Mohon tunggu...
Devina Anindhieta
Devina Anindhieta Mohon Tunggu... Dokter - .

-

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Invita 2019

15 Oktober 2019   17:46 Diperbarui: 15 Oktober 2019   17:48 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
https://www.yogyes.com

 Jam 5 sampai setengah 8 pagi, kami semua mandi dan makan pagi bersama di lantai bawah Hotel. Pelayanan Hotelnya juga cukup ramah, dan rapih, mereka bahkan tidak lupa melemparkan senyum pagi ke kami semua. Jam 8, kami semua masuk ke dalam bus dengam memakai baju kelas, untuk menuju ke Lava Tour Merapi. Sesampainya disana, saya dan ketiga teman saya, menaik mobil Jeep yang sudah disediakan disana. Tidak lupa kami semua memakai masker untuk menghindari asap-asap dan debu-debu yang ada disana tidak masuk ke dalam mulut kami. Kami mengelilingi sekitaran Merapi disana, juga mengambil foto bersma teman-teman lainnya disana. Tour pertama disana yaitu Museum sisa hartaku, disana banyak barang bekas dan foto-foto kejadian saat gunung merapi meletus pada tahun 2010. Spot kedua, yaitu batu alien, memang benar ternyata batunya mirip sekali dengan alien. Spot ketiga, yaitu lava tour sekaligus bungker dan puncak tertinggi gunung merapi. Setelah selesai kami semua turun , kami turun kembali ke tempat bus kami diparkir. Saya dan salah satu teman saya juga membeli foto cetak disana yang dijual oleh Ibu-Ibu disana seharga 15.000. Kami kembali lagi ke bus kami, dan langsung berangakat untuk makan siang. 

 Setelah selesai makan siang di sebuah desa yang cukup dikenal, kami belajar membatik di salah satu tempat membatik di desa itu. Setelah menggambar batik bunga disana, tak lupa kami seangkatan foto bersama di tempat tersebut dengan kakak yang mengajari kami dalam membatik. Begitu selesai, kami kembali lagi dan lagi menuju ke bus untuk menuju ke tempat berikutnya yaitu Tebing Breksi. Tebing Breksi adalah tempat kami dapat melihat matahari terbenam dengan indah, saya dan teman-teman lainnya juga tidak lupa untuk mengambil foto di tempat yang sangat indah itu. 

 Seselesainya kami mengambil foto bersama disana, kami langsung beranjak pergi menuju restaurant untuk makan malam. Setelah cukup puas dengan santapan di restaurant tersebut, berangkat lah kami untuk menuju ke destinasi selanjutnya yaitu Malioboro, salah satu tempat di Jogjakarta yang paling kita semua nanti-nantikan. Begitu sampai di Malioboro, kami diberi waktu sekitar 2 jam, untuk berbelanja berbagai macam barang yang unik disana. Saya dan teman saya membeli tas serut dan juga gantungan kunci.

 Tidak terasa waktunya sudah habis untuk berbelanja disana dan sudah banyak teman-teman yang sudah lelah, akhirnya kita semua langsung kembali ke dalam bus untuk kembali ke Hotel agar bisa beristirahat dengan cepat. Sesampainya saya di Hotel, dikarenakan sangat lelah saya langsung cepat-cepat untuk bersih-bersih diri lalu mengemil sedikit, dan langsung beranjak tidur.

 Hari Jumat, sekaligus hari terakhir kami di Jogjakarta akhirnya tiba. Jam menunjukan pukul 4 pagi, saya bangun dari tidur saya yang nyenyak, dan langsung mandi, dan tidak lupa juga saya packing sambil memastikan tidak ada barang yang tertinggal begitu sudah jam 6 pagi saya dan teman-teman lainnya pergi ke lantai paling bawah, untuk menyantap sarapan pagi. Pukul 8 pagi, kami segera membawa koper dan perlengkapan kami yang lainnya untuk masuk ke dalam bagasi bus. Destinasi pertama kami di hari ketiga ini, yaitu Candi Borobudur, disana saya dan teman-teman saya sampai ke puncak tertinggi Candi Borobudur ini. Setelah mengambil foto-foto yang bagus, dan keringat-keringat sudah bercucuran di kening kami, kami semua langsung turun dari Candi tersebut.

  Begitu sudah keluar dari Candi Borobudur, laki-laki langsung bersia untuk melaksanakan ibadah sholat Jumat karena sudah waktunya, sedangkan yang perempuan ada yang menunggu di dalam bus, dan ada juga yang melihat-lihat makanan yang ada disana. Setelah para laki-laki selesai sholat Jumat, kami makan siang terlebih dahulu sebelum akhirnya sampai di Toko Bakpia Djaba. Toko Bakpia Djava adalah tempat dimana kami banyak sekali yang membeli bakpia, titipan dari orangtua biasanya. Setelah selesai kami langsung berangkat menuju destinasi terakhir di kegiatan Invita ini, yaitu Toko Dagadu. Disana cukup banyak yang membeli batik-batik yang menarik, namun tidak sedikit juga yang lebih memilih untuk menunggu di dalam bus. 

 Akhirnya selesai juga kegiatan tour kami di Solo dan Yogyakarta, sedihnya kami sudah harus berpisah dengan kota penuh kenangan bersama teman seangkatan. Tournya cukup mengasyikan, bahkan kami bisa merasakan seru dan senangnya sampai pulang kembali ke Jakarta, sepertinya tournya cukup bagus dalam membagi waktu sehingga dapat memuaskan kami semua. Berangkatlah kami menuju ke Stasiun Tugu Yogyakarta. Setelah kami sudah dibagikan tiket kami masing-masing, kami harus menunggu sekitar 1 jam sebelum akhirnya kereta kami datang. Satu persatu kami masuk ke dalam gerbong hingga akhirnya kami duduk dengan santai di dalam kereta. Perjalanan Yogyakarta ke Jakarta sama seperti waktu berangkatnya, membutuhkan sekitar 8 jam sampai akhirnya pada pukul 4 pagi kami sampai di Jakarta dengan selamat.

https://www.yogyes.com
https://www.yogyes.com

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun