan seperti WhatsApp, Telegram, dan Line.
  • Nota: Catatan atau Nota adalah jenis komunikasi tertulis yang biasanya digunakan untuk komunikasi internal dalam perusahaan atau organisasi. Pesan, Intruksi, dan Pemberitahuan resmi dapat ditulis dengan catatan yang ditujukan kepada anggota perusahaan atau organisasi tersebut. 
  • Laporan: Laporan adalah jenis komunikasi tertulis, biasanya menampilkan hasil dari sebuah penelitian atau informasi yang dikumpulkan kepada pihak yang berkaitan. Judul, latar belakang, metode, hasil dan kesimpulan merupakan komponen dari Laporan tersebut. 

Terdapat keuntungan dari Komunikasi Tertulis, yaitu : 

  • Sebagai Dokumentasi atau Arsip : Pesan tertulis berisi dokumentasi yang jelas tentang pesan yang dikirim. Arsip Ini akan sangat berguna ketika terjadi sesuatu yang perlu diingat atau dibutuhkan sebagai bukti.
  • Fleksibel : Komunikasi tertulis memungkinkan kita untuk mengirim pesan kepada orang lain tanpa harus bertemu langsung, dan dapat mengirimnya dimanapun dan kapanpun. Ini sangat membantu saat kita tinggal jauh dari orang yang ingin kita hubungi, atau saat kita sibuk dengan aktivitas lain.
  • Kesempatan untuk memikirkan kembali dan Merangkai kata-kata : Komunikasi tertulis memberi kita kesempatan untuk memikirkan kembali apa yang akan kita tulis sebelum kita mengirimkannya. Ini memungkinkan kita untuk mempersiapkan pesan dengan lebih hati-hati dan menghindari kesalahan.

Sedangkan Kekurangan pada Komunikasi Tertulis adalah : 

  • Kurangnya isyarat non-verbal : Dalam komunikasi tertulis, Penulis tidak dapat melihat reaksi atau ekspresi penerima pesan. Hal ini bisa saja menyebabkan kesalahpahaman atau salah mengartikan atau menafsir pesan.
  • Kurangnya reaksi segera : Komunikasi tertulis biasanya membutuhkan waktu untuk mengirim dan menerima pesan, sehingga kita tidak bisa mendapatkan respon secara langsung yang terjadi dengan komunikasi verbal.
  • Tidak ada saran atau Feedback : Dalam komunikasi tertulis, kita tidak melihat atau mendengar reaksi langsung dari penerima pesan. Ini dapat mempersulit untuk memberi atau menerima umpan balik yang bermanfaat.

Tujuan dari Komunikasi

Semua hal di dunia memiliki tujuan dibaliknya, begitu pula ketika orang-orang berkomunikasi antar sesamanya. Komunikasi memiliki tiga dasar tujuan, yakni :

  • Agar pesan yang disampaikan dapat dipahami
    Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari satu orang ke orang lain. Saat seseorang berkomunikasi dengan orang lain, orang tersebut tentu berharap pesan yang  disampaikan kepada orang lain dapat dipahami sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Untuk menghindari kesalahpahaman, komunikator atau orang yang menyampaikan pesan harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mampu menyampaikan pesan sejelas mungkin.  
  • Dapatdikenali oleh orang lain.
    Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain di sisinya. Karena itu, untuk mencari teman atau koneksi, Manusia harus berinteraksi dengan sesamanya.
  • Dapat Diterima dan diakui Oleh Orang dan Lingkungan, Bukan hanya sekedar dikenal oleh orang lain, komunikasi juga dilakukan agar manusia dapat diterima oleh orang lain, baik tentang keberadaannya maupun sesuatu yang disampaikan. Namun, untuk hal ini, manusia harus tetap mempunyai komunikasi atau interaksi yang baik agar orang lain juga bisa mendapatkan dan memberikan kesan yang baik serta ikut mengerti tentang apa yang disampaikan kepada mereka. 

Semiotika Komunikasi dan Contoh di Kehidupan sehari-hari. (Dhiaz Rusyda, 2023)
Semiotika Komunikasi dan Contoh di Kehidupan sehari-hari. (Dhiaz Rusyda, 2023)

Pengertian Semiotika

Semiotika adalah pengetahuan yang mempelajari tanda-tanda atau sign. Semiotika berasal dari kata Yunani “Semeion” yang artinya adalah sebuah tanda. Menurut Zoest (1993:18) Tanda adalah sesuatu yang dapat dirasakan atau dibuat dapat dilihat dan tak ada batasan tanda pada objek.  Kata semiotika berasal dari bahasa inggris yaitu semiotics. Artinya Semiotika merupakan ilmu yang dapat digunakan untuk mempelajari tanda-tanda yang terdapat pada suatu objek guna menemukan makna yang dimaksud pada objek tersebut.  Tanda merupakan hal utama untuk dijadikan sebagai bahan analisis, dimana dalam tanda tersebut mengandung makna sebagai bentuk penafsiran pesan.  Nama lain Semiotika adalah Semiologi.

Semiotika dan Semiologi memiliki makna dan arti yang sama. Akan tetapi, Semiotika mengarah pada istilah yang sudah digunakan oleh Charles Sander Pierce (1839-1914). Sedangkan Semiologi mengarah pada istilah yang digunakan oleh Ferdinand De Saussure (1857-1913). Tanda atau Sign sendiri sering diartikan sebagai sesuatu yang melambangkan benda, atau sesuatu yang merupakan tanda dari hal tertentu. Semiotika adalah studi tentang tanda-tanda dan simbol-simbol yang melibatkan teori bagaimana tanda tersebut merepresentasikan objek, ide, situasi, kondisi, emosi dan sebagainya.

Semiotika menurut para Tokoh Semiotika :

  • Charles Sander Peirce (1839-1914) : Semiotika adalah Ilmu yang mempelajari tentang tanda atau Sign. Tanda merupakan sesuatu hal yang berfungsi untuk mewakili sesuatu yang lain dengan cara menafsirkan sesuatu yang diwakilinya. Tanda memiliki tiga unsur, yaitu tanda (Sign), Acuan (Object), dan Penggunaan tanda (Interpretant). 
  • Ferdinand De Saussure (1857–1913) : Semiotika adalah studi yang berurusan dengan tanda-tanda kehidupan sosial dan hukum yang mengaturnya. Tanda memiliki makna tertentu karena sangat dipengaruhi oleh peran bahasa.
  • Roland Barthes : Semiotika adalah ilmu yang menafsirkan tanda-tanda, dimana bahasa juga merupakan gabungan dari tanda-tanda yang memiliki pesan tertentu tentang masyarakat. Tanda juga dapat berupa lagu, dialog, catatan, logo, gambar, ekspresi wajah, dan gerak tubuh. 

Sifat-Sifat dari Tanda (Sign)

Sifat-Sifat dari Tanda sangat beraneka-ragam, yakni :

  • Sign atau Tanda bukan sesuatu yang mutlak : meskipun tanda memiliki arti tertentu, namun tidak mutlak dan tidak selalu diartikan demikian. Karena dalam sistem tanda, makna tanda tertentu dapat berubah. Misalnya, jika sebelumnya suasana berduka memiliki ciri khas mengenakan pakaian serba putih di suatu Negara,  ada juga beberapa Negara lain yang menggunakan warna hitam sebagai tanda berduka.
  • Sign atau Tanda memiliki makna Konotatif dan Denotatif, kata Denotatif adalah kata yang memiliki makna sebenarnya, sedangkan kata Konotatif merupakan kata majas atau kiasan. Sebagai contoh, seorang Wanita yang menggunakan dress ber-merk. Maka makna Denotatif yang kita dapatkan adalah Wanita tersebut menggunakan pakaian mahal dan berkualitas, sedangkan makna konotatif yaitu menandakan strata sosial dari Wanita tersebut.
  • Sign atau Tanda dapat mengalami pergeseran makna, Sign atau Tanda dapat berubah dan tidak bersifat mutlak selamanya. Sebuah sign atau tanda dapat terjadi pergeseran makna oleh budaya dan waktu.

Jenis-Jenis Semiotika

  • Semiotika Analitik : Semiotika analitik mengacu pada semiotika yang mengakui sistem makna. Petunjuk yang diamati memunculkan inspirasi, objek, dan makna. Misalnya, tanda dalam proses komunikasi yang menunjukkan suatu tujuan. 
  • Semiotika Deskriptif : Semiotika naratif adalah semiotika yang memperhatikan sistem makna yang dialami pada saat itu, meskipun sudah lama ada yang sama dengan yang ada saat ini. Misalnya, langit mendung menandakan akan turun hujan. Sejak dulu hingga sekarang, tandanya selalu sama.
  • Semiotika Fauna : Semiotika fauna adalah semiotika yang memberikan perhatian khusus pada indikasi yang diberikan oleh hewan. Meskipun manusia tidak secara langsung memahami tanda-tanda komunikasi antar hewan, namun manusia tetap dapat memperhatikan tanda-tanda tersebut. misalnya, ayam jantan berkokok keras tentang sesuatu yang dia takuti, atau ayam betina bertelur
  • Semiotika Budaya atau kultural : Semiotika budaya, yaitu semiotika yang memperhatikan tanda-tanda dalam kebudayaan. ada tanda-tanda eksklusivitas dalam budaya. Mirip dengan Sekaten dalam budaya Jawa, khususnya umat Islam, menandakan datangnya maulid Nabi Muhammad
  • Semiotika Naratif: Semiotika naratif adalah semiotika yang memberikan perhatian khusus pada cerita dalam bentuk cerita verbal atau mitos. Misalnya ketika sudah larut malam, orang tua menyuruh anaknya pulang karena itu mitos.
  • Semiotika Alam atau Natural : Semiotika alam adalah semiotika yang memberikan perhatian khusus pada tanda-tanda yang diterima dari alam. misalnya, air sungai yang keruh menandakan bahwa di hulu telah turun hujan. 
  • Semiotika Normatif Semiotika normatif adalah semiotika yang memperhatikan tanda-tanda khusus berupa kebiasaan. misalnya di lampu lalu lintas. Merah berarti berhenti, hijau untuk berjalan, kuning untuk berjalan atau bersiap untuk berhenti. 
  • Semiotika Sosial : yaitu semiotika yang menaruh perhatian khusus pada indikasi-indikasi yang dihasilkan oleh sosialisasi manusia. misalnya, seseorang melambai untuk menyapa orang lain atau mengalah kepada seseorang.
  • Semiotika struktural : Semiotika struktural mengacu pada semiotika  yang memberikan perhatian khusus pada alamat yang diungkapkan melalui struktur bahasa. misalnya struktur bahasa formal berbeda dengan struktur bahasa informal. Struktur bahasa menunjukkan seberapa formal atau santai bahasa yang digunakan.

Tujuan Semiotika

  • Menelaah dan menjabarkan makna yang terkandung didalam tanda-tanda yang digunakan dalam berbagai bentuk komunikasi dalam kehidupan keseharian. 
  • Membangun pengertian dan pengetahuan tentang cara kerja tanda-tanda dalam membentuk makna dari suatu tanda dan bagaimana proses ini dapat terjadi dalam konteks sosial, budaya, dan bahasa yang spesifik.
  • Meningkatkan keahlian  dalam berkomunikasi dan mengerti pesan yang disampaikan melalui tanda-tanda.
  • Memberikan wawasan tentang bagaimana tanda-tanda digunakan untuk mempengaruhi pandangan dan perilaku orang dalam suatu budaya atau masyarakat tertentu.
  • Membantu kita dalam merespon dengan bijak dan teliti terhadap pesan yang disampaikan melalui tanda-tanda, terutama yang berkaitan dengan isu-isu sosial, politik, dan budaya.

Semiotika Komunikasi

Di dalam Teori semiotika terdapat hubungan erat pada fungsi komunikasi, yaitu fungsi tanda dalam menyampaikan pesan (message) dari pengirim pesan (sender) kepada penerima (receiver) tanda berdasarkan aturan atau kode-kode tertentu. (Tinarbuko, 2009). Menurut Ferdinand De Saussure, Teori Semiotika memiliki 3 Prinsip. Pertama, Tanda adalah benda fisik yang memiliki makna. Kedua, Tanda terdiri dari tanda Signifier atau sebagai yang menandai. Artinya adalah bagaimana Manusia memahami tanda yang ada. Dan Ketiga, signified atau yang ditandai. Artinya adalah Tanda tersebut dapat dipahami manusia sebagai hal tertentu. Dalam berkomunikasi, jika seseorang menggunakan tanda untuk mengirim sebuah arti tertentu tentang suatu objek, maka orang tersebut akan menafsirkan tanda tersebut. Macam-macam tanda yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah kata-kata, foto atau gambar, dan suara. Objek yang ditandai merupakan hal mutlak yang melekat pada tanda fisik yang ada.

Semiotika komunikasi adalah Pembelajaran tentang bagaimana tanda dan simbol dapat digunakan dalam berkomunikasi untuk menyampaikan Informasi yang didalamnya mengandung makna dan pesan. Semiotika komunikasi adalah studi tentang tanda-tanda verbal dan non-verbal seperti kata-kata, gerak tubuh, warna dan bentuk, dan cara tanda-tanda ini digunakan dalam komunikasi untuk menciptakan arti yang bermakna dan sesuai.

Semiotika komunikatif juga mengkaji tentang struktur tanda, yang terdiri dari makna (mendapatkan pemahaman dari sebuah tanda), denotasi (makna literal atau makna sesungguhnya dari sebuah tanda), dan implikasi (makna tersirat atau tersembunyi dari sebuah tanda). Konotasi seringkali ditentukan oleh konteks sosial dan budaya, sehingga makna  suatu tanda dapat berbeda-beda antar kelompok yang berbeda. Dalam prakteknya, semiotika komunikasi digunakan untuk menganalisis pesan yang disampaikan dalam berbagai media seperti iklan, film, televisi,  bahkan tata  ruang. Analisis semiotik  membantu kita memahami bagaimana makna dibangun dalam komunikasi dan bagaimana pesan tertentu dapat memengaruhi pandangan dunia kita.

Contoh Semiotika Komunikasi dalam Kehidupan Sehari-hari.

  • Ikon logo: Logo adalah simbol atau tanda yang digunakan untuk mewakili merek maupun perusahaan. Simbol logo tertentu dapat memiliki konotasi yang kuat. Seperti, bentuk lingkaran pada sebuah logo, bentuk bulat dan saling menutup adalah simbol dari  fokus yang tinggi dalam mencapai target atau tujuan mereka. 
  • Warna dalam desain grafis: Warna dalam desain grafis dapat memiliki nuansa tertentu. Misalnya, warna hijau, yang diartikan sebagai perkembangan yang terus menerut pada produk yang dibuat, warna merah dapat diartikan sebagai kekuatan.
  • Bahasa tubuh: Bahasa tubuh adalah tanda non-verbal yang penting dalam komunikasi antarpribadi. Misalnya, senyuman dapat diartikan sebagai tanda kebahagiaan atau persetujuan, sedangkan cemberut dapat diartikan sebagai tanda kebingungan atau kekhawatiran. Alis berkerut dengan sorot mata tajam maka diartikan orang tersebut sedang marah. 
  • Pakaian: Pakaian adalah simbol yang kuat dalam budaya. Misalnya, jas dan dasi dapat dikaitkan dengan profesionalisme, sedangkan pakaian olahraga dapat dikaitkan dengan aktivitas dan kebugaran.
  • Tanda lalu lintas: Tanda lalu lintas, seperti rambu-rambu  jalan, adalah simbol yang penting dalam berkendara. Tanda-tanda ini memberikan informasi tentang aturan lalu lintas dan kondisi jalan, dan memungkinkan pengemudi untuk berkomunikasi dengan pengemudi lainnya di jalan.

  • Lampu isyarat: Lampu isyarat digunakan untuk memberikan sinyal kepada pengemudi lainnya tentang arah dan tujuan kendaraan. Lampu isyarat juga digunakan untuk memberikan sinyal tentang perubahan jalur atau kecepatan kendaraan.

  • Klakson: Klakson adalah tanda suara yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pengemudi lainnya di jalan. Klakson digunakan untuk memberikan peringatan atau sinyal kepada pengemudi lainnya tentang keberadaan kendaraan kita dan memberikan tanda untuk memberikan jalan.

Daftar Pustaka

https://media.neliti.com/media/publications/222421-semiotics-in-research-method-of-communic.pdf
https://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/20330/2/T1_362011025_BAB%20II.pdf
http://arifbudi.lecture.ub.ac.id/tag/makna/
https://katadata.co.id/safrezi/berita/61de8d9d4a987/komunikasi-adalah-definisi-unsur-dan-tujuannya
https://digilibadmin.unismuh.ac.id/upload/8127-Full_Text.pdf
http://repository.usm.ac.id/files/skripsi/G31A/2014/G.331.14.0057/G.331.14.0057-05-BAB-II-20190226071554.pdf

https://sadidadalila.wordpress.com/2009/12/03/semiotika/
https://senikomunikasi.com/komunikasi-lisan-pengertian-dan-cara-meningkatkan-skillnya/
https://stekom.ac.id/artikel/hal-hal-yang-harus-diperhatikan-saat-berkomunikasi-secara-tertulis
https://maglearning.id/2023/01/09/pengertian-dan-contoh-komunikasi-tertulis/
http://repository.radenfatah.ac.id/5121/3/BAB%20II.pdf
https://ilmukomunikasi.uma.ac.id/2022/11/14/macam-macam-semiotika/

https://makinrajin.com/blog/filosofi-lingkaran/

Agus M.Hardjana, 2016. Ilmu Komunikasi.Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

Tinarbuko, S. (2009). Semiotika Komunikasi Visual (Revisi). Jalasutra.

Wiryanto. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Gramedia Widasarana
Indonesia

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun