Mohon tunggu...
Devita Maharani
Devita Maharani Mohon Tunggu... Mahasiswa - UNIVERSITAS MERCU BUANA

43221010102 - Dosen Pengampu Apollo, Prof. Dr, M.Si.Ak - Akuntansi FEB - Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

A-301_Kuis 1 - Sistem Informasi Akuntansi, dengan Meminjam Pemikiran Mahatma Gandhi

5 April 2023   15:27 Diperbarui: 5 April 2023   15:37 454
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dosen pangampu: Apollo, Prof. Dr, M.Si.Ak

NIM : 43221010102

Nama : Devita Maharani Puspaningrum

Kampus : Universitas Mercu Buana

Gambar Pribadi

Mohandas Karamchand Gandhi (2 Oktober 1869-30 Januari 1948) juga dipanggil Mahatma Gandhi (bahasa Sansekerta: "jiwa agung") adalah sosok yang sangat peduli dengan berbagai bentuk penindasan dan kekerasan dalam masyarakat. Pergulatan kehidupannya baik di India maupun di Afrika telah mendorong untuk menjadi pejuang kemanusiaan yang terkenal dengan gerakan anti-kekerasannya (non-violence). Perjalanan hidupnya yang penuh dengan “derita”, dicaci maki dan dihina serta dipenjara oleh kolonial Inggris menjadi pemberi semangat untuk tetap berjuang menegakkan peradaban yang penuh kedamaian, tanpa kekerasan. Penderitaan orang lain, akibat perang dan konflik, telah mengusik nurani kemanusiaannya bahwa semua itu harus dihentikan. Gandhi dilahirkan di Porbandar, yang juga dikenal Sudamapuri daerah Kathiawad negara bagian Gujarat India Barat pada 2 Oktober 1869. Gandhi lahir dalam keluarga yang cukup terpandang, sekaligus penganut Hindu yang saleh. Ayahnya bernama Karamchand Gandhi atau yang lebih dikenal dengan Kaba Gandhi, berasal dari kasta Modh Bania (Wegig 1986:9) adalah seorang anggota Pengadilan Rajasthanik yang disegani dan sangat berpengaruh dalam menyelesaikan perselisihan antara para pemuka dengan kaum kerabatnya pada saat itu, bahkan pernah menjabat sebagai Perdana Menteri untuk negara bagian kebangsawanan kecil Porbandar (Wisarja, 2007:28). Gandhi adalah jebolan Fakultas Hukum University College London dan salah satu dari sedikit warga India yang beruntung dapat mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri. Setelah menjadi Sarjana Hukum, Gandhi kembali ke India dan membuka praktik sebagai pengacaradi Bombay, namun kurang berhasil. Ia lantas berangkat ke Durban Afrika Selatan bekerja dalam biro hukum India. Mahatma Gandhi adalah seorang pemimpin spiritual dan politikus dari India. Pada masa kehidupan Gandhi, banyak negara yang merupakan koloni Britania Raya. Penduduk di koloni-koloni tersebut mendambakan kemerdekaan agar dapat memerintah negaranya sendiri. Gandhi adalah salah seorang yang paling penting yang terlibat dalam Gerakan Kemerdekaan India. Dia adalah aktivis yang tidak menggunakan kekerasan, yang mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai. Beberapa dari anggota keluarganya bekerja pada pihak pemerintah. Saat remaja, Gandhi pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah dia menjadi pengacara, dia pergi ke Afrika Selatan, sebuah koloni Inggris, di mana dia mengalami diskriminasi ras yang dinamakan apartheid. Dia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang aktivis politik agar dapat mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut. Gandhi pun membentuk sebuah gerakan non-kekerasan.

Ia mengawali karirnya sebagai seorang pengacara di Afrika Selatan, di mana ia menemukan berbagai persoalan rasial untuk pertama kalinya. Suatu ketika, dalam perjalanan di atas kereta api menuju Pretoria, Gandhi diminta meninggalkan kursi penumpang kelas satu yang ditumpanginya meskipun ia telah membayar tiketnya. Kondektur kereta yang berkulit putih itu dengan sinis mengatakan bahwa selain orang kulit putih tidak diperkenankan menempati kursi kelas utama. Tetapi Gandhi menolak dan bersikeras untuk tetap menempati kursi yang telah dibayarnya itu. Karena penolakan ini, sang kondektur menurunkannya di sebuah stasiun kecil. Konon, itulah salah satu kejadian yang kemudian membuatnya selalu berjuang untuk keadilan. Dia selalu mencontohkan bahwa kita dapat melawan ketidak-adilan tanpa melakukan kekerasan. Semasa di Afrika Selatan-lah Gandhi mulai mengembangkan idenya yang disebut Ahimsa atau anti-kekerasan, dan mengajarkan orang-orang India yang hidup di sana bagaimana menerapkan ahimsa untuk mengatasi berbagai ketidak adilan yang mereka alami. Metode yang disebut juga sebagai perlawanan pasif atau anti-bekerjasama dengan mereka yang melakukan ketidak-adilan. Gandhi yakin bahwa, dengan menolak-bekerjasama, si oknum akhirnya akan menyadari kesalahannya dan kemudian menghentikan sikap tak adilnya. Ketika kembali ke India, dia membantu dalam proses kemerdekaan India dari jajahan Inggris. Pemikiran dan perjuangannya berdampak besar bagi kemerdekaan India serta menginspirasi pejuang-pejuang anti kekerasan di berbagai belahan dunia. Hal ini memberikan inspirasi bagi rakyat di koloni-koloni lainnya agar berjuang mendapatkan kemerdekaannya dan memecah Kemaharajaan Britania untuk kemudian membentuk Persemakmuran. 

mohandas-karamchand-gandhi-642d301908a8b538677a6172.png
mohandas-karamchand-gandhi-642d301908a8b538677a6172.png

Gambar Pribadi 2

Selain itu, Mahatma Gandhi, pemimpin ideologi India, sering disebut sebagai pencipta pendekatan teknologi yang relevan. Meskipun tidak ada nama yang diberikan untuk konsep teknologi yang memadai pada masa Gandhi, Gandhi mulai mencari penggunaan teknologi sederhana berdasarkan kondisi lokal dan sebagian besar teknologi pedesaan untuk membantu desa-desa di India menjadi mandiri. Gandhi tidak menerima gagasan bahwa teknologi menguntungkan segelintir orang dengan mengorbankan orang lain, termasuk pengenalan teknologi yang menyebabkan pengurangan kerja secara tajam untuk meningkatkan keuntungan (profit). Pada tahun 1925 Gandhi mendirikan Asosiasi Pemintal Seluruh India dan pada tahun 1935 ia pensiun dari politik untuk mendirikan Asosiasi Industri Desa Seluruh India. Kedua organisasi berfokus pada teknologi pedesaan dalam beberapa dekade berikutnya, mirip dengan gerakan Teknologi Tepat Guna yang berkembang pesat. Pada masa pemerintahan Mao Zedong dan kemudian pada masa Revolusi Kebudayaan, Tiongkok juga menerapkan kebijakan yang sejalan dengan konsep Teknologi Tepat Guna. Selama Revolusi Kebudayaan, kebijakan pembangunan yang didasarkan pada gagasan “berdiri diatas kaki sendiri” mendorong pembangunan pabrik-pabrik besar serta industri pedesaan. Mahatma Gandhi memilii pandangan tentang kebermanfaaat teknologi;

  • Tidak meningkirkan nilai tradisional kebaikkan
  • Mempermudah Manusia, mental Spritual, multi dimensi;
  • Ada proses memberi-menerima antara teknologi dengan moral kehidupan manusiia
  • Keberlanjutan sepanjang hayat; [dampak generasi mendatang;
  • Adanya distribusi semua manusia, bukan manusia tertentu

Saat ini, suatu hal yang sangat penting dan dibutuhkan oleh manusia ialah keberadaan teknologi informasi, baik dalam proses manajemen maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman akan pengertian teknologi informasi pun diperlukan agar dapat mempelajari teknologi informasi dengan lebih detail. Williams dan Sawyeer (2007) berpendapat bahwa, teknologi informasi adalah suatu teknologi yang merupakan hasil gabungan dari jalur komunikasi berkecepatan tinggi dengan komputasi (komputer), yang mana jalur komunikasi tersebut membawa video, suara, dan data. Kemudian menurut pendapat dari Martin. Menurut pendapat dari Martin (1999), suatu teknologi informasi tidak hanya memiliki keterbatasan pada teknologi komputer (perangkat lunak dan perangkat keras) yang digunakan sebagai alat untuk menyimpan dan memproses informasi, melainkan juga mencangkum suatu teknologi komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan suatu informasi. Kemudian menurut pendapat dari Haag dan Keen. Menurut pendapat dari Haag dan Keen (1996), teknologi informasi adalah sekumpulan alat yang berguna untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya yang berhubungan dengan informasi dan mengerjakan berbagai macam tugas yang berkaitan dengan pemrosesan suatu informasi. Kemudian menurut pendapat dari Lucas. Menurut pendapat dari Lucas (2000), teknologi informasi adalah semua bentuk dari penerapan teknologi untuk melakukan proses dan pengiriman informasi, baik dalam bentuk pembaca barcode, mainframe komputer, komputer mikro, elektronis, peranti lunak untuk lembar kerja (worksheet), peranti lunak dalam pemrosesan suatu transaksi, maupun peralatan jaringan dan komunikasi. Kemudian menurut pendapat dari Mc. Keown. Mc. Keown (2001) berpendapat bahwa, teknologi Informasi (TI) memiliki acuan pada teknologi yang memiliki kegunaan untuk dapat menggunakan, menukar, menyimpan, dan membuat informasi dalam bemacam-macam bentuk. Dengan pernyataan ini, dapat diketahui bahwa suatu teknologi informasi memiliki cakupan pada segala macam bentuk dari teknologi yang kita gunakan untuk mengolah suatu informasi. Kemudian menurut pendapat dari pendapat Bambang Warsita. Warsita (2008) berpendapat bahwa, teknologi informasi adalah sebuah sarana serta prasarana (userware, software, dan hardware) metode maupun sistem untuk mengorganisasikan, mengirimkan, menafsirkan, menggunakan, mengolah, memperoleh, dan menyimpan suatu data dengan cara yang berarti. Kemudian menurut pendapat dari pendapat dari Maryono dan Istiana (2008), teknologi informasi adalah sebuah sistem atau tata cara yang dimanfaatkan oleh manusia sebagai alat untuk menyampaikan suatu informasi maupun pesan. Teknologi informasi ini juga dapat memiliki arti suatu pemanfaatan dari perangkat komputer sebagai alat yang digunakan untuk melakukan pengelolaan, penyajian, serta pemrosesan suatu informasi dan data dengan berdasar pada peralatan-peralatan komunikasi. Kemudian menurut pendapat Wibhowo dan Sanjaya (2011), teknologi informasi adalah hasil dari proses rekayasa yang dilakukan oleh manusia dalam menyampaikan informasi dari orang yang mengirim ke orang yang menerima, sehingga proses pengiriman informasi tersebut menjadi lebih luas penyebarannya, lebih lama penyimpanannya, dan lebih cepat pengirimannya. Dengan begitu banyak pendapat-pendapat dari para ahli di atas mengenai teknologi informasi, akhirnya kita dapat mendapatkan pemahaman mengenai pengertian dari teknologi informasi, bahkan sudah dapat membayangkan apa saja kegunaan atau manfaat dari teknologi informasi itu sendiri. Dengan mengetahui kegunaan dan manfaat dari teknologi informasi, kita pun dapat menerapkan manfaat tersebut untuk berbagai keperluan yang kita miliki.

KETERKAITAN ANTARA TI DAN AKUNTANSI

Penggunaan teknologi informasi berdampak secara signifikan terhadap pola kerja suatu organisasi. Pemakaian TI tidak hanya sekadar memudahkan dalam pengelolaan, penyajian data, dan informasi untuk proses pengambilan keputusan, tetapi juga berdampak pada bidang yang lebih luas. Pola kerja tersebut menyangkut aspek pembentukan struktur dan fungsi yang ada pada suatu organisasi dalam mendukung pengelolaan upaya pencapaian tujuan. Oleh karena itu, organisasi harus memahami secara mendalam peran penting TI terhadap proses organisasional yang terjadi, terutama SIA. Akuntansi adalah bahasa bisnis yang memberikan informasi terkait aspek keuangan pada suatu entitas secara tertulis dan merupakan sumber informasi paling reliabel dalam pengambilan keputusan. Karenanya, AICPA pada awalnya mendefinisikan akuntansi secara ringkas sebagai sistem infor- masi. Sebagai bahasa bisnis yang sangat vital dalam pengambilan keputusan strategis, akuntansi seharusnya didukung teknologi bisnis terintegrasi agar menghasilkan informasi yang berkualitas. Teknologi bisnis terintegrasi akan membantu akuntansi memberikan nilai tambah (value added) bagi bisnis karena pihak berkepentingan akan memperoleh informasi yang reliabel, tepat waktu, dan akurat. Selain itu, dengan dukungan teknologi bisnis terintegrasi akan menurunkan biaya untuk mendapatkan informasi, meningkatkan rasa kepercayaan atas informasi akuntansi, lebih cepat, dan murah (time and energy saving).Secara bahasa, teknologi informasi (TI) dapat kita maknai sebagai suatu bentuk teknologi yang berkaitan dengan beragam jenis penyajian informasi, Secara istilah, teknologi informasi berkaitan dengan penggunaan peralatan komputer dan telekomunikasi, terutama untuk menyimpan, mengambil, menghubungkan, dan mengubah data. Teknologi informasi juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang mengubah data, informasi, atau penerimaan pengetahuan dalam berbagai bentuk visual melalui mekanisme distribusi multimedia (Lim, 2013). Oleh karena itu, dapat kita pahami bahwa cakupan Tl adalah semua jenis peralatan yang memudahkan untuk mengelola informasi bagi penggunanya. Jika akuntansi awalnya diartikan sebagai sistem informasi, maka wajar apabila SIA dalam perjalanannya sangat dipengaruhi oleh perkembangan TI.

PENGERTIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) merupakan suatu instrumen organi- sasional yang tergabung ke dalam bagian Sistem Informasi dan Teknologi (SIT) dirancang untuk membantu pengelolaan dan pengendalian bidang ekonomi-keuangan suatu perusahaan (Grande, Estebanez, dan Colomnia, 2011). Sejauh mana kontribusi pemanfaatan dan efektivitas penggunaan SIA terhadap perusahaan, terlebih dahulu harus dipahami arti (definisi), tujuan, fungsi serta cakupan (luas lingkup) atas akuntansi, sistem akuntansi, dan SIA serta hubungan di antaranya yang dapat menjadi pijakan untuk mengetahui posisi dan kaitaya dengan teknologi informasi sebagai bagian dari instrumen untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Untuk itu, perlu diawali dengan pembahasan pengertian akuntansi dan sistem akuntansi, serta kaitannya dengan SIA dalam mendukung setiap perencanaan hingga evaluasi aktivitas penting dan strategis perusahaan tersebut. Pemahaman yang tidak tepat atau bahkan saling tumpang tindih (overlap) dapat mengakibatkan kekeliruan pemahaman posisi dan upaya pengembangan sistem informasi dan teknologi yang direncanakan. Pada dasarnya, pemakaian teknologi dan teknologi informasi adalah untuk memudahkan, mempercepat (drive up), dan efisiensi (low cost) pekerjaan yang dilakukan secara manual oleh tenaga manusia, serta mengurangi kesalahan manusiawi (human error) yang muncul. Namun, pemanfaatan dan pengembangan teknologi atas sistem kerja yang berjalan dalam suatu entitas harus tepat dan sesuai dengan tujuan yang hendak diraih. Jika tidak, akan sangat mungkin yang terjadi justru sebaliknya, yaitu pemborosan (high cost) atau bahkan kegagalan dalam mencapai hasil yang diharapkan. Manfaat yang diharapkan diperoleh setelah mempelajari akuntansi, sistem akuntansi dan Sistem Informasi Akuntansi adalah pemahaman atas definisi dan cakupan sistem informasi akuntansi termasuk model umum, tipe, tujuan pemakaian, dan cara kerjanya. Menurut Dandago dan Rufai (2013) sistem informasi adalah sepe- rangkat kesatuan dari suatu subsistem saling terkait yang saling bekerja bersama untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan, mengubah, dan mendistribusikan informasi untuk perencanaan, pembuatan keputusan dan pengendalian (Lim, 2013). Sistem Informasi Akuntansi didefinisikan Lim (2013) sebagai suatu alat yang terintegrasi di lapangan dengan sistem informasi dan teknologi suatu perusahaan. Sistem Informasi Akuntansi menurut Steven A. Moscove adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisis, dan mengomunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor, dan kreditur) dan pihak-pihak dalam terutama manajemen. Fungsi utama SIA adalah memproses transaksi keuangan dan non- keuangan yang berpengaruh langsung terhadap proses transaksi keuangan.

Sistem informasi akuntasi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisis dan mengkomunikasikan informasi finansial. Untuk memberikan gambaran yang jelas tentang istilah data dan informasi dalam hubungannya dengan proses penyediaan informasi dalam masalah atau bidang sistem informasi akuntansi, berikut ini diberikan pengertian yang dapat dijabarkan melalui penulisan yang membahas tentang aplikasi sistem teknologi informasi terhadap sistem informasi akuntansi. Sistem teknologi informasi terhadap sistem informasi akuntansi merupakan hal yang berguna sebagai penunjang perkembangan sistem informasi akuntansi. Informasi akuntansi merupakan bagian yang terpenting dari seluruh informasi yang diperlukan oleh manajemen. Informasi akuntansi terutama berhubungan dengan data keuangan dari suatu perusahaan. Umumnya laporan keuangan yang dihasilkan terdiri dari Neraca, Laporan Rugi – Laba, Laporan Perubahan Modal, Laporan Perubahan Posisi Keuangan. Penggunaan teknologi informasi untuk pendekatan penyelesaian permasalahan yang berhubungan dengan akuntansi akan dapat mempermudah proses–proses yang terkait dengan pengolahan data–data menjadi informasi, dalam hal ini transaksi – transaksi akuntansi. Pendekatan pemecahan masalah menggunakan sistem informasi akuntansi menggunakan perangkat keras (hardware) berupa perangkat komputer, dan menggunakan perangkat lunak (software) yaitu aplikasi – aplikasi yang sifatnya menunjang suatu sistem informasi akuntansi itu sendiri. Sebagai suatu organisasi yang berkembang maka perusahaan juga dituntut untuk menjalankan kegiatannya sesuai dengan Visi dan Misi nya. Hal itulah yang mendorong manajemen perusahaan untuk dapat menjalankan usahanya ditengah tengah kebutuhan untuk menjalankan fungsi sosial dan bisnis sekaligus upaya untuk mengembanan usaha nya dengan suatu tingkat pertumbuhan tertentu sesuai dengan ukuran-ukuran keuangan yang ditentukan oleh manajemen. Ukuran-ukuran keuangan tersebut akan dapat dihasilkan dengan mudah manakala perusahaan mempunyai suatu sistem informasi yang memadai sehingga setiap saat manajamen dapat membaca, menganalisis, dan kemudian mengambil keputusan dengan segera. Kondisi dunia usaha yang cepat berubah dan berkembang saat ini memaksa badan usaha seperti real estat dan rumah sakit untuk senantiasa membuat keputusan bisnis demi menjaga dan mempertahankan kelangsungan hidup usaha.

MEMAHAMI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) selain digunakan sebagai alat manajemen untuk mendapat informasi, menganalisis dan memutuskan, juga berfungsi sebagai alat untuk mempertanggung jawabkan wewenang yang telah didelegasikan manajemen kepada level-level manajemen di bawahnya dan karyawan pelaksana. Pertanggung jawaban tersebut akan berjalan lancar dengan bantuan suatu sistem yang memungkinkan setiap karyawan mencatat dan mendokumentasikan seluruh kejadian dan transaksi yang terjadi dengan sistematis, teratur, baku dan mudah. Jadi, Sistem Informasi Akuntansi merupakan jaringan dari seluruh prosedur, formulir-formulir, catatan-catatan, dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data keuangan menjadi suatu bentuk laporan yang akan digunakan oleh pihak manajemen dalam mengendalikan kegiatan usahanya dan selanjutny digunakan sebagai alat pengambilan keputusan manajemen. SIA merupakan sub sistem yang merupakan satu kesatuan sistem business process yang saling terkait satu sama lain. Karakteristik kualitatif laporan keuangan yang meliputi relevan (relevance), keandalan (reliability), dapat diperbandingkan (comparability), dan dapat dipahami (understandability) dapat dihasilkan dari SIA yang berkualitas, oleh karena itu terdapat hubungan positif antara kualitas informasi akuntansi dengan kinerja perusahaan.

Sistem Informasi Akuntansi tersebut selain digunakan sebagai alat manajemen untuk mendapat informasi, menganalisis dan memutuskan, juga berfungsi sebagai alat untuk mempertanggung jawabkan wewenang yang telah didelegasikan manajemen kepada level-level manajemen dan karyawan dibawahnya. Pertanggung jawaban tersebut akan berjalan lancar dengan bantuan suatu sistem yang memungkinkan setiap karyawa mencatat dan mendokumentasikan seluruh kejadian dan transaksi yang terjadi dengan sistematis, teratur, baku dan mudah. Sistemlah yang akan mengolah data yang dientry menjadi suatu laporan yang sesuai dengan kehendak manajemen kapanpun dan dalam kondisi apapun. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem yang terpadu yang bisa melingkupi seluruh kegiatan RS sehingga diharapkan keputusan manajemen yang diambil berdasarkan informasi dari sistem tersebut berhasil guna (efektif) dan tepat guna (efisien). Suatu sistem informasi yang integrated akan menopang suatu business process. Sistem Informasi yang integrated tersebut haruslah dimulai dari sistem-sistem kecil yang mencakup suatu kegiatan tertentu misalnya sistem informasi akuntansi. Rumah sakit sebagai lembaga sosial yang tetap harus mengindahkan kaidah-kaidah manajemen menghadapi masalah berupa pengadministrasian data pasien, data medik, dan data keuangan. Sehingga pelayanan administrasi kepada pasien tidak bisa cepat dan akurat. Oleh karena itu diperlukan Sistem Informasi Akuntansi yang tepat.

DAFTAR PUSTAKA/CITASINYA :

  • Pratama, Bayu. "Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi Melalui Pemanfaatan Teknologi Pada PT. Prodia Diacrolaboratories." Jurnal STEI Ekonomi Vol 26, No. 01 (2017).
  • Puspa Renan Joyo. "Mengenal Mahatma Gandhi dan Ajarannya". Diakses pada tanggal 5 April 2023.
  • Dalle, J dkk. (2020). Pengantar Teknologi Informasi. Depok: PT Raja Grafindo Persada.
  • Marina, A dkk. (2017). Sistem Informasi Akuntansi: Teori dan Praktikal. Surabaya: UM Surabaya Publshing

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun