Mohon tunggu...
Dewi Puspasari
Dewi Puspasari Mohon Tunggu... Konsultan - Penulis dan Konsultan TI

Suka baca, dengar musik rock/klasik, dan nonton film unik. Juga nulis di blog: https://dewipuspasari.net; www.keblingerbuku.com; dan www.pustakakulinerku.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerita Mini | Hujan Panas

16 Februari 2021   12:43 Diperbarui: 16 Februari 2021   12:45 760
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Aku di mana....

Mungkin ini hanyalah bunga tidur. Aku tak perlu tidur. Aku hanya perlu menunggu kesadaranku timbul. Dan aku bisa lepas dari mimpi buruk.

Sekelilingku sepi. Hanya deru angin. Anehnya aku bisa berpikir dalam mimpi. Ada sebuah firasat tak enak, ia memberitahuku agar aku tak pergi.

Aku pun mencoba tenang. Aku merasa aneh dengan diriku, ini pasti mimpi, jika nyata pasti aku sudah ketakutan.

Langit makin gelap. Sungguh aku mulai tak nyaman. Apa yang akan kulakukan. Tasku pun menghilang.

Apa ini sekadar mimpi. Jika memang mimpi segeralah buat aku segera bangun kembali.

Aku memejamkan mata sambil berdoa. Ini pasti mimpi karena aku masih bisa tenang di situasi tak enak. Aku sendiri di antara pepohonan rapat dan langit yang sudah gelap.

Untungnya aku kembali terlelap. Pasti ini mimpi, tapi kenapa aku bermimpi juga sedang terpejam.

Aku membuka mata dengan was-was. Apakah aku akan berada di alam gelap atau kembali ke duniaku semula.

Mataku kubuka perlahan-lahan. Aku tidur beralas tikar. Di atasku ada atap. Masih ada gerimis dan aroma hujan. Langit juga masih terang.

Aku kembali ke duniaku semula.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun