Mohon tunggu...
Derwan Ismidi
Derwan Ismidi Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis

saya lulusan komunikasi dan penyiaran islam, hobi saya membuat konten online

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Inilah 6 Penyakit yang Sering Diderita Anak Pondok, Penyebab, Pencegah, dan Penanganannya ala Ngaji Kaffah

12 April 2023   21:01 Diperbarui: 12 April 2023   22:25 830
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Manusia pastinya sudah dibekali antibodi alamiah di dalam tubuhnya. Namun siapa sangka, terkadang kita juga mengalami kondisi tubuh kita terserang penyakit yang tidak diduga. Seperti yang sering dialami anak-anak di pondok pesantren (anak pondok), banyak sekali ancaman penyakit yang mengintai dikarenakan pondok merupakan tempat yang cukup ramai penghuninya. Untuk itu, kita wajib tahu apa saja penyakit yang sering menyerang anak-anak di lingkungan pondok pesantren, bagaimana pencegahannya, dan bagaimana cara penanganannya jika terkena penyakit tersebut berdasarkan pengalaman anak pondok langsung.

1. SCABIES ATAU KUDIS

Scabies atau kudis adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan tungau kecil. Kondisi kulit biasanya sangat gatal, merah, bahkan bernanah.

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh :

  • kurangnya menjaga kebersihan kulit
  • Jarang mandi
  •  Jarang cuci tangan
  • Terlalu sering memegang sesuatu yang berpotensi tungau
  • Memakai baju yang kotor berhari-hari

Pencegahan penyakit Scabies atau kudis :

  • Langsung mencuci tangan dengan sabun apabila terasa gatal yang berpotensi kulit berkuman
  • Mandi minmal 2x sehari
  • Rajin mencuci tangan
  • Rajin mencuci baju setelah seharian dipakai
  • Menjemur perangkat tidur, kasur, bantal, mencuci selimut atau seprai

Penanganan penyakit Scabies atau kudis :

  • Lakukan pembersihan kulit secara maksimal, bisa menggunakan sabun atau alkohol
  • Gunakan obat khusus scabies di apotik terdekat
  • Jangan memegang benda yang berpotensi sering digunakan banyak orang untuk menghindari penularan
  • Mandi air hangat
  • Lumuri garam dapur untuk pertolongan pertama
  • Olesi belerang

2. JAMUR DI SELANGKANGAN

Penyakit ini munculnya jamur pada kulit di daerah selangkangan, awalnya gatal-gatal hingga bengkak dan bernanah. Penyakit ini akan menyebar ke seluruh area kulit terdekat, maka dari itu jika sudah muncul gejala gatal di daerah selangkan harus segera diobati.

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh :

  • Setelah Buang Air Kecil tetapi membiarkan selangkangan lembab
  • Sering memakai celana dalam lembab atau kotor belum dicuci
  • Mimpi basah tapi tidak dibersihkan

Pencegahannya :

  • Selalu keringkan daerah selangkangan setelah cebok
  • Wajib menggunakan celana dalam yang bersih
  • Menghindari mandi air yang kotor

Penanganannya:

  • Langsung membeli obat jamur kulit di apotik terdekat
  • Apabila kondisi kulit sudah terlalu parah maka segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan

3. KONJUNGTIVITIS ATAU PENYAKIT MATA MERAH

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang berkembang di dalam kelopak mata. Ditandai dengan mata berair, merah, kotoran mata berlebihan, serta rasa gatal dan panas. Penyakit ini menular kepada orang yang terkena kontak langsung ataupun lewat benda dengan penderita penykit mata merah.

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh :

  • Jarang membersihkan mata
  • Tertular oleh orang yang sudah terkena virus mata merah

  • Pencegahannya :
  • Bersihkan mata secara maksimal 7 kali sehari, 5x saat wudhu, 2x saat mandi pagi dan sore
  • Hindari kontak langsung ataupun lewat benda dengan penderita

Penanganannya :

  • Gunakan obat tetes mata yang biasanya dijual di apotik terdekat

4. BIDURAN

Biduran adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh alergi tertentu, ditandai oleh rasa panas, gatal, dan bengkak pada kulit. Di ruang lingkup pondok biasanya hanya ada 1 kemungkinan yang menyebabkan penyakit biduran muncul, yakni karena alergi air.

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh :

  • Air yang digunakan tidak cocok untuk kesehatan kulit yang sensitif
  • Kemungkinan lain ialah cuaca yang dingin
  • Atau biang keringat berlebihan

Pencegahannya :

  • Sampai saat ini penulis belum menemukan cara pencegahan yang pasti

Penanganannya :

  • Gunakan bedak khusus untuk kulit
  • Minum obat cetirizine apabila terkena biduran

5. PANU

Panu adalah infeksi jamur pada kulit (terutama leher) yang menimbulkan bercak putih.

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh :

  • Biang keringat berlebihan
  • Jarang membersihkan dengan maksimal kerah baju
  • Jarang mandi

Pencegahannya :

  • Rajin membersihkan leher dengan sabun
  • Rajin mengganti baju setelah seharian di pakai

Penanganannya :

  • Gunakan obat krim yang di jual di apotik secara rutin

6. CANTENGAN

Cantengan adalah infeksi pada pinggir atau ujung jempol kaki yang disebabkan tumbuhnya daging di sekitar kuku. Ditandai dengan bengkak, kotor, terasa sakit, dan bahkan bernanah.

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh :

  • Kesalahan dalam menggunting kuku
  • Kotoran menumpuk di pinggiran kuku
  • Jarang dibersihkan dari kotoran

Pencegahannya :

  • Hati-hati dalam memotong bagian pinggir kuku
  • Jika sudah mulai terasa bengkak dan sakit, maka jangan dipaksakan untuk dipotong atau dibersihkan, biarkan beberapa hari setelah sakitnya hilang
  • Jangan pernah membiarkan kotoran menumpuk di pinggiran kuku

Pengobatan :

  • Dalam keadaan tidak sakit atau nyeri maka kuku cukup di bersihkan dengan cara di congkel menggunakan gunting kuku
  • Apabila kuku sudah 2 pekan sakit atau nyeri, maka harus di bawa ke dokter untuk mencabut kuku yang sudah mati

Itulah 6 penyakit yang sering menyerang anak-anak di lingkungan pondok pesantren, semoga bermanfaat.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun