Lain halnya dengan restoran atau cafe yang secara kreatif menggunakan media sosial seperti instagram untuk mempromosikan produknya. Mereka membuat konten multimedia yang ditayangkan di media sosial.Â
Konsumen bisa melihat dan mencari informasi terkait lokasi, menu makanan, harga, dan suasananya. Ada juga review dari konsumen yang telah berkunjung ke sana. Keputusan pembelian bisa dipengaruhi oleh konten dan review.
Baca artikel terkait di link berikut: Berburu Kuliner Jadul dan Kekinian di Kawasan UGM Yogyakarta
Hal ini dipergunakan juga oleh hotel atau jasa lainnya. Ada influencer atau brand ambassador yang menjadi bagian dari pemasaran secara digital melalui media sosial.Â
Aku pernah melihat tayangan dari Maudy Ayunda yang memasarkan produk lampu dan fashion. Follower instagram yang berjumlah jutaan dan persona yang ditampilkan Maudy tentu saja membuat konsumen bisa terpengaruh.Â
Ada juga merek yang memanfaatkan tayangan podcast atau showbiz di televisi dengan meletakkan produknya di meja sebagai properti. Seakan tidak langsung melakukan promosi ketika artis atau penyiarnya menggunakan produk tersebut.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H