Gairah dan antusias produksi film pendek di tanah air begitu tinggi. Ini bisa dilihat dari makin banyaknya rumah produksi, festival film pendek, juga lembaga atau perusahaan yang menggunakan film pendek untuk mempromosikan secara halus produk atau layanan mereka.Â
Salah satu lembaga yang jeli menangkap minat masyarakat akan film pendek adalah Kereta Api Indonesia. Melalui kanal Kereta Api Kita, perusahaan jasa angkutan umum telah menayangkan beberapa film pendek. Salah satunya berjudul Pulang yang dirilis dalam rangka menyambut lebaran.Â
Dalam film berdurasi 25 menitan yang baru dirilis sebulan lalu ini mereka menggandeng Ray Sahetapy sebagai pemeran utama. Diceritakan ada seorang kakek yang disapa Bapak (Ray Sahetapy) yang merupakan mantan narapidana. Ia telah 12 tahun bekerja di sebuah warung makan yang terkenal dengan masakan manyung di kompleks Stasiun Tawang, Semarang. Â
Selama ini ia selalu ragu untuk pulang kampung karena takut keluarganya tak menerimanya. Tahun ini ia berniat untuk pulang.Â
Ceritanya memiliki premis menarik. Penonton diajak menyelami emosi pria paruh baya yang memendam rindu pada keluarganya. Ray Sahetapy memerankan dengan baik sosok kakek yang fisiknya mulai melemah namun masih punya tekad kuat.Â
Gambar-gambar dalam gerbong kereta, sudut-sudut Stasiun Tawang, hingga bagian eksterior stasiun berhasil ditangkap oleh kamera dengan apik. Hasilnya, gambar-gambar yang menyiratkan emosi, terasa dramatis juga romantis. Tak heran jika banyak film yang menggunakan latar kereta api.Â
Bagian paling dramatis meski agak berlebihan adalah gambar di dalam kereta saat menjelang matahari terbenam. Editing warnanya agak berlebihan tapi mendukung bagian cerita yang disengaja agar nampak dramatis.Â
Bagian yang kusuka lainnya adalah adegan-adegan yang menyorot proses memasak dan masakan. Gambar makanan selalu menarik dan menggugah selera.Â
Memang filmnya tak sempurna. Unsur kebetulan dalam film ini dijejalkan. Ada dialog-dialog yang terasa kaku dan seperti hafalan ketika diucapkan. Tak apa-apa, memang perlu banyak latihan agar semakin luwes di depan kamera.Â
Film pendek ini semakin memikat berkat tembang yang dibawakan Nadin Amizah. Lagu tersebut berjudul Paman Tua, yang apa menggambarkan sosok pria tua yang penuh kerinduan.Â
Lantas apa yang dipromosikan dalam film pendek ini. Rupanya film ini menyebarluaskan alias memberikan sosialisasi tentang mudahnya memesan tiket melalui aplikasi KAI Access. Juga, digambarkan bagaimana mudahnya penumpang menunjukkan tiket dan masuk dengan scan barcode tiket tersebut.Â
Kalian bisa menyaksikan film pendek ini cuma-cuma di kanal Kereta Api Kita di YouTube.Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI