Hari Senin sore ini beda dengan biasanya
Warga lebih memadati mal dan kedai makanan kekinian
Namun ada yang masih sepi pembelinya
Penjual bubur sumsum di pinggir jalan
Aku berhenti di tepi jalan
Membeli semangkuk bubur sumsum yang nampak segar
Semangkuknya delapan ribuan
Porsinya lumayan banyak
Di dalam sebuah mangkuk bubur sumsum
Ada isian pacar cina dan bubur sumsum
Bubur sumsumnya berwarna hijau bersanding dengan pacar cina merah muda
Tak lupa dikucuri santan dan gula merah
Ada es batunya beberapa
Sehingga rasanya jadi segar
Rasanya manis, gurih, dan segar
Pas menemani jajan sore harinya
Pedagangnya asal Pemalang
Seorang kakek yang masih bugar
Ia berdagang dari pagi hingga petang
Berharap dagangannya bisa habis dan bawa uang
Menuju rumah, pasangan ingin mie ayam bakso
Kedai dekat rumah ramai pengunjung, pesan mie ayam atau bakso
Mie ayam ataupun baksonya nampak enak
Membuatku jadi tergoda, harganya sepuluh ribu rupiah
Aku memesan bakso urat
Sedangkan pasangan memiliki mie ayam
Aku rupanya lapar mata
Karena aslinya sudah kenyang
Bakso uratnya gurih dan sedap
Membuatku melahapnya tuntas
Perutku rasanya semakin tebal
Jajan 18 ribu bakso dan bubur sumsum bikin ku puas
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H