Mohon tunggu...
Delianur
Delianur Mohon Tunggu... Penulis - a Journey

a Journey

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Antara Surga, Neraka, Dajjal dan Buzzer Politik

17 Juni 2019   11:32 Diperbarui: 17 Juni 2019   11:43 77
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Surga, Neraka, Dajjal, dan Hoax

Agama mengajarkan tentang suatu tempat yang bernama surga dan neraka. Surga adalah tempat yang akan diberikan kepada orang yang selama hidupnya senantiasa berbuat baik dan beribadah. Sebaliknya, neraka adalah balasan bagi orang yang suka berbuat jahat dan melupakan tempatnya

Quran menyebutkan surga dengan kata Jannah. Makna asal dari Jannah adalah kebun atau tempat banyak tanaman hijau bertumbuh. Dalam deskripsi tambahannya disebutkan bahwa Jannah itu "Tajrii min tahtihal anhar" atau dibawahnya mengalir air yang jernih. Adapun neraka, dalam bahasa Arab nya adalah "Nar" yang makna generik nya adalah Api. Sebagaimana diketahui, sifat Api itu adalah panas. Orang bila sudah terkena panas api, pasti badannya akan sakit atau tidak enak.

Pada satu sisi, banyak yang menafsirkan secara leterleks bahwa surga dan neraka itu adalah sebuah tempat sebagaimana yang digambarkan diatas. Surga adalah sebuah kebun yang dibawahnya mengalir air, dan sangat menyenangkan untuk ditinggali. Sementara neraka, adalah tempat api menyala-nyala untuk membakar dan menyiksa orang yang banyak berdosa.

Namun sebagian lain menafsirkan tidak seperti itu. Surga bukan lah kebun dan neraka bukanlah tempat Api. Keduanya hanya metaforik belaka untuk menggambarkan sebuah tempat yang sangat menyenangkan dan tempat yang sangat menyakitkan.

Sebagaimana diketahui, ditengah panas dan gersang nya Arab, air adalah sesuatu yang sangat langka dan berharga. Sementara syarat tumbuhnya tanaman hijau, adalah adanya air. Karenanya di Arab, kebun tempat berkumpulnya tanaman adalah sesuatu yang sangat susah ditemukan. Apalagi kebun yang dibawahnya mengalir air jernih. Bila pun ada kebun seperti itu, maka itu adalah tempat yang sangat menyenangkan untuk ditinggali. Tidak terbayang keindahan dan kenyamanan bila menemukan kebun yang dibawahnya mengalir air.

Begitu juga Api. Bila pada negara beriklim dingin Api adalah berkah, karena bisa untuk menghangatkan badan, tidak demikian dalam negeri beriklim panas. Api itu panas dan membakar. Bila kena kulit sedikit saja, kulit akan melepuh dan kesakitan.

Karena Surga dan Neraka digambarkan secara metaforik seperti itu, beberapa kalangan menganggap bahwa Quran tidak sedang menggambarkan Surga dan Neraka sebagai sebuah tempat, tapi sebuah keadaan. Penyebutan Surga dengan Kebun dan melekatkan kata Neraka dengan Api, hanya untuk menggambarkan bahwa kalau kamu berbuat baik, maka kamu akan mendapatkan sesuatu ketenangan dan kesenangan yang tidak pernah bisa kamu bayangkan. Sebaliknya bila kamu berbuat jahat, maka kamu akan mendapat balasan kesakitan dan kesusahan, yang sakit dan susahnya tidak terperi dan sudah tidak bisa kamu bayangkan lagi.

Karena tafsir metaforik seperti inilah, banyak yang meyakini bahwa sesungguhnya balasan Surga dan Neraka pun akan kita dapatkan selagi hidup di dunia. Bukan di akhirat saja. Kalau orang berbuat baik, dia akan mendapatkan balasan ketenangan dan kebahagiaan bagi dirinya. Sebaliknya, kalau orang berbuat jahat, maka keadaannya akan susah. Hidup tidak akan tenang karena hati dan dirimu selalu dibakar Api.

Mungkin begitu juga Dajjal.

Secara bahasa, Dajjal itu artinya pembohong atau pendusta. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa deskripsi Dajjal itu bermata satu dan suka menebar kebohongan dan fitnah. Dia datang sebagai indikator datangnya kiamat. Secara leterleks, bisa jadi deskripsi Dajjal seperti itulah yang akan datang nanti.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun