Mohon tunggu...
Denik13
Denik13 Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Pesepeda dan pemotor yang gemar berkain serta berkebaya. Senang wisata alam, sejarah dan budaya serta penyuka kuliner yang khas.

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Solo Riding dari Tangerang ke Lembang Jalin Silaturahmi Antar Agama

9 April 2023   14:11 Diperbarui: 9 April 2023   14:20 379
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Saya di Yayasan Rumah Orang Tua Tuna Netra Eben Haezer (dokpri)

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Jadi seyogyanya bergaullah dengan sesama manusia tanpa pandang bulu. Tanpa melihat bibit, bebet, dan bobot orang tersebut. Dari suku mana dan agama apa.

Di mata Tuhan semua makhluk ciptaan-Nya itu sama saja. Yang membuat mereka beda di mata Tuhan adalah ketaqwaannya. Jadi memang tak ada alasan untuk membatasi pergaulan dengan yang satu agama saja. Atau satu suku saja.

Apalagi kita sebagai warga  negara Indonesia. Dengan beragam suku bangsa, agama, dan budaya. Sangat riskan jika tidak bersungguh-sungguh dalam menjaga toleransi.

Semua itu terjaga rapi dan diperkuat oleh Islam dengan yang namanya silaturrahmi. Ada banyak kebaikan atas silaturahmi yang dilakukan.

Atas nama silaturahmi pula, saya pernah solo riding dari Tangerang ke Lembang dalam kondisi puasa. Karena kebetulan waktu itu sedang dalam suasana bulan Ramadan.

Saya mendapat undangan dari yayasan Orang Tua Tuna Netra Eben Haezar di Lembang, untuk menghadiri perayaan hari jadi Eben Haezer. Yang namanya diundang wajib hukumnya untuk hadir selama tidak ada uzur atau halangan.

Maka tanpa alasan sedang berpuasa atau sedang dalam suasana bulan Ramadan, saya pun meluncur ke Lembang dengan mengendarai sepeda motor kesayangan.

Tentu saja sudah dengan perhitungan mengenai lama perjalanan dan tempat menginap selama di sana.

Berangkat dari Tangerang pagi hari via Puncak. Tiba di Lembang sore hari. Langsung menuju penginapan. Esoknya saya datang ke Eben Haezer sesuai waktu yang tertera dalam undangan.

Layaknya sebuah perayaan, maka ada banyak hiburan di sana. Selain momen doa bersama. Menyanyi, menari, makan dan minum penuh suka cita. Pemotongan kue ulang tahun dan pemotongan tumpeng.

Saya biasa saja mengikuti seluruh prosesi acara. Karena sudah komitmen untuk hadir. Jadi tidak merasa terganggu atau tergoda. Sebelumnya mereka minta maaf juga atas kondisi acara yang saya hadiri.

Sekali lagi saya tidak apa-apa kok. Karena itu tadi. Saya sudah bersedia hadir. Jadi apa yang mereka rayakan bukan tidak menghargai orang puasa. Tidak sama sekali. Semua saya kondisikan biasa saja dan baik-baik saja.

Justru dijadikan guyonan ketika ada yang permisi karena makan dihadapan saya.

"Maaf ya bu, jadi tidak menawarkan makanan pada ibu."

"Oh, tidak apa-apa. Yang penting nanti begitu pulang bungkusan saya besar."

Canda tawa yang mencairkan suasana. Tanpa saya minta pun suguhan untuk saya sudah disiapkan.

Usai acara kami ngobrol santai dan berbincang-bincang mengenai banyak hal. Semua terasa indah dalam bingkai silaturahmi.

Hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa tersebut? Ramadan bukan penghalang dalam melakukan aktivitas.  Perbedaan agama bukan alasan untuk tidak menjalin silaturahmi. 

Saling menghargai cara ibadah dan kebiasaan masing-masing agama, itu kunci kerukunan. Di mana pun kita berada. Dan dengan siapa pun itu.

Inilah kisah inspiratif Ramadan yang saya alami sendiri. Bagaimana dengan Anda? (EP)

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun